Madina Bukan Anak Haram

Madina Bukan Anak Haram
kembalinya Zulham


__ADS_3

*sejenak mari kita merenung dan mendoakan saudara kita yang menjadi korban bencana gempa Cianjur,


maafkan author karena minggu-minggu ini jarang up, karena memang situasi hati masih dalam kesedihan karena salah satu saudara author menjadi korban bencana tersebut,


jangan bosan simak dan tunggu up efisode selanjutnya ya min ...


happy reading reader tercinta 🥰🥰


i love u*


***


Madina mengunci pintu dari dalam, sehingga Puspa tidak bisa masuk kedalam untuk meminta maaf karena telah memarahinya.


"Madina buka pintunya nak, ibu minta maaf"


Ucap Puspa mengetuk pintu kamar berharap Madina akan membukakan pintunya.


Dan disaat itu, Bu Fatimah dan pak Mamat datang untuk menjenguk Madina, karena sudah lama mereka tidak bertemu setelah pak Mamat dan Bu Fatimah pergi ke Jakarta.


"Assalamualaikum"


Salam pak Mamat mengetuk pintu rumah Puspa yang terbuka,


."waalaikumsalam."


Puspa segera melihat siapa yang datang ke rumah,

__ADS_1


Puspa sangat terkejut dengan kedatangan pak Mamat dan Bu Fatimah dengan membawa banyak oleh-oleh untuk drinya dan Madina.


"Bagaimana keadaanmu nak sehat? Dimana cucu kesayangan bapak?"


Tanya pak Mamat mencari Madina.


Puspa pun menjawab jika dirinya dan Madina sehat, Puspa meminta pak Mamat dan Bu Fatimah duduk terlebih dahulu, karena dia akan memanggil Madina untuknya.


"Sebentar ya pak, biar Puspa panggil dulu Madina nya?".


Puspa kembali mengetuk pintu kamar Madina dan mengatakan jika diluar ada kakek Mamat dan nenek Fatimah ingin bertemu dengannya.


Mendengar berita tersebut, naluri kekanakan Madina pun keluar, Madina riang dan bahagia saat mendengar jika kakek dan neneknya sudah pulang dengan membawa banyak hadiah.


Madina pun kini membuka pintu kamarnya dan segera bergegas menuju pak Mamat dan Bu Fatimah yang sudah menunggunya.


Tanya pak Mamat dengan memberinya bingkisan berisi boneka beruang.


Madina begitu memperlihatkan rasa rindunya pada mereka dengan terus memeluk pak Mamat dan Bu Fatimah.


"Madina sangat rindu kalian ke, nek"


Merekapun memeluk Madina erat.


Melihat suasana seperti itu, Puspa pun kembali teringat akan ibu dan ayahnya di Sumedang, apa kabarnya nya disana? Sedang apa mereka dan apakah mereka tahu jika saat ini Madina sudah mulai banyak bertanya.


Pikiran Puspa sedikit melayang akan masa lalu nya bersama sang ibunda dan ayah yang hidup serba kekurangan, hingga akhirnya Puspa terpaksa berangkat ke Singapura untuk merubah nasib kedua orangtua dan adiknya.

__ADS_1


Dan disaat itu pula nasibnya benar-benar berubah.


Puspa melihat Madina sangat bahagia dengan kedatangan kakak dan nenek Fatimah, kakek dan nenek angkat yang sudah sangat menyayanginya dengan tulus.


Pak Mamat melihat Puspa yang terdiam seolah banyak pikiran di kepalanya.


"Kamu baik-baik saja kan nak Puspa?"


Pak Mamat coba kembali bertanya akan kondisi Puspa.


Puspa yang saat itu sedang berada dalam lamunan masa lalu dimana ia pertama pergi ke Singapura untuk bekerja, sungguh semua butuh proses yang sangat luar biasa.


" Eh tidak pak, Puspa baik-baik saja ko, sebentar ya Puspa ambilkan air dulu untuk pak Mamat dan Bu Fatimah?"


Puspa pun pamit menuju dapur untuk menghidangkan makanan dan minuman untuk kedua kakek nenek Madina itu.


Pada saat Puspa hendak membuat air panas untuk secangkir kopi pak Mamat, tiba-tiba saja dia dikejutkan dengan kedatangan Zulham di balik pintu,


Zulham tidak mengetuk pintu dapur, dia langsung membukanya dengan sangat mudah.


"Hah kau"


Puspa yang tadinya mengira jika suara berisik dari atas rumahnya adalah hewan ataupun sesuatu hal, namun ternyata bukan.


Da ternyata yang datang adalah Zulham, saudara kembar ayah kandung Madina.


Zulham berjalan perlahan menuju Puspa, dia meminta Puspa untuk dipertemukan dengan Madina.

__ADS_1


karena dia sangat merindukannya.


__ADS_2