Madina Bukan Anak Haram

Madina Bukan Anak Haram
Teriakan Madina


__ADS_3

Hampir 3 jam Zulham dan Puspa menyusuri semua jalanan ibu kota berharap mereka bisa menemukan Madina, namun tidak ada tanda-tanda sedikitpun akan keberadaannya.


"Zulham, apa kamu sepemikiran denganku? Apa mungkin Zamrun sudah membawa Madina pergi ke Singapura?"


Pertanyaan Puspa yang masuk diakal.


Zulham pun akhirnya menghubungi pihak bandara untuk menanyakan keberangkatan pesawat menuju Singapura.


"Pukul 9 malam ini pesawat menuju Singapura akan segera berangkat pak?"


Jawab pihak bandara di sebrang telpon.


Zulham pun menanyakan apakah ada penumpang bernama Zamrun dan Madina yang hendak ikut terbang?


Pihak bandara pun menjawab jika tidak ada nama tersebut untuk pendaftaran penerbangan malam ini.


Puspa pun merasa lega karena itu artinya, Madina masih berada di Jakarta, tapi dimana?"


Puspa semakin mencemaskan Madina.


***


"Madina, kamu pernah naik pesawat tidak? "


Tanya Zamrun memulai siasatnya.


Dengan kelicikannya, Zamrun memanfaatkan kepolosan Madina agar dia mau ikut bersamanya naik pesawat tanpa harus memaksanya.


"Madina mau gak ikut ayah naik pesawat terbang? Nanti diatas langit kita bisa melihat banyak burung dan awan yang sangat indah "


Zamrun mulai merayunya.


Madina pun terdiam, karena meskipun dia ingin naik pesawat, tapi dia ingin pergi bersama ibunya, dia tidak mau pergi sendiri.


Madina pun terdiam dan menjawab ajakan Zamrun dengan hatinya yang jujur.


"Madina ingin naik pesawat ayah, tapi Madina ingin bersama ibu, Madina tidak ingin sendirian, kasihan ibu nanti jika Madina pergi"


Jawab Madina dengan penuh kejujuran dihatinya.


Mendengar semua itu, Zamrun pun tidak mampu menjawab lagi, dia hanya memikirkan cara bagaimana bisa membawa Madina pergi ke Singapura tanpa harus dia memaksanya atau menyakitinya.


Akhirnya setelah puas bermain Zamrun langsung menuju bandara, diapun mengabari anak buahnya untuk menyusul mereka dengan membawa semua barangnya di penginapan.


"Baik bos kami segera menyusul bandara"


Ucap salah satu anak buahnya.


...

__ADS_1


Zulham dan Puspa masih menyusuri setiap jalan dan mendatangi beberapa hotel berharap Madina atau Zamrun ada disana.


"Bagaimana? Apa ada nama Zamrun dan Madina di hotel itu?"


Tanya Puspa penuh harap.


Seperti biasa, Zulham hanya menggelengkan kepala dengan sedikit tertunduk pertanda jika Madina dan Zamrun tidak ada di hotel tersebut.


"Jangan putus asa, kita cari lagi Madina ke tempat lain ya?"


Ujar Zulham berusaha bersikap tenang agar Puspa tidak sedih.


Mereka pun akhirnya kembali melanjutkan perjalannya mencari Madina.


Hari sudah semakin gelap, Puspa pun mulai lelah, namun dia tidak menghiraukan tas lelahnya itu sebelum dia bisa menemukan Madina.


Mobil pun berhenti di pertigaan lampu merah, kabut malam sedikit menghalangi pandangan mereka,


Puspa yang lelah sejenak memejamkan mata menunggu lampu berubah menjadi hijau.


Dijalan yang sama, tepatnya di sebrang jalan tempat Zulham dan Puspa berhenti, Zamrun dan Madina pun menunggu lampu hijau menyala untuk kembali melaju menuju bandara.


Lampu hijau untuk jalur mobil Zulham pun sudah menyala, Zulham pun kembali melajukan mobilnya, dan disaat yang bersamaan, Madina yang duduk di bangku depan tak sengaja melihat ibunya yang terlelap di dalam mobil yang sedang melaju,


"Ibu... Ibu.."


Teriak Madina memanggil Puspa yang dia lihat sedang berada didalam mobil.


"Madina, astagfirullah itu suara Madina Zulham, dimana Madina?"


Puspa yang tersadar dari tidurnya melihat ke arah samping dan belakang mencari sumber suara Madina.


"Madina Madina dimana kamu nak? Madina"


Teriak Puspa di dalam mobil.


Zulham pun mengira jika Puspa mungkin bermimpi tentang Madina.


"Tenang Puspa tenang, kita sedang mencari Madina"


"Tidak Zulham, aku mendengar sendiri, tadi Madina memanggilku, ibu .. ibu.. dia memanggilku dia kali, apa kamu tidak mendengarnya?"


Puspa bersikeras dengan apa yang dia dengar dan yakin jika suara yang memanggilnya ialah Madina.


...


Zamrun pun sangat terkejut karena dia juga melihat jika Puspa ada didalam mobil Zulham,


"Gawat, aku harus segera membawa Madina pergi dari sini"

__ADS_1


Pikir Zamrun yang cemas akan keadaannya kini.


"Ayah, tadi ada ibu di dalam mobil itu, ayo kejar ayah, kejar ibu, Madina ingin bersama ibu"


Kata Madina meminta Zamrun untuk mengejar mobil ibunya.


Zamrun pun berdalih jika Madina mungkin lelah dan capek, hingga dia salah melihat seseorang,


"Tidak mungkin ibu di dalam mobil itu nak, ibu kamu pasti ada di rumah, lebih baik sekarang kita pulang ya, kita akan pergi menemui ibumu dengan menaiki pesawat biar cepat sampainya"


Jawab Zamrun.


"Om benar kan? Yeay Madina mau naik pesawat menemui ibu"


Madina begitu sangat bahagia tanpa rasa curiga kepada Zamrun.


...


Ponsel Zulham pun berdering, salah satu anak buahnya menghubungi dan memberitahu jika saat ini Zamrun dan Madina tinggal disebuah penginapan.


"Kamu tidak salah informasi kan? Sekarang share lokasi penginapan mereka, sekarang jug aku kesana"


Jawab Zulham pada anak buahnya.


Mendengar kabar Madina ditemukan, Puspa pun sedikit tenang dan meminta Zulham untuk segera membawanya ke tempat Madina berada.


"Ayo Zulham cepat, aku sudah tidak sabar ingin bertemu Madina,"


Kata Puspa dengan segala harapannya akan Madina.


Merekapun segera menuju tempat penginapan mana dan Zulham, namun saat tiba disana.


"Memang benar, pak Zamrun dan anaknya menginap beberapa hari ini disini, namun satu jam lalu mereka sudah check out dan sudah membawa semua barangnya"


"Apa mis tahu kemana mereka pergi?'


Tanya Zulham pada resepsionis,


"Maaf pak, untuk itu kami tidak tahu".


Puspa yang dari awal sudah antusias dan bahagia karena sebentar lagi akan bertemu dengan Madina terpaksa harus menelan ludahnya kembali untuk berita ini.


"Kemana lagi ibu harus cari kamu nak?"


Rasa lelah yang mendera jiwanya membuat hatinya sedikit putus asa.


"Tidak, tidak boleh, aku tidak boleh menyerah sampai aku menemukan Madina,


Tunggu ibu nak, ibu pasti akan menemukanmu"

__ADS_1


Ucap puspa penuh dengan keyakinan.


__ADS_2