
Puspa bingung harus menjawab apa pada semuanya tentang Madina.
Hingga Bu Asih pun langsung menyimpulkan jika sebenarnya bayi itu adalah bayi Puspa,bayi hasil hubungan terlarang nya dengan pria di singapura.
"Jangan bilang kalau bayi itu adalah anakmu dari pria disana Puspa"
Ucap Bu Asih menunjuk Puspa dengan kasar.
"Jadi ternyata selama ini kamu banyak uang dan sukses disana karena ini,menjadi wanita penghibur disana"
Celoteh Bu Rani menghina Puspa.
Dan tiba-tiba saja
Plak...
Bu Siti menampar pipi Bu Rani karena telah menuduh Puspa sebagai wanita penghibur.
"Berani sekali ibu menuduh anak saya wanita penghibur.tidak, semua itu tidak benar,Puspa anakku adalah gadis yang baik,dia wanita yang jujur"
Bu Siti membela Puspa dengan menepis semua tuduhan Bu Rani.
Dia tidak bisa terima jika anaknya di permalukan seperti itu di hadapan orang banyak.
Bu Siti juga menganggap semua tuduhan itu adalah fitnah bagi anaknya.dia pun hendak menjelaskan bayi siapa yang Puspa bawa.
Namun belum berhasil Bu Siti menjelaskan,Bu Asih yang tidak terima tetangganya di tampar dengan begitu keras oleh Bu Siti langsung menyerang keluarga Bu Siti dengan semua hinaannya.
"Sudahlah Bu Siti,kau tidak usah membela anakmu lagi,sudah jelas bukti ada di depan mata kita,anakmu juga tidak bisa menjawab bayi siapa yang dia bawa kepada kami,itu artinya memang benar,itu adalah anaknya hasil dari hubungan terlarang mereka disana yang kita tidak tahu siapa bapaknya"
Bu Asih kembali mengambil kesimpulan tanpa mencari tahu yang sebenarnya seperti apa.
Kini Bu Siti pun tidak bisa sedikitpun menjelaskan jika bayi yang di bawa Puspa adalah anak yang dia temukan di tempat bekerjanya disana,bukan anaknya.
Bu Siti pun sedih karena mereka tidak mempercayai ucapannya,
Mereka berlalu dengan marah kepada Bu Siti karena telah menampar Bu Rani.
Bu Siti menangis sedih dengan semua yang sudah terjadi,
"Itu yang bapak takutkan selama ini Bu,itu sebabnya kita harus meninggalkan bayi itu ke panti asuhan,biarlah mereka yang mengasuh dia "
Ucap pak Sudrajat yang bersikukuh tidak menyetujui Madina ada di rumahnya.
"Maafkan Puspa Bu,pak, semua salah Puspa,kalian harus menanggung malu karena Puspa,tapi Puspa tidak mau meninggalkan Madina "
Puspa tidak setuju dengan saran pak Sudrajat untuk menitipkan Madina ke panti asuhan.
__ADS_1
Puspa sudah berjanji dalam hatinya tidak akan meninggalkan Madina walau apapun yang terjadi.
Jika dari awal Madina akan di titipkan di panti asuhan,dia tidak akan mengambil resiko besar dengan membawa Madina ke Indonesia.
Puspa yang mulai sedih dengan semua penolakan pak Sudrajat dan tuduhan miring para tetangga coba menghubungi Zulham untuk menceritakan semuanya dan mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapinya.
Puspa coba menghubungi Zulham namun tak kunjung ada jawaban.dia semakin bingung apa yang harus dia lakukan sekarang.
"Ya Allah apa yang harus aku lakukan sekarang?"
Puspa berserah diri memasrahkan semua takdirnya pada sang maha pencipta.
***
Di lain tempat,David,salah satu anak buah Zamrun yang diutus untuk mencari keberadaan Puspa dan bayinya sudah tiba di kota Bandung.
David langsung menuju beberapa tempat agen penyaluran tenaga kerja ke luar negri,semua dia jumpai untuk mencari tahu keberadaan Puspa agar dia bisa membawa baby Madina bersamanya kembali ke Singapura.
"Bisakah kau Carikan informasi tentang seorang TKW bernama Puspa yang berangkat ke Singapura sekitar 3 tahun yang lalu"
David coba menanyakan Puspa pada salah satu agen yang dia jumpai.
"Maaf pak tapi informasi yang anda cari tidak ada"
Sekali lagi David tidak bisa mendapatkan informasi tentang Puspa.
Dia sangat kesal,kemudian diapun coba melanjutkan perjalanannya menuju kedalaman kota Bandung,
Sembari mencari agen pengiriman tenaga kerja ke Singapura.
...
Puspa yang kala itu mulai resah dan gelisah seakan sesuatu yang buruk akan menimpanya berusaha menenangkan diri di dalam kamar bersama baby Madina.
Entah apa yang kini melanda hatinya,Puspa begitu sesak jika mengingat semua tuduhan Bu Asih padanya tadi siang,dia tidak menyangka jika niat baiknya mengurus dan membesarkan seorang anak yatim akan membawanya pada fitnah yang sangat kejam untuknya.
Hari mulai sore,Bu Siti memanggil Puspa untuk segera makan,Puspa tidak selera untuk makan,karena dia masih merasa sedih.
"Madina,tidurmu begitu lelap nak,"
Puspa mencium kening Madina saat tertidur.dia tersenyum ke arahnya.
"Aku sudah terlanjur menyayangimu nak,jadilah anak yang baik dan Solehah ya"
Doa dan harapan Puspa untuk Madina.
Saat Puspa menikmati pandangannya menatap wajah mungil Madina yang manis dan lucu,tiba-tiba saja terdengar suara gemuruh dari luar yang membuatnya sangat takut,hingga baby Madina pun terbangun.
__ADS_1
"Usir Puspa dari kampung ini,usir dia"
Teriak salah seorang di luar sana yang mengusir Puspa dari kampungnya.
"Astagfirullah ada apa ini,siapa mereka"
Puspa keluar dari kamarnya dengan menggendong Madina,
"Ada apa ini pak"
Tanya Bu Siti pada pak Sudrajat yang terlihat sudah sangat kecewa dengan semua yang terjadi.
"Ini yang bapak takutkan Bu,bayi itu akan membawa petaka bagi kita,mereka pasti mengira jika Puspa membawa anak haram kesini"
Puspa sangat terkejut dan sakit hati mendengar bapaknya menyebut Madina anak haram.
"Madina bukan anak haram pak,dia bukan pembawa malapetaka"
"Kalau bukan itu,lalu mengapa mereka berteriak mengusir mu "
Meski Pak Sudrajat membenci baby Madina,namun sebagai kepala keluarga,dia juga tidak mau anaknya sampai celaka
Pak Sudrajat pun berdiri dan coba membuka pintu melihat keluar.
Betapa terkejut pak Sudrajat saat dia membuka pintu,
Kerumunan warga yang marah sedang mengepung rumahnya,mereka nampak membawa senjata tajam,api dan batu untuk siap menyerang mereka.
"Ada apa ini ibu-ibu"
Tanya pak Sudrajat coba bertanya dahulu apa maksud kedatangan mereka,
"Kau telah menyembunyikan anak haram di rumahmu,anak haram itu aib,kami tidak mau kampung kita tercemari dengan noda seperti itu"
Jawab salah seorang warga yang tidak terima jika Puspa membawa seorang anak bayi yang tidak jelas siapa ayahnya.
Puspa yang ketakutan memeluk sang ibu dan coba berlindung padanya.
"Puspa takut Bu"
"Tenang nak,semua akan baik-baik saja"
Pak Sudrajat coba menjelaskan jika sebenarnya bayi itu bukanlah anak Puspa,melainkan anak yang dia temukan di tempat kerjanya pada warga.
"Alah itu alasanmu saja untuk melindungi anakmu Sudrajat,sudah jelas itu anak haramnya Puspa,usir dia"
Ujar pak Sulaiman yang ikut marah dan malu akan kejadian yang terjadi.
__ADS_1