Madina Bukan Anak Haram

Madina Bukan Anak Haram
pengakuan David


__ADS_3

Zulham yang masih tidak memahami alur cerita David bersama Puspa memaksanya bercerita dari awal apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya dan Puspa.


Karena desakan dan ancaman Zamrun, meski ragu dan takut, akhirnya diapun menceritakan semuanya dari awal mereka bertemu di terminal bus Bandung menuju Cimahi.


David menceritakan jika awal pertemuannya terjadi karena tidak sengaja, Puspa menabrak dirinya hingga ponselnya jatuh dan rusak, itu sebabnya dia pun tidak bisa Zamrun hubungi selama pencariannya di Bandung.


David yang mencari keberadaan Puspa dan anak Zamrun akhirnya di pertemukan kembali dengan Puspa dalam satu bus, Puspa duduk tepat di sampingnya.


Namun meskipun Puspa berada tepat di sampingnya, dia tidak bisa mengenali jika dia adalah Puspa yang sedang dia cari, Puspa yang telah menculik anak bosnya itu.


Zulham pun bertanya, lantas mengapa dirinya bisa tahu jika itu adalah Puspa? Dan mengapa David yakin jika Puspa dan Madina turut menjadi korban longsor di Cimahi.


Dengan wajah yang tertunduk, kenangan tawa Madina dan puspa kembali terngiang di ingatannya,


David pun akhirnya mengakui jika sebenarnya, setelah ponselnya rusak, dia tidak bisa menghubungi siapapun, akhirnya tanpa sengaja dia pun mengikuti Puspa dan sahabatnya ke sebuah desa terpencil.


Disana David ikut tinggal bersama Puspa dan sahabatnya di rumah wa Hannah dan pak Harun, saudara orangtua Nina, sahabat karib Puspa.


Zulham sangat terkejut mendengar semua cerita David , dia tidak menyangka jika selama ini Puspa sempat tinggal bersama David.


David yang menjadi ancaman keselamatan Puspa dan Madina.


Zamrun meminta dia untuk melanjutkan ceritanya.


David mengatakan jika Puspa adalah wanita yang baik, dia sangat menyayangi Madina dengan tulus dan sepenuh hati,

__ADS_1


Dia wanita yang kuat dan pekerja keras dalam mengurus Madina meski hanya seorang diri.


Awalnya David mengira jika Puspa hanyalah seorang wanita beranak satu yang ditinggal mati oleh suaminya, namun ternyata dia salah.


David bisa menyimpulkan seperti itu karena keyakinan Puspa akan Madina sangat yakin,


Dia begitu yakin mengakui Madina sebagai anaknya.


Itu sebabnya David tidak mencurigai Puspa jika anak yang dia besarkan adalah anak bosnya yang dia culik.


Zulham menangis mengingat sekeras itukah perjuangan Puspa untuk Madina, ternyata Puspa menuruti permintaannya untuk tidak memberitahu jika Madina bukanlah anaknya, melainkan anak saudara kembarnya.


"Dan kemarin saya melihat mereka ... Astaga"


"Sudah cukup...".


Zulham juga tidak ingin mendengarkan berita buruk itu, dia ingin memastikan sendiri kebenarannya tentang Puspa.


Entah mengapa, Zulham pun merasakan hal yang sama dengan Nina, jika Puspa dan Madina masih hidup.


Zamrun marah sejadinya menyadari jika buah hatinya bersama Natasya sudah tiada, dia sangat murka hingga beberapa kali kembali memukul David.


"Bajingan kamu, bodoh".


Zamrun mengumpat kasar memaki Zulham degan perkataannya yang kasar.

__ADS_1


"Sudah ka, tidak ada gunanya Kaka marah-marah seperti ini, yang ada tenaga mu terkuras"pinta Zulham pada sang kaka untuk bersikap tenang,


Zulham yang masih belum percaya meminta ijin pada sang kakak untuk meyakini kabar tentang Puspa dan Madina itu benar atau tidak?


Akhirnya tanpa berpikir panjang, Zulham pun segera pergi dari rumah Zamrun dan langsung terbang menuju bandung, tempat dimana bencana longsor itu terjadi.


Tak butuh waktu lama, setelah tiba di bandara, Zulham langsung tancap gas menuju Bandung dengan mobil nya.


Zulham coba menghubungi Puspa namun yang mengangkat adalah adiknya.


"Puspa , dimana kamu sekarang? Bagaimana keadaamu dan dimana Madina?


"Hallo ini dengan siapa ya?"..ternyata yang mengangkat telpon adalah si bungsu Andre .


"Hallo Andre,apa kakakmu sudah pulang ".


Tanya Zulham pada adik Malika itu.


Andre mengatakan jika sang kaka tidak ada bersamanya .


"Teh Madina sudah pergi,dia tidak membawa handphone nya, teteh di usir dari kampung ini,itu sebabnya teteh Puspa pergi.


Jawab polos seorang Andre.


Mendengar berita itu Zulham merasa bersalah karena telah menarik Puspa pada jurang penderitaannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2