Madina Bukan Anak Haram

Madina Bukan Anak Haram
penggeledahan


__ADS_3

"kau tidak apa-apa puspa?"


Tanya Zulham khawatir akan keadaan Puspa.


Dengan nafas terengah-engah Puspa menjawab bahwa dirinya baik-baik saja.


"Aku baik-baik saja Zulham,terimakasih kau datang tepat waktu"


Puspa berterimakasih kepada Zulham karena sudah menolongnya.


Dengan tubuh yang penuh memar akibat perlakuan pria yang bernama David itu membuat Puspa melemah dan jatuh pingsan.


Zulham yang terkejut dengan kondisinya langsung membawa Puspa ke rumah sakit.


"Puspa bangunlah,bertahanlah "


Ucap Zulham dalam kepanikannya,saat memasuki rumah sakit.


"Suster,cepat tolonglah dia,dia terluka"


Zulham benar-benar panik melihat Puspa yang tak sadarkan diri.


Dokter dan suster pun langsung menanganinya.


"Mohon bapak selesaikan administrasi pendaftaran terlebih dahulu,kami akan menangani nyonya"


Ucap salah seorang suster yang membawanya.


Dengan cepat Zulham pun melakukan administrasi pendaftaran Puspa.


"Siapa nama pasien?"


"Puspa"


"Berapa usianya?"


"20 tahun"


Jawab Zulham menebak usia Puspa.


"Apa bapak keluarga pasien?"


Zulham terdiam sejenak dengan pertanyaan suster satu ini.


Sebagai saudara satu bangsa dan tanah air,Zulham pun menjawab


"Ya saya keluarga nya,saya kakak pasien"


Jawab Zulham mengaku sebagai kakak dari Puspa.


Mendengar semua pertanyaan yang telah dijawab Zulham,dia merasa aneh sendiri,


Tak pernah sebelumnya Zulham merasa khawatir seperti sekarang.


Sering dia bertemu kawan sebangsa tanah air nya,namun perasaannya tidak pernah peduli seperti ini.


Akhirnya Zulham pun bergegas menuju ruangan Puspa untuk melihat keadaannya,


Zulham merasa iba melihat kondisinya yang tengah terbaring tak berdaya dengan luka yang cukup dalam.


"Andai saja aku tidak datang,aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasibmu saat ini Puspa"


Ucap Zulham lirih dalam hatinya.


Ya,saat Puspa coba menghubungi Zulham disaat dirinya sedang terancam,Zulham memang tidak menerima panggilan pertama darinya.

__ADS_1


Namun untuk panggilan kedua,Zulham menerima panggilan Puspa,namun dia tidak sempat bicara satu katapun kepada Zulham karena David berhasil menangkapnya dan menyeretnya,hingga handphone nya terjatuh.


Mendengar teriakan Puspa yang meminta tolong,saat itu juga Zulham merasa dia sedang dalam bahaya.


Zulham tidak tahu posisi Puspa dimana,namun sebagai pegawai Id yang mengerti teknologi,Zulham pun berhasil melacak keberadaannya dari kartu SIM di ponselnya.


Dan saat itu juga Zulham dengan segera menolong Puspa hingga tepat pada waktunya.


Tak bisa dibayangkan jika Zulham sampai terlambat sedikit saja,mungkin puspa sudah menjadi korban perdagangan manusia nyonya Zakaria.


Sebelumnya Puspa memang sempat bercerita tentang kejanggalan pada nyonya Zakaria yang selalu menerima pesanan wanita panggilan kepada Zulham,namun tidak dia respon dengan baik saat itu.


Dan saat ini,semua sudah terbukti,dengan dirinya sendiri yang menjadi korban perdagangan itu,Zulham semakin yakin jika semua yang pernah Puspa ceritakan kepadanya adalah benar.


Nyonya Zakaria membuka malpraktek perdagangan wanita,


Zulham pun langsung melaporkan kasus ini kepada polisi setempat.


Dan karena laporan Zulham,sore itu juga panti pijat nyonya Zakaria di satroni polisi untuk menindak lanjuti laporan darinya.


Nyonya Zakaria yang saat itu sedang berada disana marah besar pada pak polisi,


"Ada apa ini,pergi kalian dari tempat ini,ini bukan tempat kalian,aku juga bukan seorang penjahat".teriak nyonya Zakaria mengusir para polisi.


"Maaf Bu,kami menerima laporan kalau ditempat ini ada malpraktek perdagangan manusia"


Ucap para polisi dengan menunjukkan surat penggeledahan.


Nyonya Zakaria pun sudah mengira akan seperti ini,sehingga dia sudah menyiapkan segalanya,agar pak polisi tidak mencurigainya.


...


Puspa akhirnya sadar,dia mencari Zulham dan baby A,


Panggilnya di ucap kata pertamanya saat dia sadar.


Zulham pun dengan siaga berada di sampingnya,dia menjawab panggilan Puspa kepadanya.


"Ya Puspa aku disini,kau tenanglah,semua sudah teratasi,aku sudah melaporkan kasus ini pada polisi dan saat ini polisi sedang menindak lanjuti kasus ini,"


Ucap Zulham coba menenangkan hati Puspa yang masih ketakutan.


Zulham sangat sedih melihat kondisinya,wajahnya penuh dengan luka tamparan hingga ujung bibirnya terlihat memar.


"Kau baik-baik saja Puspa"


Tanya zulham menanyakan keadaannya.


"Aku baik-baik saja,terimakasih,aku sangat berhutang Budi padamu"


Jawabnya kembali berterimakasih.


Zulham menepis dan menyuruh Puspa untuk tidak bicara seperti itu lagi.


Tiba-tiba saja Puspa teringat akan baby A yang ada di rumah nyonya Zakaria,


"Astagfirullah baby A sendiri di rumah Zulham,kasihan dia"


Dia kembali panik.


"Sudah tenanglah,aku akan membawa baby A "


Dokter pun datang ke ruangan Puspa untuk mengecek keadaannya.


Begitu terkejut Puspa saat melihat dokter yang memeriksanya adalah dokter Asraf,

__ADS_1


"Dokter"


Ucapnya yang masih lemah di pembaringan.


Sedikit takut dan trauma akan kejadian tadi,wajahnya pun terlihat pucat saat melihat dokter Asraf.


Zulham pun coba menenangkan,


"Kau tidak apa-apa puspa,kenapa kau terlihat takut dan pucat sekali"


Tanya Zulham cemas.


...


Di tempat lain,saat panti pijat di periksa oleh polisi,mereka tidak menemukan hal yang mencurigakan,semua berjalan lancar sesuai yang sudah nyonya Zakaria rencanakan.


Dan ternyata polisi yang menggeledah panti pijatnya adalah polisi langganan nya ,langganan Leony,


"Kami tidak menemukan hal yang mencurigakan pak"


Ucap salah satu tim regunya,memberi laporan bahwa mereka tidak menemukan hal yang menjurus pada laporan yang di tuduhkan Zulham padanya.


Sehingga para polisi itupun kembali dengan tangan kosong,


Zulham yang mendapat kabar bahwa nyonya Zakaria tidak bersalah marah dan kecewa dengan kinerja polisi dalam menindak lanjuti laporannya.


Zulham pun tidak ingin membicarakan ini pada Puspa karena takut dia akan sedih dan kecewa.


Zulham memutuskan untuk mencari bukti sendiri,namun sebelum itu terjadi,Zulham melarang Puspa untuk kembali ke panti pijat dia bekerja.


"Puspa aku ingin bicara sesuatu kepadamu"


Ucap Zulham padanya.


"Hal apa yang ingin kau bicarakan?"


Tanya Puspa penasaran.


"Sebaiknya kau jangan kembali ke panti pijat itu,kau tidak akan baik-baik disana"


Mendengar Zulham bicara seperti itu,Puspa jadi merasa takut,tapi kenapa dia harus takut,ada banyak kawannya disana yang membutuhkan dirinya.


"Tidak Zulham,aku harus kembali kesana".


Jawabnya.


"Ayo mengertilah Puspa,nyawamu terancam jika kau kembali kesana,nyonya Zakaria sudah mengetahui jika kau sudah mencurigainya,".


Penjelasan Zulham membuatnya menjadi panik dan takut untuk kembali ke panti pijat.


"Coba mengertilah,kita sama-sama satu tanah air,aku tidak akan membiarkan kamu sampai celaka disini,lebih baik kau segera pulang ke Indonesia,karena tempat ini sudah tidak aman bagimu"


Pinta Zulham.


Puspa memang ingin sekali bisa pulang ke Indonesia,namun setiap dia teringat akan kerinduannya untuk pulang,


Seketika terngiang ucapan bapaknya yang melarang dia pulang.


...


Puspa baru menyadari jika rumah sakit yang kini dia tempati sama dengan rumah sakit Leony di rawat pasca keguguran,dia meminta Zulham untuk mengantarnya ke kamar Leony.


Dengan bantuan kursi roda Zulham mengantarnya ke kamar Leony,


Disana Meeta sedang berjaga di luar ruangan agar tidak ada orang yang menggangunya supaya Leony cepat sembuh,.

__ADS_1


__ADS_2