
Keesokan harinya, seperti biasa Madina sudah terbangun bersama ibunya, karena mereka sudah terbiasa sholat subuh di rumah,
"Bu, apakah boleh Madina menemui ayah?"
Tanya Madina ingin melihat keadaan Zamrun.
Puspa pun tidak bisa menghalangi dan menolak permintaan Madina, akhirnya Puspa mengantar Madina menuju Zamrun.
Puspa mendorong kursi roda Madina dengan pelan, Madina pun banyak bertanya pada ibunya itu mengenai Zamrun.
"Oh ya Bu, Madina sangat suka dengan ayah, dia sangat baik pada Madina? Dia juga sangat kuat, ayah selalu melindungi Madina saat di hutan"
Puji Madina akan semua kebaikan Zamrun.
Dan itu membuat Puspa semakin merasa bersalah karena sudah salah paham padanya.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang ya Allah? haruskan aku katakan jika Zamrun memanglah ayah kandungnya?"
Tanya hati Puspa dilema.
Madina pun kini masuk ke ruangan Zamrun, disana Zamrun sudah terbangun dan sedang di periksa suster,
Melihat Madina datang menemuinya, Zamrun sangat bahagia.
"Madina anakku"
Panggil Zamrun saat melihat kedatangan Madina.
Madina pun tersenyum bahagia melihat sang ayah sudah tersadar dan sudah bisa memanggil namanya.
__ADS_1
"Ayah"
Puspa pun kembali mendorong kursi roda Madina menuju Zamrun berada.
Dihadapan Madina Puspa berusaha bersikap tenang dan ramah pada Zamrun dengan tersenyum padanya.
Saat melihat Puspa, Zamrun pun teringat akan sikapnya yang kurang baik padanya saat dia mengaku sebagai ayah kandung Madina.
"Puspa, dia pasti sudah tahu kalau aku bukanlah Zulham?"
Pikir Zamrun kala melihat kedatangan Puspa dan Madina.
Zamrun pun bingung harus berbuat apa.
Dalam hati ingin sekali dia meminta maaf pada Puspa, tapi dia terlalu malu untuk melakukannya.
Madina menanyakan keadaan Zamrun yang sudah sadarkan diri.
Keduanya pun kini banyak bicara, Madina melampiaskan semua kerinduannya pada Zamrun dengan ekspresi wajah yang sangat bahagia.
Melihat semua itu, Puspa pun tertunduk diam seakan khawatir jika Madina akan pergi meninggalkannya lagi dan memilih bersama Zamrun, ayah kandungnya.
Zamrun yang menyadari jika Puspa terdiam akhirnya menyuruh Madina untuk memberinya waktu sebentar, karena dia ingin bicara sesuatu dengan ibunya.
"Boleh kan? Ayah bicara sebentar dengan ibu?"
Dengan senang hati Madina mengijinkan ayahnya bicara dengan Puspa, Zamrun pun meminta Madina untuk mencoba earphone miliknya yang diberikan suster agar dia tidak merasa sepi jika sedang sendiri.
Ditemani sang suster, Madina pun kini mendengarkan lagu dari earphone Zamrun.
__ADS_1
Puspa pun bingung, apa yang ingin Zamrun katakan padanya.
"Maafkan saya Puspa? Aku tahu mungkin kesalahanku begitu patal, karena telah mencoba menculik Madina dari kamu, tapi percayalah tidak ada niat di hati ku sedikitpun untuk menyakiti Madina, aku hanya ingin bersamanya, itu saja".
Ucap Zamrun memulai perbincangannya pada Puspa.
Mendengar semua itu, Puspa juga merasa bersalah, karena tidak seharusnya dia menjauhkan Madina dari Zamrun, karena bagaimanapun dia adalah ayah kandung Madina.
Dia juga berhak menemani Madina kapanpun dia mau.
"Aku..
Aku juga ingin minta maaf dan berterimakasih sama kamu, aku salah, ya aku terlalu takut berpisah dengan Madina, sehingga aku tidak mau kamu hadir di kehidupannya, tapi ternyata aku salah, aku egois jika terus berpikir seperti itu, Madina anakmu, anak kandungmu dan ka natasya, tapi aku terlanjur menyayangi Madina... Aku tidak ingin berpisah dengannya"
Dengan menitikkan air mata, Puspa menjawab dengan kejujurannya akan kasih sayang yang sudah tumbuh pada putri sang penjahat itu.
Puspa mengakui jika dirinya telah bersalah pada Zamrun dengan semua pikiran buruk terhadapnya.
Puspa juga berterimakasih karena Zamrun sudah menjaga Madina selama di hutan.
"Madina menceritakan semua nya padaku, kebaikanmu, dan semua pengorbanan kasih sayangmu pada Madina membuat aku sadar, ternyata kamu adalah orang baik, aku telah salah menilai mu? Maafkan aku?"
Ucap Puspa pada Zamrun meminta maaf.
Mendengar semua yang dikatakan Puspa padanya, membuat perasaan Zamrun tersentuh, terlebih saat Puspa mengatakan jika dirinya adalah orang baik, sungguh nuraninya kembali setelah sekian lama terkubur dihatinya.
"Andai kamu tahu, jika aku hanyalah seorang penjahat Puspa?"
Dalam hati Zamrun berkata.
__ADS_1
Disaat keduanya masih bercengkrama, dokter datang mencari Puspa.