
Terlihat senyum nenek dan kakek di mata nya,teriakan kedua adiknya begitu sangat terdengar jelas di benak Puspa.
"Oh kampung halamanku,sungguh aku rindu"
Begitulah sekiranya kerinduan seorang perantau akan kampung halamannya.
"Kau bisa hubungi aku lagi jika kau perlu sesuatu saudara sebangsa setanah airku"
Zulham memberi kartu namanya kepada Puspa dengan mengejek dan menggodanya.
Puspa pun tersenyum dan menerima kartu nama tersebut.
Zulham pun keluar kamar dan pergi.
...
Tak lama setelah itu Nyonya Zakaria memanggil Puspa secara pribadi
"Puspa,kamu datang keruangan ku sekarang"
Perasaannya menjadi tidak karuan.
Dia jadi takut bertemu dengan nyonya Zakaria,
Parno mungkin yang dia rasakan setelah mengetahui semua rahasianya dengan Leony.
Puspa takut jika dirinya akan dijadikan wanita panggilan seperti Leony,
"Puspa,aku ingin kau melakukan sesuatu untukku?"
Ucap nyonya Zakaria semakin membuat perasaan Puspa resah,apa yang akan nyonya Zakaria perintahkan padanya.
"Melakukan apa nyonya"
Jawabnya dengan ragu.
"Sebenarnya anakku melahirkan di kampung,namun sayang,anakku tidak bisa selamat,tapi anak yang dikandungnya berhasil diselamatkan,dan aku ingin kamu membantuku untuk mengurus bayi anakku"
Ucap nyonya Zakaria menyuruh Puspa untuk membantunya mengurus seorang bayi.
Puspa langsung teringat akan cerita Leony tentang Natasya yang meninggal usai melahirkan bayinya,apa mungkin itu bayi Natasya,tapi mengapa nyonya Zakaria mengakuinya sebagai cucunya,semua pertanyaan berputar di kepala Puspa saat itu.
"Baiklah nyonya,"
Puspa menyetujui saja semua perintah nyonya Zakaria,tanpa dia ketahui akan seperti apa kedepannya.
Nyonya Zakaria pun menyuruh Puspa untuk ikut bersamanya,entah kemana,
Disana perasaannya semakin takut,
"apa nyonya Zakaria mau menjual ku
Ah tidak mungkin,aku tidak boleh berburuk sangka,"
Semua prasangka buruk Puspa rasakan saat ikut bersama nyonya Zakaria masuk kedalam mobil.
"Memangnya cucu nyonya ada dimana?"
Tanya Puspa menanyakan keberadaan bayi nya,
"Tidak jauh,sebentar lagi kita akan sampai"
Jawab nyonya Zakaria.
Tidak menunggu lama,akhirnya Puspa dan nyonya Zakaria tiba disebuah rumah,
Rumah yang cukup besar untuk di tempati satu keluarga,disana bayi perempuan satu bulan masih terlelap tidur di tempat tidurnya tanpa ada yang menemani.
"Astagfirullah,nyonya biarkan bayi ini tidur sendiri tanpa ada seorang pun di rumah,bagaimana kalau dia bangun "
Puspa tidak bisa membayangkan bagaimana jika sesuatu terjadi pada bayi mungil itu saat nyonya Zakaria meninggalkannya sewaktu datang ke tempat kerja.
"itu sebabnya aku meminta kamu untuk membantuku mengurus bayi itu"
__ADS_1
jawab nyonya Zakaria.
"tapi nyonya kan bisa sewa baby sister sementara sebelum saya bisa mengurusnya"
"macam kau punya banyak uang saja,kau tahu sendiri sewa baby sister itu pakai uang"
Nyonya Zakaria memang tega,meski kepada seorang bayi sekalipun,hatinya memang kejam,
Pikir Puspa.
"Lalu apa yang harus saya lakukan nyonya"
Tanya Puspa bingung karena ini pertama kalinya dia mengurus seorang bayi.
"Aku ingin kamu membantuku mengurusnya,kamu bisa bawa bayi ini ke panti pijat,disana akan ada banyak yang membantu mengurus bayi ini jika kamu sedang bekerja,jika mereka bertanya bayi siapa ini,jawablah cucuku"
Dengan tegas nyonya Zakaria mengakui bayi itu sebagi cucunya.
(Jika dia cucunya mengapa nyonya Zakaria sangat tega meninggalkannya sendirian tidur di rumah)
Celoteh Puspa dalam hati masih kesal pada kelakuan nyonya Zakaria.
Puspa pun berjalan menuju bayi mungil yang sedang terlelap,
Puspa tersenyum melihat bayi itu,
"Dia sangat cantik ya nyonya,comel "
Puspa memuji kecantikan bayi itu.
nyonya Zakaria seakan acuh tak menghiraukan pujian Puspa pada cucunya.
Nyonya Zakaria pun menyuruh Puspa untuk menemani bayinya sebelum dia bangun,sementara dia kembali ke panti pijat.
"Aku akan kembali ke panti,kau jaga bayi ini baik-baik ya,"
Perintah nyonya Zakaria.
Puspa menjawab sambil menatap bayi yang sangat cantik itu.
"Oh ya,nanti jika ada tamu pria datang kemari,tolong layani dia dengan baik,"
Seketika senyum ibuku pudar saat mendengar perintah nyonya Zakaria untuk melayani tamu pria yang akan datang padanya.
"Apa jangan-jangan nyonya Zakaria sedang menjebak ku untuk menjadi wanita panggilan"
Pikir Puspa dengan segudang ketakutannya.
Selepas nyonya Zakaria kembali ke panti pijat,Puspa memikirkan cara untuk pergi dari rumah ini tanpa nyonya Zakaria curigai.
"Apa yang harus aku lakukan,"
Dia terus berpikir,
Kemudian suara tangisan bayi pun terdengar.
Ya bayi mungil yang sedari tadi terlelap kini membuka matanya dan menangis mencari susu nya.
"Eh bayi cantik sudah bangun"
Sapa Puspa menyambutnya dengan penuh kehangatan.
Puspa langsung menggendong bayi itu,tangis nya perlahan mereda karena dia berhasil mendiamkannya dengan alunan lagu dan sholawat.
Puspa membawa botol susu yang sudah disiapkan nyonya Zakaria untuk bayi tersebut,
"Anak manis,Mimi dulu ya,"
Dia belum tahu siapa nama bayi tersebut,Puspa lupa tidak menanyakan namanya pada nyonya Zakaria, jadi Puspa memanggilnya si anak manis.
Bayi itu begitu cantik,kulitnya sangat putih,matanya bersinar,seperti bayi seorang putri raja,
"Anak manis nama nya siapa ya,"
__ADS_1
Puspa mengajaknya bicara agar dapat berinteraksi dengan bayi tersebut,
Bayi mungil itupun tersenyum padanya.
"Cantiknya kamu nak,"
Puspa kembali memuji bayi itu,tapi dia menyayangkan nasib bayi tersebut.
"Sungguh malang nasibmu nak,kau masih kecil,tapi kedua orangtuamu sudah tiada,semoga kau jadi anak yang berguna sayang"
Doa dan harapan Puspa pada bayi malang itu.
Puspa sangat asik mengurus bayi mungil itu,meski bayi satu bulan itu belum bisa berinteraksi,tapi setidaknya senyum dan pancaran matanya yang cerah sangat membuatnya senang dan mengajaknya bicara,
....
Tak lama kemudian, terdengar suara bel pintu depan,
Puspa sangat terkejut,
"Siapa itu,apa mungkin itu tamu pria yang nyonya Zakaria maksudkan "
Puspa gelisah dan ketakutan,apa yang harus dia lakukan,dia sangat bingung.
Puspa akhirnya memakai penutup wajah untuk menutupi wajahnya agar tidak terlihat oleh tamu pria yang datang ke rumah.
Dengan perasaan takut,Puspa pun membukakan pintu.
Dan saat dia membukakan pintu,dia sangat terkejut,ternyata yang datang adalah seorang dokter anak yang selalu memeriksa keadaan bayi yang sedang dia asuh.
"Maaf,nyonya Zakaria menyuruhku untuk memeriksa baby A,saya dokter Asraf,"
Dokter Asraf memperkenalkan diri nya pada Puspa.
Perasaan pun pun mulai tenang,ternyata tamu yang dimaksudkan nyonya Zakaria adalah dokter Asraf.
"Apa dia sudah minum susu?"
Tanya dokter Asraf menanyakan keadaan baby A,
"Sudah dok,"
Puspa menjawab sambil menggendong bayi tersebut yang dokter panggil dengan sebutan baby A,entah apa nama kepanjangannya,Puspa tidak berani menanyakannya,biar nanti dia tanyakan sendiri kepada nyonya Zakaria,pikirnya.
Dokter pun memeriksa baby A karena pasca lahir di rumah sakit,baby A lahir prematur sehingga kesehatannya sedikit terganggu.
"Tapi saya lihat sekarang baby A perkembangannya mulai membaik,dari cara dia menatap,sepertinya baby A sudah sehat sepenuhnya"
Ucap dokter Asraf memberikan penjelasannya.
Puspa tersenyum bahagia mendengar keadaan baby A yang membaik,
"Teruslah ajak dia berinteraksi,kau ajak dia bicara,menyanyi dan lain sebagainya,itu bagus untuk perkembangannya"
Pesan dokter Asraf pada Puspa.
"Baiklah dokter"
Jawabnya dengan senyum di balik masker yang dia pakai.
Dokter Asraf pun menuliskan resep vitamin yang harus diberikan pada baby A,
"Ini resep vitamin untuk baby A,kau bisa membelinya"
Dokter Asraf memberikan selembar kertas bertuliskan resep vitamin yang harus dibeli,Puspa pun menerima kertas tersebut.
Namun hal tak terduga membuat dia terkejut,
Dokter Asraf memegang tangan Puspa dengan senyumnya yang nakal dan menggodanya.
Puspa langsung menepis genggamannya,dan mundur jauh dari dokter Asraf.
"Maaf dok,lepaskan saya"
__ADS_1