
Zulham pun membukakan pintu mobil itu untuk Puspa dan Madina,
"Ayo masuk Madina?"
Ajak Zulham, Madina yang sangat bahagia langsung masuk ke dalam mobil tanpa minta ijin pada Puspa.
Puspa yang tadinya menolak pun akhirnya ikut masuk bersama Madina, merekapun akhirnya berangkat, Zulham sengaja membawa mereka keliling terlebih dahulu karena dia ingin membelikan Madina barang-barang keperluan sekolahnya.
Saat Zulham berhenti di sebuah tempat perbelanjaan, Puspa sangat terkejut dan bingung, mengapa Zulham membawa nya kesini.
"Kenapa kita berhenti disini ?"
Tanya Puspa yang mulai merasa jika Zulham berniat ingin membeli sesuatu untuk Madina.
Zulham tidak menjawab pertanyaan Puspa, karena dia tahu jika Puspa akan menolak jika dirinya mengatakan yang sebenarnya.
Zulham pun langsung menggendong Madina dengan wajahnya yang ramah dan tampan,
"Hari ini, Madina bisa beli apapun yang Madina suka, jangan sungkan ya, pilih apa saja yang Madina mau"
Kata Zulham pada Madina membuatnya semakin bahagia.
"Beneran om, tapi ibu?"
Madina sedikit menunduk melihat ibunya yang menatap tajam dan memberitahu jika Puspa tidak suka.
Zulham pun meminta Puspa untuk tidak melarangnya hari ini, karena esok dia akan kembali ke Jakarta.
__ADS_1
"Saya mohon Puspa, untuk hari ini saja ijinkan aku membahagiakan Madina"
Puspa pun hanya diam.
***
Di tempat lain Bu Siti yang mengetahui jika anaknya sudah tiada terus mengingat Puspa, dan tepat esok hari, si bungsu Andre lulus SMA, dia berniat ingin melanjutkan pendidikannya mondok di sebuah pesantren di Tasikmalaya.
"Andai teteh Puspa masih ada ya Bu? Pasti teteh akan sangat bangga sama Andre "
"Ia nak, semoga teteh mu selalu ada di sisi Allah "
Keduanya pun mengirim doa untuk Puspa.
...
Dia pun menemui nyonya Zakaria di lapas tempat dia di tahan,
Nyonya Zakaria terkejut, kenapa Zamrun ada menemuinya, bukankah urusan dengannya sudah selesai.
"Ada apa lagi kamu mencari ku?"
Tanya nyonya Zakaria pada Zamrun.
"Ini semua salahmu, tidak seharusnya aku titipkan anakku bersamamu"
Zamrun berteriak marah pada nyonya Zakaria dengan menggebrak meja, dan itu membuat nyonya Zakaria sangat terkejut dan berpikir apa salahnya.
__ADS_1
"Jika aku tidak membiarkan bayiku bersamamu, mungkin saat ini anakku masih hidup, kamu tidak akan pernah memberikan anakku pada gadis Indonesia bernama Puspa itu,semua itu gara-gara kamu"
Zamrun kembali marah, lantas nyonya Zakaria yang terkejut mendengar anak Zamrun sudah tiada langsung bertanya apa yang sebenarnya sudah terjadi.
Zamrun pun menceritakan jika anaknya sudah tiada 4 tahun yang lalu, bersama dengan Puspa anaknya ikut menjadi korban bencana longsor yang menimpa desanya.
Nyonya Zakaria tersenyum kecil mendengar kabar meninggalnya puspa.
"Dia pantas mendapatkan ganjaran itu?"
Ujar nyonya Zakaria pada zamrun.
Zamrun pun marah, karena dia mengira jika nyonya Zakaria mengatakan itu untuknya.
Zamrun pun menyuntikkan sesuatu di lengan nyonya Zakaria hingga dia kesakitan.
"Ah apa yang kau lakukan, jangan bunuh aku, atau kau akan menyesal karena aku masih mempunyai sebuah rahasia tentang anakmu"
Ucap nyonya Zakaria sebelum dirinya tidak sadarkan diri.
Zamrun pun terdiam dan berpikir apa maksud nyonya Zakaria mengatakan itu semua padanya.
Sebelum dirinya menanyakan hal tersebut, nyonya Zakaria pun terkulai lemas tak sadarkan diri.
Zamrun pun sedikit menyesal karena telah menyuntikan racun, pada nyonya Zakaria karena marah kepadanya.
Sipir pun datang dan menanyakan apa yang terjadi pada nyonya Zakaria, Zamrun pun berlaga tidak tahu dan mengatakan jika dirinya tidak tahu apa-apa.
__ADS_1
Untuk mengelabui petugas agar tidak curiga kepadanya, sebelumnya Zamrun sengaja meracuni makanan narapidana agar mereka menyangka jika nyonya Zakaria memakan makanan beracun dari lapas.