Madina Bukan Anak Haram

Madina Bukan Anak Haram
ayah kandung Madina


__ADS_3

Puspa menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah sumber suara yang memanggilnya.


Saat Puspa berbalik, ternyata sosok yang memanggilnya ialah Zulham.


Zulham yang sudah mengikutinya sedari tadi langsung memanggil Puspa.


Ada hal yang ingin dia bicarakan dengan Puspa.


"Kau lagi?"


Puspa sedikit kesal dengan kedatangan Zulham, entah apa yang dia rasakan kepadanya, yang jelas, setiap Puspa bertemu dengan Zulham, dia selalu merasa jengkel. Tapi jika jauh, Puspa tidak bisa membohongi perasaannya jika dia selalu teringat akan dirinya.


Zulham sengaja datang ke Tasik untuk bertemu Puspa, ada hal yang ingin dia sampaikan,


Pikiran dan perasaan nya selama ini tidak pernah tenang setiap memikirkan Madina dan Puspa.


Terlebih saat pak Mamat menceritakan keadaan Puspa yang selalu jadi bahan olokan jika sudah


Menyangkut ayah Madina.


"Aku mohon dengarkan aku sebentar saja"


Ucap Zulham memohon pada Puspa untuk mendengarkannya, Puspa tidak tega melihat Zulham yang memohon seperti itu, akhirnya Puspa pun bersedia untuk bicara dengannya.


"Apa yang ingin kau bicarakan ?"


Puspa meminta Zulham untuk langsung bicara pas intinya.


"Ini tentang Madina"

__ADS_1


Mendengar nama anaknya disebut, Puspa pun langsung terjaga, apa maksudnya? Dan mengapa Zulham ingin membicarakan tentang Madina.


Dalam hati kecil Zulham, dia sudah bisa menebak jika seandainya dia ingin mengutarakan isi hatinya yang mengagumi sosok Puspa, pasti Puspa tidak akan menyukainya.


Hati Zulham pun mengatakan jika mungkin inilah saatnya Puspa harus mengetahui siapa sebenarnya orangtua Madina.


"Ada apa dengan Madina?"


Tanya Puspa serius, dan sepertinya ini akan menjadi pembicaraan mereka yang menguras energi untuk mengutarakannya.


"Orangtua Madina, sebenarnya aku sudah tahu siapa orangtua Madina?"


Sebuah pernyataan Zulham yang membuat Puspa takut kehilangan Madina dengan apa yang akan Zulham katakan.


Puspa sangat dibuat terkejut dengan perkataan Zulham.


"Kamu jangan bercanda ya Zulham? "


Keduanya pun kini terdiam.


Sebelumnya Zulham pun meminta maaf pada Puspa jika apa yang akan dia katakan sekarang akan membuatnya sedih atau kecewa.


"Aku minta maaf sebelumnya, aku tahu pasti kamu akan marah kepadaku atau bahkan membenciku setelah ini, tapi ini penting untuk Madina dan masa depannya."


Puspa masih terdiam menunggu Zulham mengatakan yang sebenarnya.


Raut wajahnya pun nampak tidak bersahabat.


"Cepat katakanlah siapa ayah Madina yang tega membuangnya dan membiarkan dia sendirian di pangkuan nyonya Zakaria?"

__ADS_1


Tanya Puspa ketus.


"Tapi aku mau kamu janji kamu tidak akan pernah marah kepadaku"


Pinta Zulham pada Puspa.


"Dan jika kamu sudah tahu siapa ayah Madina? Apa kamu akan melepaskan Madina pada ayahnya?"


Puspa semakin dibuat kesal dan sedih dengan semua pertanyaan Zulham padanya, air matanya pun mulai menetes.


"Ayo katakan saja siapa ayah Madina? Aku ingin tahu siapa pria jahat itu?"


Suasana pun kembali hening, hanya air mata Puspa yang menetes seakan mewakili isi hati nya yang sedih.


"Apa ini, bagaimana aku bisa melepaskan anak yang sudah aku sayangi dan besarkan dengan segala perjuanganku? Ya Allah tenangkan lah hati hamba, semoga hamba bisa menerima semua yang Zulham katakan "


Ucap hati Puspa.


Zulham pun coba memegang tangan Puspa agar dia bisa kuat menerima kabar yang akan dia katakan.


Namun Puspa menepis genggamannya.


"Maaf, saya tidak suka"


Masih dengan wajah yang resah, Puspa pun kembali diam dan menunggu Zulham mengatakan yang sebenarnya.


"Sebenarnya sudah lama ingin aku katakan semua ini kepadamu Puspa, tapi melihat kamu begitu sangat menyayangi Madina dan rela bekerja apa Lo saja demi kehidupannya, hatiku kembali menolak untuk mengatakannya. Aku tidak ingin membuat hatimu terluka dan sedih dengan kabar ini, tapi kamu memang harus tahu jika sebenarnya ayah nya Madina adalah"


Puspa kembali menyeka air matanya yang membasahi pipi kala satu kata lagi akan terucap nama ayah Madina dari bibir Zulham.

__ADS_1


"Sebenarnya aku ..."


__ADS_2