
Puspa sangat terkejut kala Zulham membuka sebuah senapan dari kotak kecil itu, dia bertanya hendak apa dengan pistolnya?
"Jangan bilang jika kamu mau menembak saudaramu sendiri?"
Ucap Puspa yang sangat cemas.
Zulham pun hanya diam dan fokus pada mobil Jeep Zamrun yang sedang melaju kencang.
Didalam mobil Madina mulai bosan dengan mainan yang Zamrun berikan padanya, karena baginya terus teringat akan Puspa.
"Madina ingin pulang pada ibu ayah, hihihi"
Madina kembali menangis di kursi depan, Zamrun lun tak kuasa Manahan hatinya yang terluka melihat air mata Madina yang jatuh karena ingin kembali pada Puspa.
Hingga akhirnya diapun tidak bisa mengendalikan emosinya.
"Ibu ibu ibu saja yang kamu pikirkan? Apa kamu tidak memikirkan ayah, ayah juga ingin bersamamu nak, dengarlah itu, ayah juga sangat menyayangimu"
Ucap Zamrun membentak Madina yang tidak tahu apa-apa.
Mendengar semua itu, Madina pun semakin menangis histeris karena takut Zamrun membentaknya.
"Oh astaga maafkan ayah nak, bukan maksud ayah memarahi mu, cup cup cup, jangan nangis yah, ayah minta maaf, "
Belum sempat Madina menjawab permintaan maaf dari Zamrun, suara tembakan pun terdengar ke arah pohon didepan mobilnya.
"Dor"
Pohon itu sengaja Zulham tembak untuk meminta Zamrun menghentikan laju mobilnya.
__ADS_1
"Kamu tidak akan pernah bisa menghentikan aku Zulham"
Zamrun pun semakin melajukan mobilnya dengan sangat kencang hingga Madina dibuat diam karena ayahnya itu ngebut.
"Kamu pegang tangan ayah ya?"
Pinta Zamrun pada Madina,
Madina pun merasa aman saat menggenggam tangan ayahnya itu.
Jalan yang di lalui semakin curam dan berkelok, Zamrun pun tidak tahu kemana arah jalan yangs Edang dia tempuh, yang dia pikirkan hanya bisa lari dari kejaran Zulham dan Puspa.
"Aku harus melakukan sesuatu, aku harus menghentikan mobil itu"
Pikir Zulham untuk menghentikan mobil Zamrun.
Dan tidak lama setelah itu.
"Dor"
Bidikan Zulham justru mengenai ban belakang Zamrun hingga mobil Zamrun tidak terkendali dan
"Ayah..."
Madina berteriak ketakutan saat ban belakang pecah dan mobilnya kini hilang kendali.
"Astaga apa yang aku lakukan?"
Zulham seketika menghentikan laju mobilnya dan dengan tidak sadar apa yang sudah dia lakukan.
__ADS_1
"Apa yang sudah kamu lakukan Zulham, kamu sudah membahayakan nyawa Madina"
Ujar Puspa marah besar padanya.
Dan saat Puspa melihat ke depan, dia melihat mobil Zamrun benar-benar hilang kendali, Zamrun tidak bisa menstabilkan kembali laju mobilnya karena ban pecah disaat dirinya sedang melaju kencang.
Alhasil mobilnya sekarang tidak terkendali dan jatuh menabrak pilar dan jatuh kedalam jurang.
"Tidak... Tidak Madina "
Puspa berlari mengejar mobil Zamrun yang masuk kedalam jurang.
"Madina "
Teriak Puspa dengan sekeras mungkin ingin menyelamatkannya.
Air mata Puspa kini benar-benar mengalir dengan deras melihat mobil yang dinaiki anaknya masuk kedalam jurang.
"Madina anakku"
Panggil Puspa terus memanggil anaknya dengan histeris.
"Tidak ini tidak boleh terjadi"
Puspa nekad ingin menuruni jurang yang curam, untunglah Zulham datang tepat pada waktunya sebelum Puspa benar benar ikut jatuh ke dalam jurang.
"Hentikan Puspa hentikan"
Zulham menarik lengan Puspa dan memeluknya erat.
__ADS_1
Zulham coba berpikir apa yang harus dia lakukan sekarang?