
"apa, aku apa, ayo cepat katakan yang jelas siapa ayah jahat itu?"
Puspa menarik kerah baju Zulham dengan kasar meminta Zulham cepat mengatakan siapa ayahnya Madina yang sebenarnya.
"Aku tidak tahu harus berbuat apa jika aku tahu siapa ayahnya Madina, yang jelas aku sangat terluka dan sedih jika sampai aku harus terpisah dengannya, aku sangat menyayangi Madina, aku tidak mau kehilangannya "
Puspa menangis di dada Zulham.
Kesedihannya pun sungguh sangat membuat Zulham merasa sesak.
"Kamu tenang Puspa, kamu tidak akan pernah berpisah dengan Madina, aku jamin itu,"
Jawab Zulham coba menenangkannya.
"Apa maksudmu, kenapa kamu bisa bicara seperti itu?"
Puspa pun merasa penasaran, mengapa Zulham bisa menjamin jika dirinya tidak akan pernah berpisah dengan Madina.
"Ya, aku tidak akan pernah membiarkan kamu berpisah dengan Madina, karena sebenarnya akulah ayah dari Madina"
Dag Dig dug.
Detak jantung Puspa berdegup kencang kala mendengar pernyataan Zulham yang mengatakan jika dirinya adalah ayah dari Madina.
Sungguh sangat tidak masuk akal,
Plak...
Puspa pun menampar pipi Zulham dengan keras.
Puspa merasa dipermainkan oleh Zulham karena dia sudah berani menguras emosi hatinya mengenai Madina, Puspa mengira jika Zulham sedang bercanda padanya saat ini.
"Ini tidak lucu Zulham. Sudah cukup, aku tidak akan pernah bicara denganmu lagi"
__ADS_1
Ucap Puspa segera berlalu meninggalkan Zulham, namun dia berhasil meraih tangan Puspa hingga dia tidak bisa pergi darinya.
"Apa kamu melihat di wajahku ada kebohongan kepadamu Puspa, lihatlah dan tatap mataku, aku bicara yang sebenarnya padamu sekarang. Akulah ayah dari Madina, dan akulah yang meminta Natasya untuk mempertahankan bayinya itu"
Setelah air mata Puspa mengering, kini air matanya kembali membasahi pipinya mendengar Zulham mengatakan nama Natasya, ibu kandung Madina.
Dia tidak menyangka dan tidak percaya dengan semua yang Zulham katakan padanya saat ini.
"Sudah cukup Zulham, aku tidak ingin mendengar ini darimu lagi, lebih baik sekarang kamu pergi"
Ucap tangis air mata Puspa yang tidak bisa terima dengan semua yang Zulham katakan padanya.
Zulham pun memaksa Puspa untuk menatapnya, dengan kasar Zulham menarik tangan Puspa dan membalikkan tubuhnya tepat di wajahnya.
"Lihatlah aku, aku adalah ayah dari Madina, kamu tidak bisa menyangkal itu"
Ucap Zulham dengan kasar dan membuat Puspa merasa kesakitan.
"Lepaskan aku Zulham, lepaskan, jika memang kamu ayah dari Madina, mengapa kamu tega membiarkan dan membuang anakmu sendiri hah?"
***
Dan sebenarnya yang terjadi saat ini, bukanlah Zulham yang sedang bicara pada Puspa, melainkan Zamrun, saudara kembar Zulham ayah kandung Madina.
Zamrun tidak sengaja mengetahui semua rahasia yang Zulham sembunyikan darinya saat dia mengunjungi ibunya yang sakit di Jakarta, dan disaat yang bersamaan, pak Mamat dan Bu Fatimah datang ke rumah Zulham untuk membicarakan tentang Puspa dan Madina.
Saat itu di rumah hanya ada Zamrun yang baru datang dari Singapura, sedangkan Zulham sedang mengantar ibunya pergi ke rumah sakit.
Pak Mamat yang tidak mengetahui jika Zulham mempunyai saudara kembar merasa tidak curiga kepadanya.
"Nak Zulham, bapak ingin bicara denganmu tentang Puspa"
Mendengar nama Puspa, Zamrun yang semula tidak tertarik untuk bicara dengan pria tua kampungan seperti pak Mamat langsung berbalik melihat ke arah pak Mamat.
__ADS_1
Dalam hati Zamrun berkata apa maksud pria itu mengenai Puspa, dan ada hubungan apa Zulham dengan Puspa dan pria tua itu.
Zamrun pun berinisiatif merubah dirinya menjadi Zulham pada saat itu, karena dia ingin tahu apa yang akan pria tua itu bicarakan pada Zulham.
Zamrun pun meminta pak Mamat dan Bu Fatimah untuk duduk, Zamrun pun meminta bibi untuk menyajikan minuman untuk keduanya.
"Sebelumnya maaf nak Zulham, bapak dan ibu berani datang ke rumah ini tanpa memberitahu dulu,
Sesuai dengan amanah nak Zulham kami selalu menemani dan menjaga mereka, namun saat ini Madina sudah masuk sekolah, "
Belum selesai pak Mamat menceritakan tentang masalahnya, Zamrun yang baru mengetahui jika Puspa dan Madina masih hidup sangat berantusias ingin tahu.
"Sekolah, Madina sudah sekolah? Bagaimana kabarnya, dan dimana sekarang dia berada?"
Semua ucapan Zamrun tidak membuat pak Mamat dan Bu Fatimah curiga, karena mereka merasa itu wajar saja.
"Ia nak, Madina sudah sekolah sekarang, dan yang menjadi perkaranya sekarang, ketika Madina mulai mengetahui apa itu artinya seorang ayah, dia selalu menanyakan tentang ayah kepada Puspa, sedangkan nak Puspa, kau tahu sendiri, dia tidak pernah bisa berbohong tentang apapun, apalagi kepada Madina,
Bahkan nak Puspa sering di olok oleh tetangganya karena Madina tidak mempunyai seorang ayah.
Semua kesedihan nak Puspa telan sendiri demi senyum Madina"
Mendengar semua penjelasan tentang Puspa dari mulut jujur pak Mamat, Zamrun tidak menyangka jika Puspa yang selama ini dia anggap penculik anaknya ternyata sangat menyayangi anaknya, dia juga baru tahu jika Puspa rela meninggalkan masa muda cinta dan cita nya hanya untuk mengurus anaknya.
"Apa-apaan aku ini, aku telah salah sangka pada gadis itu, benar apa kata David, seharusnya saat itu aku percaya padanya jika Puspa memanglah wanita baik"
Zamrun yang berhati sekeras baja, berhasil luluh dengan semua kenyataan mengenai anaknya.
Zamrun pun tertunduk, dia sangat bahagia karena anaknya masih hidup, dan kesempatan untuk hidup bersama nya akhirnya menjadi kenyataan.
...
"Apa nak Zulham sekiranya bersedia untuk melamar Puspa dan menjadi ayah Madina?"
__ADS_1
Pertanyaan pak Mamat membangunkan lamunan Zamrun akan anaknya yang masih hidup.