
Puspa terus menunggu Madina pulang di depan pintu rumah, tak hentinya Puspa berdoa agar Madina cepat kembali padanya.
Waktu menunjukan pukul 4 sore, namun Madina tak kunjung pulang,
"Astagfirullah bagaimana ini? Kemana Madina? Pulanglah nak ibu mohon"
Ucap Puspa yang masih khawatir jika Madina tidak akan pernah kembali lagi padanya.
"Aku tidak boleh tinggal diam, aku harus melakukan sesuatu"
Pikir Puspa yang tidak bisa lagi membendung ketakutannya.
Puspa bergegas ke kamarnya, segera dia mengganti pakaian dan membawa uang untuk ongkos dia berangkat menuju Jakarta.
Karena firasat nya mengatakan jika saat ini Madina pasti sudah dibawa Zulham ke rumahnya.
Bu Fatimah yang melihat Puspa sedang bersiap pun menawarkan diri untuk menemaninya pergi.
"Biar ibu temani kamu ya nak?"
Ucap Bu Fatimah.
Sebenarnya Puspa tidak ingin merepotkan Bu Fatimah, tapi Bu fatimah sendiri yang membekas ingin menemani Puspa mencari Madina.
Keduanya pun kini bersiap berangkat menuju Jakarta.
Mereka pun akhirnya berangkat menuju terminal bus Tasik dan naik bus menuju Jakarta.
Puspa masih belum tenang meski dirinya kini sudah naik bus hendak menyusul Madina ke Jakarta.
" Semoga kamu baik-baik saja nak?".
Kecemasan Puspa akan Madina.
***
__ADS_1
Madina kini tengah berada dengan Zamrun sedang makan bersama di sebuah restoran.
"Kamu mau makan apalagi nak? Kamu mau tambah es krimnya?"
Zamrun menawari Madina es krim.
Namun Madina yang mulai lelah, hanya meminta Zamrun untuk mengantarnya pulang.
"Tidak om, terimakasih, Madina ingin pulang saja, kasihan ibu pasti cemas"
Jawab Madina yang teringat akan ibunya.
Mendengar Madina ingin pulang, Zamrun pun tak kuasa, dia tidak tega melihat Madina sedih, tapi dia juga tidak mau jika Madina sampai kembali pada Puspa.
Agar Madina tidak sedih lagi, akhirnya Zamrun pun mengatakan jika sekarang mereka akan pulang,
Keduanya pun akhirnya masuk kedalam mobil.
Madina yang lelah karena seharian bermain dengannya akhirnya terlelap di kursi mobil,
"Maafkan ayah Madina, ayah terpaksa membohongi kamu untuk kembali pada ibu Puspa mu, ayah akan membawa kamu tinggal bersama di Singapura tanpa bayang bayang Puspa lagi"
Ucap Zamrun kala menatap wajah polos Madina kecil.
Zamrun pun melakukan mobilnya menuju Jakarta, tapi tidak kembali ke rumah ibunya, karena dia tidak mau Zulham sampai tahu jika.dirinya saat ini membawa Madina.
Zamrun berencana membawa Madina ke hotel terlebih dahulu sebelum berangkat ke Singapura, karena dia harus mengurus persyaratan untuk keberangkatan Madina.
...
5 jam sudah berlalu, Puspa sangat tersiksa dengan perasaannya yang sangat mencemaskan Madina.
Sepanjang jalan dia selalu teringat padanya.
Dan kini Puspa tiba di Jakarta.
__ADS_1
Puspa coba menghubungi Zulham kembali, namun masih tetap tidak tersambung,
Puspa coba mengingat kembali jalan menuju rumah Zulham, karena dia lupa dan tidak tahu alamatnya, tapi untunglah Bu Fatimah ternyata tahu.
"Bu Fatimah tahu darimana alamat rumah Zulham?"
Tanya Puspa yang merasa heran mengapa Bu Fatimah tahu alamat rumah Zulham.
Bu Fatimah pun mengatakan jika dirinya tahu dari Lilis, karena sebelumnya Lilis pernah bekerja di rumahnya.
Alasan yang cukup masuk di akal Puspa, kemudian tanpa banyak bertanya lagi, Puspa pun segera menuju rumah Zulham.
Setiba di rumah Zulham, Puspa melihat sekitar rumah yang nampak sepi,
Puspa pun mulai berfirasat jika Madina tidak ada di rumahnya Zulham.
"Tapi kemana Zulham membawa Madina jika tidak kesini Bu?"
Tanya Puspa pada Bu Fatimah.
Sebuah mobil hitam pun datang menuju rumah Zulham,
Terlihat Zulham juga ada di dalam mobil, menyadari jika Zulham sudah datang, Puspa pun langsung menghampiri dan menunggu Zulham keluar dari mobilnya.
Zulham tidak menyadari jika ada seseorang yang sedang menunggunya diluar, saat dia keluar dari mobil, Zulham pun melihat Puspa dengan raut wajahnya yang sedang marah.
"Puspa, kenapa dia ada disini?"
Tanya Zulham penasaran,
Zulham pun menghampiri Puspa dan tiba-tiba saja
Plak..
Puspa menampar Zulham dengan keras.
__ADS_1