Madina Bukan Anak Haram

Madina Bukan Anak Haram
David kampung


__ADS_3

Zulham bersikukuh untuk tidak menceritakan semua yang terjadi pada anaknya Zamrun.


Karena dia tidak mau Madina sampai di besarkan oleh si penyelundup licik seperti Zamrun.


Zamrun yang masih mencurigai Zulham terus memaksanya untuk berbicara meski Zulham tak kunjung berbicara.


Zulham hanya tersenyum licik dan berlalu meninggalkan Zamrun yang penasaran akan keberadaan anaknya.


Dengan amarah yang tinggi Zamrun marah sejadinya,dia melempar semua benda yang ada di hadapannya.


"Ahh sial,,,bajingan kau Zulham"


***


Kamar pun sudah siap, Nina,Aisya dan David masing-masing memiliki kamar yang bersebelahan di rumah wa Hannah,


Aisyah pun menidurkan Madina yang terlelap.


Kemudian dia pun bergegas pergi ke dapur hendak memasak makanan sore untuk semuanya.


Wa Hannah yang sudah berada di dapur merasa senang karena Aisyah mau membantunya.


"Eh teh Aisyah,biar uwa saja yang masak,teteh istirahat saja"


"Enggak wa,saya mau membantu uwa masak,tidak apa-apa kan?"


Wa Hannah pun dengan senang hati membiarkan Aisya membantunya masak,


Kebetulan pak Harun suami wa Hannah membawa beberapa ikan nila yang cukup besar.


Aisyah pun meminta ijin pada wa Hannah untuk membuat balado ikan nila yang dibawa pak Harun.


"Ia sok teh,terserah teteh saja,uwa masak nasi dan air dulu ya"


Aisyah pun kini menyajikan semua bumbu untuk dia buat balado dan membersihkan ikannya,


Aisyah sangat menikmati pekerjaannya,sehingga David yang sedari tadi memperhatikan aktifitas Aisyah memuji dirinya.


"Dia terlihat sangat tulus "


David berniat untuk membantu Aisyah,


Karena dia merasa bosan tidur seharian di dalam kamar.


"Bisa saya bantu?"


David berhasil membuat Aisyah terkejut saat dia sedang mengulek bumbu ikan.


"Astagfirullah,kau mengagetkan ku saja mas"


David meminta maaf dan meminta Aisyah untuk menyuruhnya sesuatu hal agar dirinya tidak bisa hanya berdiri melihatnya.


Karena memaksa,Aisyah pun akhirnya meminta David untuk menggoreng ikan,David yang tidak bisa memasak atau bahkan menggoreng setuju saja tanpa memikirkan bagaimana caranya.


Karena dia terlalu gengsi jika Aisyah sampai tahu jika dirinya tidak bisa melakukan suatu hal apapun di dapur.


David merasa bingung bagaimana menyalakan kompor sumbu minyak tanah yang ada dihadapannya.

__ADS_1


Dia terus melihat dan memutar kompor sumbu itu.


Aisyah yang menyadari jika David tidak mengerti dengan kompor tersebut tersenyum geli melihatnya,


Akhirnya Aisyah pun membawa korek dan menyalakan api kemudian menyalakan api tersebut ke sumbu kompor agar menyala.


David semakin takjub pada Aisyah,karena dia baru tahu jika menyalakan kompor sumbu minyak tanah seperti itu.


"Maafkan aku,aku hanya mengetahui cara menyalakan kompor gas dan listrik saja"


"Ia,itu cara kamu di Singapura kan,disini lain mas,disini semua masih serba mandiri,bahan semua sudah tersedia dari alam,maka kita harus bisa memanfaatkannya sebaik mungkin"


David pun tersenyum dan menerima semua pesan dan tawa Aisyah kepadanya.


David pun memulai pembicaraan mereka,David coba menanyakan keberadaan sang ayah dari Madina.


Aisyah yang terkejut dengan pertanyaan David hanya diam,dan berpikir harus menjawab apa.


"Ayahnya sudah pergi"


Jawab Nina dari balik pintu dapur mengagetkan David.


"Kau datang seperti angin saja,tak terlihat"


Celoteh David pada Nina.


Aisyah pun tersenyum melihat Nina dan David.


Wa Harun datang dan kembali membawa beberapa umbi-umbian.


Tanya Nina dengan sikap nya yang kekanakan bahagia dengan kedatangan sang uwa yang membawa makanan dari kebunnya.


"Ini neng,uwa bawa singkong,ubi sama kacang tanah"


"Wah enak euy, Puspa eh Aisyah kita rebus semua ini yuk.enak loh"


Nina tak sengaja mengucap nama Puspa pada Aisyah,dan untunglah David dan wa Harun tidak menyadarinya.


"Ia kita akan merebusnya sekarang"


Nina pun membersihkan semua yang di bawa wa Harun,sementara David yang menggerutu akan semua masakan dan makanan yang kampungan itu tidak bisa berbuat apa-apa.


"Kampungan semuanya"


Ujar hati David.


Wa Harun meminta David untuk membantu membawa padi ke lumbung.


"Nak David bisa bantu uwa gak?"


David pun tidak bisa menolak,dia akhirnya pergi bersama wa Harun membawa padinya ke lumbung.


David sangat terkejut karena sebelumnya dia tidak pernah memanggul padi di dalam karung.


"Astaga apa ini,mati aku"


"Ini nak,bisa bantu bapak,"

__ADS_1


David yang tidak menyangka jika padi yang di maksudkan pak Harun adalah sekarung padi yang besar.


seketika ototnya merasa lemah,dia ragu bisa atau tida membawa padi tersebut.


Namun saat David melihat ke sekitar area pesawahan,dia sangat takjub saat melihat pemuda disan yang bahkan mungkin usianya lebih muda darinya hilir mudik membawa sekarung padi di punggungnya.


Mereka terlihat sangat perkasa dan kuat,David pun merasa jika dia tidak boleh kalah dari mereka,dia harus bisa membawa padi pak Harun ke lumbung.


Dan akhirnya David pun coba mengangkat padi tersebut,namun dengan cara yang salah sehingga karung padi pun terjatuh.


"Hihihi bukan seperti ini nak David,sini uwa bantu "


Pak Harun tertawa geli melihat David yang kesusahan saat membawa padi,


Dan akhirnya dengan bantuan pak Harun,David pun berhasil mengangkut padi tersebut di punggung nya meski dia merasa kesakitan karena beban terlalu berat.


***


Zulham yang saat itu berada di Singapura coba menemui nyonya Zakaria di penjara.


Nyonya Zakaria sangat marah kala Zulham datang menemuinya.


"Ada apa kamu kesini?"


Dengan tatapan yang tajam nyonya Zakaria memandang Zulham dia sangat membencinya.


"Aku ingin meminta sesuatu padamu,"


Nyonya Zakaria terdiam,dia berpikir apa yang diinginkan Zulham darinya.


"Apa, belum puas kamu menjebloskan aku kedalam penjara ini,dan sekarang kamu ingin meminta sesuatu padaku"


"Tenanglah tenang,aku tidak meminta hal yang memberatkan mu,aku hanya meminta kamu harus diam tentang keberadaan Puspa pada zamrun.itu saja"


"Hahahaha kau terlambat Zulham,dia sudah tahu tentang semuanya"


Nyonya Zakaria tertawa puas di hadapan Zulham,dia sangat bahagia melihat wajah Zulham yang terkejut karena Zamrun sudah mengetahui jika bayinya sekarang sedang bersama Puspa di Indonesia.


"Apa,jadi Zamrun sudah tahu"


(Itu artinya Puspa sekarang sedang dalam bahaya,aku harus segera menemuinya di Bandung)


"Kau memang wanita iblis "


Ujar Zulham memakai nyonya Zakaria,namun dia hanya tertawa merespon semua makian Zulham,


"Aku pastikan kau akan membusuk di penjara untuk selamanya nyonya Zakaria"


Ucap Zulham sebelum pergi dari kantor polisi.


Dalam hati Zulham berniat akan kembali ke Indonesia,dia harus bertemu dengan Puspa dan memberitahu yang sebenarnya jika Madina adalah anak saudara kembarnya (Zamrun).


Dan saat ini dia dalam bahaya,Zulham harus melindungi dia dari anak buah Zamrun yang sedang mencarinya.


"Ah sial,kenapa aku terlambat memikirkan ini,Zamrun sudah tahu tentang bayinya bersama Puspa,aku harus melakukan sesuatu"


Ucapnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2