
Wa Hannah yang hanya tinggal berdua dengan suaminya hidup sangat damai dan sejahtera,sampai saat ini di usianya yang sudah senja mereka masih belum di karuniai seorang anak,
Itu sebabnya wa Hannah sangat bahagia saat Nina datang menemuinya.
"Maafkan uwa ya,rumahnya jelek,uwa hanya tinggal berdua dengan suami uwa"
Nina juga meminta maaf pada David dan Puspa karena keadaan rumah mereka yang masih berdindingkan bilik kayu.
Kamar mandi pun terpisah dari rumah,
Tapi meskipun begitu,rumah wa Hannah cukup luas untuk mereka tinggal sementara waktu.
"Begini wa,sebenarnya Nina sama Aisyah mau ikut tinggal sementara di rumah uwa.itu juga jika uwa tidak keberatan?"
Ucap Nina minta ijin terlebih dahulu pada wa Hannah.
Dengan mata yang terbelalak wa Hannah melihat ke arah Nina sehingga membuat Nina terkejut.
"Apa kalian mau tinggal di rumah ini?"
Tanya wa Hannah dengan nada yang tinggi membuat Aisyah dan David pun juga ikut terkejut.
"Aduh uwa harus bersih-bersih dulu atuh neng,sebentar atuh ya uwa beresin dulu semua kamarnya"
Jawab wa Hannah yang sangat senang saat Nina mengatakan jika mereka mau tinggal bersamanya di rumah sederhananya.
Nina pun meminta wa Hannah untuk duduk saja biar mereka yang membereskan semuanya,
Madina pun yang ternyata terlelap di pangkuan David akhirnya terbangun dan menangis.
"Uwa..uwa"
Jerit tangis Madina membuat wa Hannah tersenyum.
"Sini jang,biar uwa yang gendong anaknya"
David pun menurunkan Madina pada pelukan wa Hannah.
Wa Hannah yang selama ini mendambakan seorang anak sangat merasa bahagia ketika menggendong bayi Madina.
Sementara itu Aisyah (Puspa) dan Nina membereskan kamar masing-masing untuk mereka tinggali.
David ikut bersama mereka kedalam rumah,dalam hatinya David berkata.
"Sebenarnya aku mau kemana ini,mengapa aku mau ikut bersamanya ke kampung terpencil seperti ini,sial mana ponselku mati lagi,tuan pasti mencari ku saat ini"
David terlihat sangat kesal pada dirinya sendiri karena tidak sadar mau mengikuti Aisyah dan Nina.
"Tapi mengapa aku mau saja ikut dengan mereka,ah sudahlah aku nikmati saja alur ini,nanti aku akan pergi "
Lanjut David pada dirinya sendiri.
__ADS_1
David pun masuk ke kamar yang sedang di rapikan oleh Aisyah.
Dia tidak menyadari jika di dalam kamar itu ada Aisyah.
Melihat ranjang kasur yang sudah rapih,David tak kuasa menahan dirinya untuk berbaring di atas kasur yang sudah di rapihkan Aisyah.
Namun saat dia hendak berbaring,tiba-tiba saja dari balik pintu lemari,Aisyah sangat terkejut,karena David hendak berbaring tanpa memakai baju.
"Ah..."
Teriak Aisyah yang terkejut melihat David tidak Makai atasan.
Begitupun David,dia terhenyak melihat Aisyah yang ada di depannya.
Tanpa merasa malu David meminta maaf pada Aisyah karena sudah mengganggunya,dia tidak tahu jika Aisyah ada di dalam kamar.
"Astaga,maafkan saya Aisyah,saya tidak tahu jika ada kamu disini"
David meminta maaf sambil menarik kaos yang sudah dia lepaskan dan kembali menutupi badannya dengan kaos tersebut.
Nina yang mendengar teriakan Aisyah langsung melihat ke dalam kamar dan langsung tertawa melihat semua yang dia lihat.
Aisyah nampak menutupi matanya di hadapan David kala David tidak memakai bajunya.
Meski Puspa/Aisyah bekerja di panti pijat dan sudah terbiasa melihat tubuh setengah badan tanpa busana pelanggannya,
Namun untuk kali ini Puspa sangat terkejut,
Perasaannya tidak menentu,
Tanpa menjawab semua permintaan maaf David, Aisyah langsung berlalu meninggalkan David di kamar .
David pun tertawa kecil melihat tingkah Aisyah yang kekanakan,
"Aisyah ...Aisyah tunggu?"
David coba memanggil Aisyah agar berhenti dan mau mendengarkan semua permintaan maafnya.
Aisyah pun berhenti dan langsung memeluk Madina kembali dari pelukan wa Hannah.
Aisyah pun menjawab jika dirinya sudah memaafkannya namun dia tidak berani melihat David.
Mereka pun tertawa melihat Aisyah dan David.
***
Sementara di negara lain,
Zamrun merasa kesal karena David sangat sulit untuk dia hubungi.
"Kurang ajar,kemana David,mengapa dia tidak bisa aku hubungi"
__ADS_1
Zamrun sangat marah pada David,karena dia mengira jika David menghianati nya.
Namun seseorang dari kejauhan datang dan berkata jika bayinya sekarang sudah berada di tangan yang tepat,maka Zamrun tidak usah menghawatirkan nya.
"Kau tidak usah khawatir,karena anakmu sekarang sudah berada di tangan wanita yang tepat,wanita yang akan menjadikan anakmu sebagai anak yang baik,jauh dari sikap ayahnya"
Zulham tiba saja datang mengejutkan Zamrun dengan semua yang dia ucapkan.
Zamrun pun semakin kesal dengan semua yang dia dengar dari mulut sang adik yang tidak pernah satu pikiran dengannya.
"Apa maksudmu,apa kau tahu dimana bayi itu?"
Tanya Zamrun dengan luapan emosi.
"Kau tidak perlu mengetahui aku tahu atau tidak,yang jelas aku tahu jika anakmu sekarang sudah berada di tangan yang tepat,tidak disini bersamamu"
Lanjut Zulham seakan memakai Zamrun,saudara kembarnya.
Ya ternyata Zulham dan Zamrun adalah saudara kembar yang wajahnya sama persis namun sifat dan kesehariannya sangat berbeda.
Zamrun adalah seorang ahli penyelundup barang berharga yang kini sedang di buru polisi,namun polisi tidak mengetahui identitas aslinya,sebab setiap kali dia di tangkap tak pernah ada bukti yang mampu menahannya sebagai tersangka.
Sementara Zulham adalah adik dari Zamrun,
Zulham sangat membenci sang kakak,karena sampai detik ini Zulham masih meyakini jika Zamrun lah yang telah membunuh sang ayah.
Itu sebabnya Zulham tidak pernah akur dengannya.
Dan mengenai bayi Madina,Zulham sengaja tidak memberitahu Zamrun karena dia tidak mau jika Madina tumbuh di tengah-tengah perhatian seorang penyelundup, maka identitas dan prilakunya akan sama dengan sang ayah.
Zamrun menjalin hubungan dengan Natasya,salah satu karyawan nyonya Zakaria di masa lalu,.
Namun ternyata Zamrun hanya sekedar mempermainkan Natasya,dia tidak pernah benar-benar mencintainya,
Zamrun menganggap Natasya sama seperti wanita murahan lainnya.
Namun karena Natasya terlanjur mengandung janin dari benihnya,maka Zamrun pun tidak mau kehilangan Natasya dan anaknya,
Dia meminta Natasya untuk mempertahankan sang bayi dan jangan sampai menggugurkannya.
Karena Zamrun sudah berniat ingin memiliki pewaris untuk kesibukannya,dia pun ingin Natasya melahirkan anaknya dengan selamat dan harus berkelamin laki-laki.
Zamrun sangat menginginkan bayi laki-laki karena baginya seorang laki-laki adalah pewaris yang sangat kuat dan handal untuk semua yang sedang dia kerjakan saat ini.
Namun pada kenyataannya Natasya melahirkan seorang putri bukan seorang putra,sempat kecewa dengan semua yang terjadi,namun Zamrun coba menerima semuanya.
Zamrun pun tidak peduli dengan kematian matanya yang meninggal karena melahirkan anaknya.
Dia hanya memikirkan sang anak yang kini bersama Puspa di indonesia.
Zamrun terus mendesak Zulham agar bicara yang sebenarnya mengenai bayinya yang hilang.
__ADS_1
"Bicaralah padaku,apa yang sebenarnya sedang kamu sembunyikan dariku,bicara"
Masih dengan nada tinggi Zamrun bicara pada Zulham dengan penuh amarah.