Madina Bukan Anak Haram

Madina Bukan Anak Haram
di usir part 2


__ADS_3

Saat langkah kaki terasa berat melangkah,disana lah Puspa merasa semesta seakan sedang mengutuk hidupnya,mengutuk akan semua keputusan dan niat baiknya.


Tuhan seakan tidak adil padanya,entah dosa apa yang sudah dia lakukan sehingga tuhan menghukumnya dengan fitnah yang keji ini.


Air mata menjadi teman mencurahkan segala kesedihan dan kekecewaan terhadap alam akan keadilan tentang dirinya.


Dengan keyakinan penuh dalam benak nya yang terdalam,Puspa berjanji jika suatu hari nanti semua orang yang kini sedang mengutuk dan memfitnah dirinya dan keluarganya akan meminta maaf dengan kembali menghormatinya.


"Saya berjanji,suatu hari nanti kalian lah yang akan memaksaku kembali ke desa ini,dan disaat itu tiba semua sudah terlambat"


Tekad hati Puspa dalam tangisannya coba melangkahkan kaki.


"Tidak nak,jangan pergi,kamu tidak bersalah"


Bu Siti berusaha mempertahankan Puspa agar tidak pergi,namun warga terus menghujat Puspa untuk segera pergi dari kampungnya.


Puspa hanya diam,dia tak mampu bicara lagi dengan semua keadaan di depannya,hanya air mata yang mampu mewakili perasaannya saat itu.


Dengan linangan air mata Puspa di tarik warga untuk segera pergi dari rumah nya


"Cepat usir Puspa dari sini,pergi kamu dari kampung ini,kami tidak Sudi ada noda di kampung ini"


Sebuah kalimat yang sangat menyakiti hati Puspa kembali terdengar,tangisannya semakin menjadi,dia tak mampu membendung air matanya.


Bu Siti terus berjalan mengajar Puspa yang sudah di tarik warga seakan menggiringnya keliling kampung untuk mengusirnya.


"Anakku Puspa,jangan pergi nak,"


Teriak Bu Siti semakin membuat air mata Puspa tumpah.


Puspa yang kini berada di tangan Bu Asih dan Bu Rani yang menarik tangannya untuk cepat keluar dari desanya hanya pasrah menerima semua fitnah yang terjadi tanpa bisa membela diri sedikitpun.


Puspa menoleh ke arah belakang melihat Bu Siti yang terus mengejarnya dengan segenap kekuatan yang tersisa merasa sedih,


"Maafkan aku ibu"


Ucap hati Puspa.


Bu Siti pun nampak jatuh saat berjalan sehingga membuat kakinya terluka,


Kemudian kedua adik Puspa pun datang untuk menolong sang ibu dan coba menghiburnya.


"Bangun Bu bangun"


Ucap Lisa dan Zaki si bungsu yang kini beranjak SMA.

__ADS_1


Mereka coba menyeka air mata sang ibu yang meratapi kepergian sang kakak yang terusir karena fitnah.


"sudah Bu jangan menangis,teh Puspa pasti kuat,dia bukan wanita yang lemah,"


Ucap Zaki coba membuat sang ibu sadar akan kekuatan puspa.


meski masih sedih dan air mata yang membasahi pipi,Bu Siti coba bangkit demi kedua anaknya yang sangat menyayangi sang kakak,


"Ia bu,Lisa yakin teh Puspa pasti bisa melewati semua ini"


Bu Siti pun memeluk kedua anaknya dengan kesedihan akan kepergian Puspa.


...


Setiba di ujung batas desa,Bu Rani melempar koper Puspa dan melepaskan genggaman tangannya dengan kasar pada Puspa,sehingga membuat bayi Madina terbangun.


"Pergi dari sini,Jangan berani sekali saja kamu melangkahkan kaki kembali ke desa kami"


Ucap pak Sulaiman yang mengusir Puspa kala itu.


Dengan langkah yang lemah,Puspa meraih koper yang sudah terjatuh,dia menoleh ke arah warga yang sudah mengusirnya dengan dalam,Puspa akan ingat semua wajah yang sudah membuat perpisahan di hidupnya dengan keluarga dan kedua orangtuanya.


Saat bayi Madina menangis,Puspa pun coba mendiamkan nya dengan sebotol susu yang sudah dia siapkan dari kamar nya tadi.


Warga pun berlalu dan merasa puas karena telah berhasil mengusir Puspa dari desa mereka.


"Puspa"


Teriak Nina sebelum Puspa benar-benar pergi dari kampungnya.


"Kau mau pergi kemana puspa,padahal kita baru saja bertemu,aku tidak akan membiarkan kamu pergi"


Nina memeluk erat sahabat kecilnya itu dengan semua tangisannya.


"Kamu jangan menangis Nin,jika kamu sedih maka aku juga akan ikut sedih".


Puspa berbalik menguatkan Nina yang sedih akan kepergian Puspa yang begitu tragis.


Nina pun tersenyum kecil untuk menghibur Puspa yang sudah mulai menyeka air matanya.


Nina tidak mau membuat Puspa kembali bersedih setelah air matanya mengering.dia pun memaksa Puspa untuk dia hantarkan sampai terminal Bandung.


"Tapi memangnya kamu mau kemana sekarang?"


Tanya Nina pada Puspa yang masih bingung untuk tujuan arahnya.

__ADS_1


"Entahlah,Akupun tidak tahu harus pergi kemana?aku hany ingin hidup tenang bersama Madina"


Karena penasaran, Nina pun coba menanyakan kebenaran nya pada Puspa siapa sebenarnya baby Madina yang sangat dia bela.


"Kali ini aku ingin kamu jujur Puspa,sebenarnya Madina itu siapa?"


Puspa nampak menghela nafasnya,belum keluar sesak yang dirasakannya,dia belum sanggup untuk menceritakan semua kebenaran tentang Madina pada Nina,sehingga dia hanya bergeming jika dirinya saat ini hanya ingin menarik napasnya dan berusaha kembali tenang.


Nina mengerti dengan permintaan sahabat kecilnya itu,Nina pun tidak memaksa,kemudian setelah sekian lama duduk di tepi jalan dengan terik panas yang seakan membakar kulit,akhirnya bus angkutan kota pun tiba,


Nina dan Puspa pun naik,


Namun sebelum nya Puspa hendak menolak tawaran Nina untuk menemaninya,dan akhirnya Nina pun memaksa Puspa untuk tidak melarangnya menemani Puspa sampai dia benar-benar aman.


"Terimakasih ya kamu memang sahabat aku yang paling baik"


...


David yang kala itu sedang berada di terminal bus Bandung coba menanyakan pada beberapa orang tentang Puspa,


"Sial,entah harus sampai kapan aku bisa menemukan Puspa itu,wajahnya pun tidak aku ketahui,bagaimana mencarinya coba kalau begini"


Dia menggerutu kesal pada dirinya karena masih belum menemukan pertanda keberadaan Puspa.


Nina dan Puspa pun tiba di terminal bus,dia hendak pergi ke cimahi untuk menemui saudara jauh ibunya,berharap dia mau menampung dirinya untuk sementara waktu.


"Oh ya,saran ku sebaiknya nanti jika kamu tinggal dimana pun,sebaiknya kamu ganti nama dulu untuk sementara,jangan gunakan nama Puspa"


Saran Nina padanya cukup masuk akal,Puspa pun berniat untuk mengganti namanya untuk sementara waktu guna menghindari hal yang tidak di inginkan terjadi.


Puspa pun kembali memeluk Nina,


Puspa ijin pergi ke toilet sebentar dia pun menitipkan bayi Madina pada Nina,


"Tunggu sebentar ya nin,aku pergi ke WC sebentar"


Nina pun dengan senang hati menggendong Madina,dia mencium bayi Madina dengan perasaan gemas yang tak mampu dia tahan.


Saat menuju WC,tak sengaja Puspa menabrak seorang pria yang berjalan tepat dihadapannya sehingga membuat ponselnya terjatuh.


"Astaga,kalau jalan tuh lihat-lihat dong,ponselku jadi rusak "


Ujar pria yang tertabrak oleh Puspa,


Karena terkejut,Puspa pun meminta maaf pada pria itu dan coba mengganti rugi atas kerusakan ponselnya.

__ADS_1


"Astagfirullah maafkan saya mas,saya tidak sengaja"


Pria itu melihat ke arah Puspa


__ADS_2