Madina Bukan Anak Haram

Madina Bukan Anak Haram
Donor ginjal segera


__ADS_3

Beberapa detik sebelum pegangan Zamrun benar-benar terlepas dari akar pohon tersebut, Puspa dan timnya berhasil datang tepat waktu,


Puspa sangat terkejut melihat Madina yang tergeletak tak sadarkan diri dan melihat Zamrun yang sudah memejamkan matanya hendak jatuh ke tepi air terjun.


"Madina anakku"


Tim SAR pun segera membawa mereka ke rumah sakit dengan ambulan, karena keadaan keduanya.memang sangat menghawatirkan,


Zamrun dengan semua luka di tubuh dan racun yang sudah menyebar membuat harapan hidupnya hanya tinggal sedikit.


Madina pun ternyata di diagnosis mengalami gangguan ginjal,


Separuh ginjalnya terluka akibat benturan batu yang sangat keras saat terjatuh dari mobil bersama Zamrun.


Sehingga Madina memerlukan donor ginjal segera.


Madina terpukul dengan semua yang terjadi pada Madina dan Zamrun.


Madina kecil yang malang harus merasakan sakit diskusinya yang masih kecil, Puspa bingung, darimana dia mendapatkan donor ginjal untuk anaknya, sementara dirinya bukanlah ibu kandung Madina.


Meminta pada Zamrun pun sangatlah mustahil, karena saat ini diapun sedang berjuang melawan mautnya di ruang ICU.


Dalam ketidaksadarannya, Madina terus memanggil Zamrun dengan sebutan ayah.


"Ayah..


Ayah.."


Madina pun tersadar dan melihat sang ibu ada dihadapannya.


"Ibu"


Madina pun memeluk Puspa dengan erat, dia sangat bahagia karena dia bisa bertemu lagi dengan ibunya.


"Ibu Madina takut Bu?"


Mendengar ketakutan yang terucap dari bibir Madina, membuat Puspa merasa bersalah dan benci pada Zulham dan Zamrun.


Karena mereka berdua lah penyebab dari semua yang terjadi.

__ADS_1


Zamrun yang sudah menculik anaknya, dan Zulham yang sudah membuat kecelakaan ini terjadi.


Wajah Puspa pun memerah menahan emosi dan kekesalannya pada mereka berdua.


"Madina takut ayah tiada Bu, dimana ayah?"


Seketika Puspa pun terdiam dan terkejut dengan semua pertanyaan Madina.


"Ayah..apa maksudnya? Apa Madina tahu jika Zamrun adalah ayahnya?"


Tanya hati Puspa kala mendengar semua pertanyaan Madina.


Madina pun menceritakan semua yang terjadi diantara dirinya dan Zamrun.


Dari sejak dia di bawa ke Jakarta dan hidup bersama bertahan hidup di dalam jurang bersama Zamrun.


Madina juga menceritakan semua luka dan kejadian yang menimpa dirinya dan Zamrun saat hendak diserang ular derik.


"Madina takut ayah kenapa kenapa bu? Ayah sudah beberapa kali menyelamatkan nyawa Madina, bagaimana keadaan ayah sekarang Bu? Madina ingin menemui ayah?"


Tanya Madina terus menanyakan keadaan Zamrun pada Puspa.


"Jadi ternyata dia tidak jahat seperti yang ada didalam pikiranku?"


Tanya hati Puspa terdiam dengan semua penyesalannya.


Madina pun meminta pada Puspa untuk melihat Zamrun.


Kabar diketemukannya Madina dan Zamrun kini sudah terdengar oleh Zulham, dia merasa sangat bahagia dan tenang karena ternyata batinnya tidak salah.


Saudara kembar dan sepupunya masih hidup dan selamat.


Namun Zulham tidak tahu jika keadaan mereka tidak baik-baik saja.


Zulham pun meminta ijin pada polisi yang menjaganya untuk bisa bertemu dengan mereka.


Dengan pengawasan polisi, Zulham pun pergi ke rumah sakit untuk bertemu dengan mereka.


...

__ADS_1


Madina kini berada di ruang ICU melihat keadaan Zamrun yang masih terbaring tidak sadarkan diri.


Madina menggenggam tangan Zamrun dengan erat.


Madina terus berdoa untuk kesembuhan ayahnya itu.


Sementara Dokter memanggil Puspa untuk datang ke ruangannya.


"Bu Puspa, dokter memanggil anda"


Ucap suster pada Puspa saat mengantar Madina ke ruang Zamrun.


Puspa pun menitipkan Madina pada suster,


"Saya titip Madina sebentar ya sus?'


Suster pun tidak keberatan, Puspa pun segera menuju ruang dokter.


Di Sana dokter sudah menunggunya, dokter mempersilahkan Puspa untuk duduk terlebih dahulu.


Melihat ekspresi wajah sang dokter yang sangat serius, membuat perasaan Puspa ikut gelisah, apa yang ingin dokter katakan padanya?


Dilain tempat, Zulham yang sudah tiba di rumah sakit, tidak sengaja melihat Puspa masuk ke ruangan dokter, diapun mengikuti Puspa.


"Begini Bu, mungkin ini kabar buruk untuk ibu, tapi saya harus menyampaikan kabar ini?"


"Kabar apa ya dok? Apa ini mengenai Madina? Atau tuan Zamrun?"


Tanya Puspa berusaha untuk tetap bersikap tenang.


Dokter pun menjelaskan jika Madina tidak bisa menunggu lama untuk mendapatkan donor ginjal.


"Madina harus segera mendapatkan donor ginjal, karena jika terlalu lama, saya khawatir dia akan tersiksa dengan rasa sakit yang akan terus dia rasakan , saya juga cemas jika Madina tidak akan kuat menahan rasa sakitnya itu?"


Mendengar semua penjelasan dokter, Zulham dan Puspa pun sangat terkejut, apa yang harus Puspa lakukan sekarang.


Dokter pun menambahkan jika Zamrun sebagai ayah biologisnya tidak bisa mendonorkan ginjalnya, karena dia juga hanya mempunyai satu ginjal.


"Apa?"

__ADS_1


Puspa semaki terkejut dan bingung dengan semua kabar yang dokter beritahu padanya.


__ADS_2