Madina Bukan Anak Haram

Madina Bukan Anak Haram
Di usir


__ADS_3

Pembelaan pak Sudrajat akan Puspa tidak di gubris warga yang sudah terlanjur marah dan malu pada Puspa yang mereka anggap sebagai wanita murahan yang telah rela menggadaikan kehormatannya hanya untuk harta.


"Pantas saja sekarang pak Sudrajat bergelimpangan harta,ternyata pekerjaan Puspa disana tidak halal"


Bu Asih kembali menuduh hal buruk pada keluarga Puspa.


Pak Sudrajat pun kini naik pitam kala tuduhan mereka sudah melampaui batas.


Pak Sudrajat menghela nafasnya dalam-dalam.


Kemudian emosinya pun meluap.


"Berani sekali kau menuduh putriku seperti itu,putriku anak yang baik tidak mungkin dia bisa melakukan hal hina seperti itu,jika sekali lagi kalian menghina anakku,aku tidak akan pernah mengampuni kalian"


Teriak pak Sudrajat dengan lantang kembali membela Puspa yang di fitnah.


Dia tidak terima anaknya di tuduh seperti itu.


Bu Siti terharu kala suaminya membela Puspa dengan tegas,Bu Siti pun kini berdiri disampingnya pak Sudrajat untuk melindungi Puspa.


Warga sedikit terkejut dengan pembelaan pak Sudrajat yang sangat tegas,namun apa boleh buat,nila setitik sudah merubah hati semua warga untuk membenci Puspa dan keluarganya.


Mereka tidak menggubris semua pembelaan pak Sudrajat,mereka tetap bersikukuh untuk mengusir Puspa dari kampungnya.


"Usir Puspa usir dia"


Teriak warga yang terlihat sangat marah.


Puspa sangat ketakutan,dia tidak menyangka jika semua akan menjadi seperti ini,


Niat baiknya ternyata berbuah kesialan bagi hidupnya.


"Ya Allah bagaimana ini,"


Tidak ada yang mau percaya pada semua penjelasan tentang kebenaran Madina,semua menganggap jika Madina adalah anak haramnya.


Puspa menangis di hadapan Madina,dia meminta maaf karena ternyata kini hati Puspa mulai sedikit goyah,


"Apa mungkin memang aku harus melepaskan mu Madina,tapi aku sangat menyayangimu,aku sudah terlanjur mencintaimu"


Air mata Puspa terus terjatuh melihat kepolosan wajah bayi yang tidak berdosa itu.


Meski melihat Puspa menangis,namun respon Madina selalu tersenyum gemas,tak ada sedikitpun kesedihan nampak di raut wajahnya yang mungil,meski di luar sangat berisik dengan kerusuhan yang terjadi.


Baby Madina kembali tersenyum kala Puspa meninggalkannya sendiri di kasur,dalam hati Puspa merasa heran mengapa Madina tidak menangis,karena biasanya,dia akan menangis jika Puspa beranjak walau hanya sedetik.


"Apa ini pertanda jika aku memang harus benar-benar melepaskannya?"

__ADS_1


Tanya hati Puspa dilema dengan semua yang sudah terjadi.


Puspa pun pergi keluar untuk menemui warga yang sedang mengusirnya.


Dia tidak punya pilihan lain untuk mengakui semua kebenaran siapa Madina.


"Sudah cukup Bu,pak, sebelumnya saya minta maaf jika memang karena kedatangan saya dan baby Madina mengganggu ketenangan kalian,tapi kalian harus tahu jika baby Madina hanya seorang bayi,"


"Alah tidak usah banyak alasan,sekali anak haram tetap anak haram"


Bu Rani memotong penjelasan Puspa sebelum selesai tersampaikan,sehingga membuat warga semakin memanas dan seseorang dari belakang melempar batu hingga mengenai kepala pak Sudrajat


"Ah"


Pak Sudrajat merasa sakit,karena batu tersebut membuat keningnya berdarah.


Puspa sangat terkejut dan berteriak.


"Bapak....".


Puspa pun berpikir didalam hatinya untuk pergi menuruti semua permintaan warga yang terlanjur marah.


Puspa sangat sedih melihat kedua orangtuanya turut menjadi korban fitnah dirinya,sehingga dalam hati memutuskan jika dia pun harus mengalah.


"Aku tidak bisa biarkan semua ini terjadi"


"Berhenti,baiklah...baiklah jika memang semuanya merasa jika aku memang wanita hina,aku wanita yang bersalah,maka demi ketenangan dan kedamaian kalian aku akan pergi dari sini"


Jelas Puspa pada warga yang mengusir dirinya.


Bu Siti dan pak Sudrajat tidak menyangka jika semua akan terjadi seperti ini,dia tidak pernah membayangkan jika kini putri sulungnya harus terusir dari kampungnya dengan paksa.


"Anakku tidak bersalah ibu-ibu,bayi itu bukanlah anaknya,percayalah pada saya mohon"


Dengan penuh linangan air mata,Bu Siti coba kembali membela anaknya agar tidak di usir oleh warga.


"Kau masih tetap saja membela anakmu yang hina itu Bu Siti,usir Puspa sekarang juga,dia sudah mencoreng nama baik kampung kita"


Teriak Bu Rani,sehingga warga pun kembali berteriak untuk mengusir Puspa dari kampung.


Sebagai sahabat,Nina tidak tega melihat Puspa di usir,dia ikut sedih dan tidak tahu harus berbuat apa,dia ingin sekali menolong Puspa.karena dia percaya jika Puspa tidak akan melakukan hal hina yang di tuduhkan warga kepadanya.


Warga yang marah kembali melemparkan batu di jendela rumah pak sudrajat sehingga jendela kaca pun pecah, akibat lemparan batu dari warga yang marah.


Dengan air mata yang membasahi pipi,


Puspa pun pergi ke kamar dan segera bergegas membereskan semua pakaiannya kedalam koper,

__ADS_1


"Apa yang sedang kau lakukan nak,kau mau pergi kemana?"


Bu Siti coba menghentikan langkah Puspa yang hendak pergi membawa baby Madina.


Puspa memeluk Bu Siti erat,dengan air mata yang berlinang,Puspa menangis sejadinya pada Bu Siti.


"Maafkan Puspa Bu,maafkan semua kesalahan Puspa,"


ucap Puspa terisak dalam pelukan pada Bu Siti ,


Puspa terus meminta maaf untuk semua yang terjadi akibat kedatangan dirinya,diapun juga meminta maaf pada sang ayah karena tidak menuruti semua perkataannya untuk menitipkan Madina ke panti asuhan .


Nina yang ternyata masuk kedalam rumah melalui pintu belakang coba memanggil puspa dia berniat ingin membantu Puspa tanpa sepengetahuan warga.


Nina menawarkan bantuan untuk ikut bersamanya.Namun ternyata Puspa menolak,dia tidak ingin merepotkan orang lain dalam hidupnya,cukup semua Puspa yang merasakan.


Puspa kembali memeluk ibu dan ayahnya seraya meminta doa agar dia bisa selamat dimana pun berada.


Bu Siti dan pak sudrajat tidak bisa menolak permintaan Puspa untuk segera pergi sebelum warga semakin memanas.


Saat Puspa hendak keluar dengan membawa baby Madina dan perlengkapan bayinya.


Seseorang menyambutnya dengan hinaan di luar rumah.


"Nah itu dia si anak haram,,"


celoteh Bu Rani yang dendam pada Puspa untuk tamparan yang dilakukan Bu Siti kepadanya siang tadi.


Puspa tidak memasukkan kedalam hati untuk semua perkataan yang Bu Rani tuding kan kepadanya.


"usir Puspa usir"


"usir Puspa usir"


"ya usir Puspa"


",dia tidak pantas berada di kampung ini pergi kamu dari sini"


teriak semua warga yang masih marah akan semua yang sudah terjadi.


"usir usir....usir..."


teriak warga yang masih penuh dipenuhi rasa amarah pada Puspa.


Air mata yang sedari tadi coba Puspa tahan,kini mulai tumpah dan membasahi pipinya,


"semoga langkah ini tepat ya Allah"

__ADS_1


__ADS_2