
Puspa pun pergi keluar untuk membeli keperluan Madina,sepanjang perjalanan semua orang melihatnya.
"Puspa"
Panggil Nina anak bi Inah yang tak sengaja bertemu dengannya di perjalanan.
Puspa pun sangat bahagia bisa bertemu dengan sahabatnya itu,
"Nina"
Puspa langsung memeluk sahabat kecilnya dengan penuh kerinduan,begitupun dengan Nina,dia juga sangat merindukan Puspa.
Nina sangat bahagia,berasa mimpi setelah sekian lama mereka tidak pernah bertemu,
"Kau semakin tinggi saja Nina hihi"
Puspa mengejek Nina seperti biasa yang selalu dia lakukan di masa lalu kepadanya.
"Kamu tatap sama ya Puspa,kamu masih terlihat sangat cantik,bahkan semakin cantik"
Nina memuji kecantikan Puspa.
Mereka berdua pun saling bercanda melepas rindu satu sama lain,setelah sekian lama tidak jumpa.
Dan keakraban mereka pun masih tetap sama,mereka senang sekali menggoda satu sama lain.
"Oh ya apa kabar dengan Akbar,apa kamu masih berhubungan dengannya ?"
Tanya Puspa menanyakan hubungan Nina dan Akbar.
"Tidak Puspa,Akbar sudah menikah,dia di jodohkan oleh orangtuanya,kemudian kita pun putus"
Dengan sedikit memonyongkan bibirnya,Nina menjawab semua pertanyaan Puspa degan raut wajahnya yang terlihat sangat lucu di mata Puspa.
"Kau masih tetap sama Nina,meski kamu sedang sedih,entah kenapa raut wajahmu terlihat sangat lucu di mataku,hihi"
Puspa pun tersenyum lepas dengan semua tingkah Nina padanya.
Dia pun kemudian teringat akan baby Madina yang menunggu susunya.
"Astaga maafkan aku Nina,aku harus secepatnya pulang,dia menungguku"
Puspa pun pamit pada Nina dan menyuruhnya untuk sesekali datang ke rumah,karena dia masih rindu padanya.
Puspa ingin sekali banyak bercerita kepadanya tentang semua yang terjadi di luar sana.
"Baiklah,kau pergi saja dulu nanti kita bertemu lagi".
Jawab Nina mengijinkan Puspa pergi.
__ADS_1
Puspa pun kembali ke rumah,dan benar saja,Madina tidak berhenti menangis meski sudah Bu Siti gendong dan coba diamkan,Madina terus menangis.
"Madina kenapa nak,ini ibu sayang,maaf ya ibu terlambat ya,cup cup cup...diam ya"
Puspa coba mendiamkan Madina dengan sebotol susu yang dia bawa.
Bu Siti memperhatikan anaknya yang begitu sangat menyayangi bayi itu,dalam benaknya dia pun yakin jika Puspa dan Madina tidak akan pernah bisa di pisahkan.
...
Di ladang,tetangga pak Sudrajat banyak bertanya tentang Puspa,kapan dia pulang? Bawa oleh-oleh apa? Kapan kembali lagi ke Singapura? Banyak sekali pertanyaan kepadanya seputar Puspa,
Namun dia merasa lega karena belum ada yang tahu jika Puspa pulang dengan membawa seorang bayi.
Lantas pak Sudrajat pun dengan nadanya yang menjunjung tinggi memuji kepulangan anaknya itu.
"Anakku pulang di antar oleh majikannya sampai Jakarta,dia sangat menyukai anakku hingga dia memastikan anakku tiba dengan selamat,dia banyak sekali di bekali uang untuk hadiah kepadaku sebagai orangtuanya,majikannya sangat baik,baru saja anakku tiba di rumah,mereka langsung menghubungi Puspa dan menanyakan kapan dia akan kembali ke Singapura,"
Jawab pak Sudrajat menutupi semua kebenaran Puspa dengan sejuta kebohongannya agar tidak ada yang menghinanya.
"Anakmu sangat beruntung bisa mendapatkan majikan seperti itu,lain dengan anak tetanggaku di Cirebon,nasibnya sangat malang,niat hati merantau ke luar negri untuk mengais Rizki,eh pulang malah bawa bayi,"
"Hah memangnya kenapa?"
"Dia di lecehkan oleh majikannya sampai hamil dan tidak mau bertanggung jawab,sungguh malang nasibnya"
Pak Sudrajat terkejut dengan semua cerita pak Burhan,dia merasa tersindir dengan ceritanya.pak Sudrajat tidak merespon dia justru langsung pamit pulang kepada semua yang ada di ladang.
"Saya pulang duluan ya mang,saya lupa ada urusan mendadak di rumah"
Pak Sudrajat pun pamit pulang,sepanjang perjalanan,pak Sudrajat terus teringat akan cerita pak Burhan mengenai anak tetangganya yang hamil dan membawa anaknya ke Indonesia,dia sangat takut sekali jika warga juga mengira Puspa hamil di luar nikah.
Setiba di rumah,pak Sudrajat langsung memanggil Puspa.
"Puspa,Puspa"
"Ada apa loh pak,pulang dari ladang ko terlihat sangat kesal"
"Dimana Puspa?"
Tanya pak Sudrajat pada istrinya itu,dia pun mengatakan jika Puspa ada di kamarnya bersama baby Madina.
Pak Sudrajat pun memanggil Puspa dan
"Bawa pergi anak itu dari rumah ini"
Tegas pak Sudrajat pada Puspa yang terkesan mengusir baby Madina.
"Maksud bapak apa? Mengapa bapak mengusir Madina?apa.salah nya"
__ADS_1
"Kesalahannya adalah dia telah datang ke rumah ini,dia tidak bisa diam tinggal bersama kita"
Puspa tak kuasa menahan air matanya yang tumpah akan perkataan bapaknya tentang Madina.
"Jika kamu tidak membawa pergi dan membuang bayi itu,biar bapak yang akan menyerahkan bayi ini ke panti asuhan"
Tegas pak Sudrajat.
Puspa bersikeras tidak akan memberikan Madina pada panti asuhan ataupun orang lain.dia sudah berjanji dan bertekad untuk merawat Madina.
Puspa pun menutup pintu kamar dan menguncinya dari dalam.dia sangat sedih dan kecewa karena pak Sudrajat ingin Madina pergi dari hidupnya.
Puspa pun coba Menenangkan baby Madina yang menangis dan kini tangisan Madina terdengar sampai keluar rumah dan membuat semua orang yang melewati rumah pak Sudrajat bertanya suara bayi siapa yang ada di dalam rumahnya pak Sudrajat dan Bu Arum.
"Eh dengar suara tangis bayi gak? Tangis itu sepertinya berasal dari rumahnya Madina"
Ucap Bu asih salah satu tetangga mereka.
Semua orang yang ada disana pun kini menyadari jika ada suara dari dalam rumah pak sudrajat.
Hingga mereka pun mulai mengira dan menebak bayi siapa yang ada didalam rumah pak Sudrajat.
"Kita masuk saja kedalam yuk bu"
Bu asih mengajak semua ibu yang sedang bersamanya datang kedalam rumah pak Sudrajat,untuk memastikan kecurigaan mereka.
Dan disaat itu pula,pak Sudrajat yang sedang bersitegang bersama istrinya tak sengaja menamparnya di depan mata semuanya.
Didepan para ibu tetangga sebelah yang datang ke rumahnya.
"Astagfirullah pak Sudrajat,apa yang sudah bapak lakukan pada istri bapak"
Bu asih dan tetangga lain sangat terkejut dengan perlakuan pak Sudrajat.
Mendengar keributan di tengah rumah,Puspa pun segera melihat keluar dengan menggendong baby Madina.
Dan semua mata pun tertuju pada Puspa yang menggendong seorang bayi perempuan bernama Madina.
"Puspa,kau?ini anak siapa?"
Tanya Bu asih tak hentinya.
Puspa pun mulai bingung harus menjawab apa pada semuanya,dia masih ingat akan pesan Zulham tentang Madina padanya.
"Tidak,mereka tidak boleh mengetahui tentang Madina"
Dengan nada bicara yang terputus putus Puspa coba menjawab jika bayi itu adalah bayinya.
Dan seketika pandangan Bu asih dan yang lainnya berpaling sebelah mata.
__ADS_1