
Madina dan Zamrun sangat asik bermain game di sebuah tempat permainan, kedekatan mereka pun mulai tercipta kala keduanya harus saling kompak dalam menaklukan jalanan terjal di arena mobil-mobil an kesukaan Madina.
"Awas nanti nabrak om?"
Teriak Madina dengan wajahnya yang ceria,
Zamrun sangat menyukai keceriaan Madina kepadanya, tanpa terasa air matanya menetes bahagia.
"Om kenapa?"
Tanya Madina dengan polosnya menghawatirkan Zamrun yang menangis.
Zamrun pun mengatakan jika matanya kemasukan debu kecil, sehingga dia merasa perih, dengan spontan Madina meniup kelopak mata Zamrun agar matanya tidak terasa perih lagi.
Zamrun pun dibuat semakin haru dengan tingkah Madina yang penuh kasih sayang, dalam hati Zamrun dia memuji asuhan Puspa yang berhasil membuat anaknya menjelma seperti bidadari.
"Oh ya nak, Madina mau gak kabulkan permintaan om?"
Zamrun meminta sesuatu pada Madina yang membuatnya terheran, apa yang dia inginkan, Madina pun hanya diam dan tersenyum.
Dia menggelengkan kepalanya pertanda Madina tidak tahu apa permintaannya dan jika dia bisa maka dia akan berusaha untuk mengabulkannya.
"Om mau kamu memanggil om dengan sebutan ayah"
Sebuah permintaan sederhana dari Zamrun yang entah Madina bisa kabulkan atau tidak, tapi yang jelas, di tengah perasaan Madina yang memang membutuhkan sosok seorang ayah, Madina pun dengan bahagia dan senyumnya langsung menganggukkan kepalanya.
Zamrun begitu sangat bahagia ketika mendapat jawaban itu dari Madina, Zamrun memeluk erat Madina dan menciumnya, dia curahkan semua kasih sayang yang dia miliki untuk Madina.
"Anakku, "
Ucap Zamrun yang memeluk Madina.
__ADS_1
"Ayah"
Jawab Madina dalam pelukannya.
Keduanya pun kini merasa saling dekat satu sama lain, Madina pun merasa jika Zulham adalah orang yang baik, maka tidak salah jika dia memanggilnya ayah.
Dan ternyata ada sisi baik di balik kejahatan Zamrun ketika dihadapkan bersama anak kandungnya.
"Natasya, dia anak kita"
Gumam hati Zamrun teringat akan sosok Natasya.
***
Di rumah Zulham, Puspa yang kini mulai tersadar coba menanyakan Madina kembali.
"Madina, dimana kamu nak?"
Dalam kelemahannya Puspa terus menanyakan keberadaan Madina.
"Coba kamu cari keberadaan Zamrun? Cari Tahu dimana dia berada sekarang?"
Perintah Zulham pada semua anak buahnya.
Zulham pun kembali menghampiri Puspa, dia meminta maaf untuk semuanya.
"Aku minta maaf Puspa, seharusnya sejak awal aku ceritakan semua ini padamu"
Ucap Zulham pada Puspa.
Puspa pun meminta Zulham untuk menceritakan kembali semua kebenarannya tentang Madina dan Zamrun.
__ADS_1
"Sebenarnya, Zamrun adalah saudara kembarku, Zamrun menjalin hubungan dengan Natasya sejak lama, Zamrun tidak tahu jika Natasya sedang mengandung anaknya, karena nyonya Zakaria tidak pernah memberitahunya, hingga pada akhirnya saat nyonya Zakaria tahu jika Natasya sedang hamil, dia meminta Natasya unknmengugurkam kandungannya, karena dia akan merasa rugi jika Natasya tidak bekerja lagi melayani pria nakal, tapi Natasya menolak, dia bersikeras ingin mempertahankan kandungannya, karena dia tahu jika dia sedang mengandung anaknya Zamrun.
Zamrun sendiri adalah seorang mafia penyelundup barang antik disana, dia sangat kejam dan jahat, tapi saat dia tidak pernah lagi mendapat kabar dari Natasya yang nyonya Zakaria sembunyikan di dalam gudang, Zamrun pun mengutus ku untuk datang ke panti.pijat tempat kamu bekerja untuk mencari keberadaannya.
Dan saat aku bertemu dan mengenal kamu lebih dekat, akhirnya aku tahu jika Natasya sedang hamil dan di kurung di dalam gudang, berkat kamu juga aku tahu jika Natasya sudah melahirkan, namun sayang nyawanya tidak tertolong,
Mendengar semua kabar itu, Zamrun sangat marah besar pada nyonya Zakaria, hingga saat ada kesempatan Zamrun juga yang sudah membantuku untuk melaporkannya pada polisi hingga akhirnya dia ditangkap dan sampai saat ini masih di tahan.
Zamrun mencari anaknya dan Natasya, namun aku tidak mau jika Madina tumbuh besar di tangan seorang penjahat seperti dia, aku tidak mau Madina tumbuh mengikuti jejak ayahnya sebagai penjahat kelas kakap.
Itu sebabnya aku membantumu membawa Madina untuk kamu besarkan, maafkan aku Puspa."
Semua penjelasan Zulham akan masa lalu Madina dan Zulham membuatnya teringat semua kenangannya di panti pijat, dia juga teringat akan kejadian yang hampir saja merenggut kehormatannya dulu.
Puspa pun terdiam dan tertunduk, dia sangat bingung, haruskan dia relakan Madina pergi bersama Zamrun ayah kandungnya?
"Kita harus mencari Madina Zulham, aku tidak mau berpisah dengannya? Tolonglah"
Zulham pun mengajak Puspa untuk mencari Madina bersama-sama.
"Baiklah ayo kita cari Madina"
Puspa, bu Fatimah dan Zulham pun akhirnya mencari Madina, Zulham terus menghubungi semua anak buahnya berharap ada salah satu diantar mereka yang sudah mengetahui keberadaannya.
Namun ternyata tidak ada satupun yang tahu.
...
"Halo bos, semua persyaratan Madina untuk berangkat ke Singapura sudah siap, malam ini juga kita bisa berangkat"
Ucap anak buah Zamrun mengabari dirinya jika mereka sudah bisa berangkat kembali ke Singapura.
__ADS_1
Kebahagiaan Zamrun kini mulai lengkap,
Diapun merencanakan siasat agar Madina tidak curiga jika dirinya akan dia bawa ke Singapura bersamanya.