
Puspa merasa tidak enak jika harus singgah di rumah Zulham terlebih dahulu.
Dia memaksa Zulham untuk mengijinkannya melanjutkan perjalanannya menuju Sumedang malam ini juga.
Namun Zulham tidak mengijinkannya karena waktu sudah sangat larut malam,Zulham khawatir akan keselamatan keduanya.
Akhirnya Puspa tidak bisa lagi memaksa zulham,dia pun ikut bersama Zulham,
Puspa ikut masuk kedalam rumah zulham.
Bu Nania begitu panggilan para asisten rumah tangganya memanggil ibu Zulham.
Bu Nania yang langkahnya sudah mulai melemah berjalan pelan menghampiri Zulham untuk memeluknya melepas rindu,
"Anakku,kau kah itu nak"
Ucap Bu Nania.
Zulham pun tersenyum,dan mendekati ibunya,dia memeluk ibunya dengan penuh rasa rindu,
Bu Nania pun ikut menangis di pelukan anaknya itu.
"Maafkan ibu nak,maafkan ibu"
Ucap Bu Nania seakan merasa bersalah.
Entah apa yang terjadi kepada keluarga Zulham,Bu Nania seakan merasa bersalah pada Zulham.
"Sudah Bu lupakan lah,Akupun sudah melupakan semua itu,ini Puspa Bu,"
Zulham memperkenalkan Puspa pada ibunya,dia juga menceritakan sedikit tentang Puspa yang bekerja di Singapure dan menuju pulang ke Sumedang.
Puspa pun menyalami tangan Bu Nania,
"Nak Puspa,ini anakmu ya"
Tanya Bu Nania menanyakan baby A,yang sedang di gendongnya.
Zulham pun menyuruh Puspa dan Bu Nania untuk duduk terlebih dahulu,
"Ibu duduk lah aku akan ceritakan perjalanan ku kali ini"
Zulham pun menceritakan siapa Puspa dan bayi yang dia bawa pada ibunya,
Zulham menceritakan pertemuan pertama mereka menjadi sesama warga negara Indonesia yang bekerja di negri sebrang.
Zulham berhasil menolong Puspa saat insiden di rumah nyonya Zakaria.
Bu Nania terkejut saat mendengarkan semua kisah Puspa yang berhasil diselamatkan Zulham kala itu,
"Tapi kau tidak apa-apa nak?"
Tanya Bu nania mencemaskan keadaan Zulham dengan panik.
Zulham pun menjawab semua pertanyaan ibunya dengan tenang,dia menjelaskan bahwa dirinya baik-baik saja.
__ADS_1
Namun yang dia khawatirkan adalah keselamatan Puspa,dan untunglah nyonya Zakaria berhasil di tangkap dan sekarang sudah mendekam di dalam penjara.
"Astagfirullah,ibu tidak bisa membayangkan jika jadi kamu nak Puspa,tapi apa keluargamu tahu tentang semua ini"
Tanya Bu nania.
Puspa menggelengkan kepalanya,karena memang keluarganya tidak mengetahui semua yang terjadi padanya,dia pulang saja mereka tidak tahu.
Kemudian saat Bu Nania menanyakan siapa bayi yang Puspa bawa,Zulham pun menjawab
"Puspa gadis baik Bu,dia rela membawa bayi ini untuk dia rawat sepenuh hatinya,meski dia tidak tahu bagaimana nasib masa depannya jika membawa bayi ini ke indonesia"
Jelas Zulham pada ibunya.
Bu Nania pun merasa salut kepada Puspa karena dia sangat berani mengambil resiko yang mungkin orang lain tidak bisa melakukannya dengan membawa baby A ke negaranya.
"Ibu doakan semoga kamu dan bayi ini baik-baik saja nak,"
Bu Nania mendoakan yang terbaik untuk Puspa,
Sementara itu zulham menyuruh asistennya untuk menyiapkan kamar untuk Puspa.
"Kau bisa istirahat Puspa"
Zulham menyuruhnya untuk beristirahat bersama baby Madina.
Puspa pun berlalu menuju kamar yang sudah disiapkan
,Tak lupa dia pamit terlebih dahulu dan mengucapkan terimakasih kepada Bu Nania karena sudah mengijinkannya untuk beristirahat sejenak di rumahnya.
Tanpa sengaja Puspa meninggalkan dokumen pemberian dokter Asraf di kursi,
Zulham pun membuka dokumen tersebut,
Zulham sangat terkejut ketika membuka dokumen berisi akte kelahiran baby A,golongan darah,dan foto ibunya yang tidak asing bagi zulham.
"Tidak mungkin,ini pasti tidak mungkin"
Zulham menutup dokumen itu,berharap semua yang dia lihat tidak benar.
Entah apa yang membuat Zulham merasa terkejut ketika membuka dokumen tersebut,
Dan ketika itu Puspa keluar kamar karena teringat akan dokumen yang diberikan dokter Asraf padanya.
Zulham sangat terkejut lagi dengan kedatangan Puspa yang tiba-tiba,
"Kau kenapa Zulham,kenapa wajahmu seperti sangat cemas sekali?"
Tanya Puspa ketika melihat Zulham yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.
Zulham menepis semua rasa kecemasannya,dia berucap bahwa dirinya baik-baik saja,mungkin dia hanya kelelahan,
Puspa pun kembali ke kamarnya dengan membawa dokumen yang di berikan dokter Asraf padanya.
di dalam kamar,akhirnya Puspa membuka dokumen tersebut,dan melihat didalamnya terdapat sebuah akte kelahiran baby A dan sebuah foto wanita yang tidak asing lagi baginya,
__ADS_1
"Astagfirullah,apa mungkin baby A adalah anaknya..."
Puspa menutup mulutnya karena terkejut melihat semua informasi tentang baby A yang diberikan dokter Asraf.
Puspa tidak menyangka jika baby A adalah anak yang selama ini temannya pertahankan,
Puspa seketika menangis mengingat semua yang terjadi pada temannya itu.
Natasya,
Begitulah panggilannya,WNA asal Tiongkok yang berakhir meninggal karena di kurung di gudang selama berbulan-bulan demi mempertahankan bayi yang dia kandungnya.
Natasya
Yang juga satu profesi dengannya di panti pijat nyonya Zakaria,
"Ka Natasya,"
Ucap Puspa menangis mengingat semua kejadian yang menimpa ka Natasya.
Puspa terus melihat foto dan semua berkas yang ada di dalam dokumen tersebut,
Puspa tidak sengaja menemukan sebuah surat kecil tulisan tangan Natasya sebelum wafat.
Di dalam surat,Natasya berpesan agar anaknya di jaga dengan baik,dia juga menuliskan clue ayah baby A yang dia sebutkan berasal dari indonesia dan bekerja di Singapure,Natasya berharap baby A bisa bertemu ayahnya dan diakui sebagai darah dagingnya.
Walau Puspa tidak tahu siapa yang Natasya maksudkan,dia bertekad akan menjaga dan merawat baby A dengan baik,dia juga berjanji akan mempertemukan baby A dengan ayah kandungnya,siapapun itu,dia akan berusaha mencarinya,walau ke ujung dunia.
Puspa menatap foto Natasya dan menyimpannya di samping wajah baby A.
"Kalian terlihat sangat cantik,hidung dan matamu sangat mirip sekali dengan ibumu nak"
Ucap Puspa saat dia melihat foto dan wajah baby A bersamaan.
***
Dilain tempat Zulham merasa tidak tenang,dia seolah ketakutan karena dia tahu jika baby A adalah anak dari Natasya.
"Jika mereka sampai tahu bayi itu adalah anaknya Natasya,maka keselamatannya akan terancam,apa yang harus aku lakukan tuhan"
Ucap Zulham yang terus terganggu karena memikirkan nasib baby A.
"Apa harus aku singkirkan baby itu"
Pikirnya dalam hati mengenai baby A,
Yang kita ketahui,nyonya Zakaria mengaku jika baby A adalah cucunya,anak dari anaknya yang meninggal.
Padahal ternyata baby A adalah anak dari Natasya,rekan kerja Puspa,sekaligus senior ditempat dia bekerja.
Natasya termasuk teman Puspa yang baik hati,wajahnya yang berparas oriental,terlihat sangat cantik,ditambah tubuh nya yang tinggi dan sedikit kecil membuat Natasya terlihat menarik.
Nyonya Zakaria sengaja tidak memberitahu siapapun mengenai baby A kecuali pada dokter Asraf ,nyonya Zakaria tidak mau ada orang yang tahu jika baby A adalah anak dari Natasya.
Itupun nyonya Zakaria terpaksa memberitahu dokter karena dia membutuhkan sedikit informasi tentang baby A untuk melengkapi keterangan pasien di rumah sakit tersebut.
__ADS_1
"Aku harus memastikan semua ini pada dokter Asraf,.dia pasti mengetahui apa yang sebenarnya terjadi"
Ucap Puspa berniat ingin mencari tahu tentang baby A yang sebenarnya.