Madina Bukan Anak Haram

Madina Bukan Anak Haram
kembali ke Indonesia


__ADS_3

Puspa pun tiba di kampung halaman,dia


merasakan kembali kedamaian yang selalu dia rindukan,


Semilir angin yang meniup rerimbunan daun di pohon,membuat suasana pedesaan kampung nya terasa sangat sejuk,dan asri.


Pesona indah nya gunung menambah warna hijau di dalam pandangannya yang seakan mendamaikan jiwanya.


Perasaannya campur aduk,antara percaya atau tidak,jika dirinya kini sudah berada di kampung halamannya,Sumedang.


Kampung dimana tempat dia lahir dan dibesarkan dengan penuh cinta oleh kedua orangtuanya,


Kampung dimana penuh cerita akan perjuangan orangtuanya dalam kemiskinan yang menderanya.


Kampung yang memaksanya untuk pergi merantau ke negri sebrang demi kesejahteraan keluarganya.


Puspa mengucapkan terimakasih yang teramat besar pada Zulham karena telah mengantarnya sampai kampung halaman dengan selamat.


"Terimakasih banyak Zulham,karena mu aku bisa pulang dengan selamat,tanpa kekurangan suatu apapun,aku juga tidak tahu harus berkata apalagi untuk berterimakasih kepadamu untuk semuanya,semoga Allah senantiasa melindungi setiap langkahmu"


Ucap Puspa berterimakasih untuk semua kebaikan Zulham kepadanya.


Dia juga merasa jika setelah ini tidak mungkin untuk mereka bisa bertemu kembali dengan Zulham.


Terlihat tatapan Puspa sangat sedih mengingat itu semua,


"Kau tenang saja Puspa,jika kau perlu bantuan ku atau Madina sampai merindukanku,hubungi saja aku,kau jangan sungkan,aku pasti akan menemui mu"


Jawab Zulham dengan tenang menghadapi kesedihannya.


Puspa pun tersenyum untuk yang terakhir kalinya pada Zulham,senyuman manis yang akan selalu Zulham rindukan,


perasaannya pun tak mampu dia tahan,yang ternyata dia telah mengagumi Puspa sedari pertama mereka bertemu.


Namun Zulham memutuskan untuk menyimpan perasaanya


dan menguburnya dalam.


Zulham pun pamit untuk kembali ke Jakarta,


"Ingat pesanku Puspa,jaga baby Madina jangan sampai ada yang tahu kalau dia anaknya Natasya,"


Puspa terkejut darimana Zulham tahu jika Madina adalah anaknya Natasya.


"Kau tidak perlu memikirkan darimana aku tahu semua itu,yang terpenting sekarang,kau harus bisa melindungi Madina dengan baik,jika ada yang bertanya anak siapa,jangan sekalipun kau mengatakan jika Madina adalah anaknya Natasya,"


Pesan Zulham pada nya dengan sangat serius.


Puspa melihat ada kecemasan Dimata Zulham saat mengatakan semua itu,


Dia akhirnya menyetujui semua pesan dari Zulham.


Zulham pun berlalu meninggalkan Puspa.


Dengan menggendong baby A ,Puspa pun berjalan menyusuri jalan setapak menuju rumah tercintanya.


Rumah yang berada di dalam pemukiman yang tak bisa mobil masuk kedalam jalan kecil tersebut, hanya kendaraan roda dua yang bisa masuk ke jalan menuju rumahnya.


Saat tiba di depan rumah,Puspa sangat terkejut melihat rumah keluarganya yang kini berdiri kokoh dengan megahnya.


dia berasal mimpi melihat rumah yang ada di hadapannya.


"apa ini rumah ibu dan bapak?"


Puspa takjub melihat rumahnya yang besar berdiri dengan kokoh berkat keringatnya selama ini.

__ADS_1


Puspa mengingat rumah ya yang dulu hanya terbuat dari bilik bambu yang beralaskan tanah merah.


"Rumahku,apa ini rumahku?"


Tanya hatinya seakan tidak percaya rumah gedong yang ada dihadapannya kini adalah rumah keluarganya,rumah yang dibangun berkat hasil keringatnya selama ini.


Ibuku menitikkan air mata bersyukur atas semua yang telah Allah berikan kepadanya,


"Alhamdulillah terimakasih untuk semua ini"


Ucapnya bersyukur dengan sedalam-dalam nya.


Baby Madina yang masih terlelap kini mulai membuka mata,


Suasana kampung terlihat sepi karena di jam ini mereka sedang sibuk di sawah dan ladangnya masing-masing.


Baby Madina tersenyum padanya seakan dia mengerti dengan kebahagiaan yang sedang Puspa rasakan.


Puspa berjalan menuju depan pintu dan mengetuk pintu rumah seraya mengucap salam,


"Assalamualaikum"


Salamnya dari luar rumah


Terdengar dari dalam seseorang menjawab salamnya,


"Waalaikumsalam"


Seorang wanita paruh baya akhirnya membuka kan pintu.


Dan saat itu pula wanita itu diam terpaku melihat siapa yang datang mengetuk pintu rumahnya,


"Masha Allah,Puspa anakku"


Bu Siti seakan tidak percaya anak sulung yang selama ini dia tunggu kabarnya,kini ada dihadapannya dengan semua yang dia bawa.


Jawabnya dengan senyumnya yang khas,manis dan cantik,juga bersahaja.


Bu Siti tak ragu lagi,dia langsung memeluk Puspa dengan erat,


suasana pun menjadi haru kala mereka berpelukan saling melepas rindu setelah 3 tahun tidak bertemu.


Air mata kerinduan pun tidak mampu mereka bendung,


"Anakku Puspa,kemana saja kamu selama ini,ibu sangat menghawatirkan mu nak".


Ucap Bu Siti dalam pelukannya sembari menangis,dan haru karena anaknya sekarang sedang berdiri tepat dihadapannya dalam keadaan yang sehat dan selamat.


"Puspa baik-baik saja Bu,maafkan Puspa karena telah membuatmu khawatir"


Jawabnya meminta maaf untuk semua yang telah terjadi.


Bu Siti menyuruh Puspa untuk masuk kedalam rumah,kedua adiknya langsung keluar dari kamar dan melihat siapa yang datang.


Si bungsu yang sangat mengenal kakaknya itu langsung berlari dan berteriak memanggil Puspa,


"Teteh..."


Nisa adalah adik bungsunya,dia langsung mengenali kakaknya dan memeluknya.


"Teteh,,,teteh damang?".


Tanya Nisa pada Puspa menanyakan kabarnya,dia tersenyum haru melihat adik bungsunya menyambutnya dengan sangat gembira.


Puspa melihat seisi rumah,

__ADS_1


Semua telah berubah,tak ada lagi sisa barang lama saat dirinya masih tinggal di rumah bambu dulu.


Dulu yang biasanya hanya menggelar tikar anyam untuk menyambut tamu,sekarang sudah berganti dengan sofa yang cukup mewah untuk sekelasnya.


Berjejer lemari kaca yang sangat indah bagi rumah ukurannya.


Dulu tak pernah ada lemari kaca,yang ada hanyalah meja bambu untuk menyimpan pakaian dan buku-buku sekolahnya dan kedua adiknya.


Puspa berjalan menyusuri setiap ruang rumah,dia melihat kedua kamar adiknya yang tertata rapi dengan kasur busa dan meja belajar masing-masing di kamarnya,juga lemari baju yang cukup besar untuk satu orang.


Puspa semakin dibuat haru olehnya,


"Ini semua milikmu nak"


Ucap Bu Siti menyadari bahwa Puspa sedang merasakan semuanya telah berubah di rumahnya ini.


.


"Ya semua ini adalah milikmu nak,hasil dari kerja kerasmu selama ini,"


Lanjut Bu Siti menjelaskan.


Puspa tersenyum pada Bu Siti,dan menanyakan keberadaan sang bapak tercinta.


"Alhamdulillah Bu,ternyata kerja kerasku sangat bermanfaat bagi semuanya,lalu dimana bapak?"


Sebelum Bu Siti menjawab pertanyaannya,dia balik menanyakan siapa bayi yang dia gendong.


"Tapi nak,siapa bayi ini"


Tanya Bu Siti padanya dengan serius,


Puspa teringat akan pesan yang Zulham berikan padanya Agar tidak memberitahu jika Madina adalah anak dari Natasya.


Puspa akhirnya terpaksa berbohong pada Bu Siti dan mengatakan jika bayi itu adalah bayinya,


"Apa yang kamu katakan ini nak?"


Bu Siti sangat terkejut mendengar pengakuan Puspa tentang baby A.


"Katakan yang sejujurnya pada ibu nak,bayi siapakah ini?"


Tanya Bu siti seakan tidak percaya jika anaknya bisa melakukan hal tak buruk disana yang mengakibatkan terlahir nya baby A.


Bu Siti mengira baby A adalah bayi hasil hubungan haram Puspa dengan pria disana.


"Astagfirullah tidak begitu maksud nya Bu,sebenarnya Madina adalah bayi ku yang sudah aku anggap sebagai anakku sendiri,aku menemukan baby A di tempat kerjaku,kasihan dia Bu,dia anak yatim,orangtuanya sudah tiada,"


Jelasnya membuat batin Bu Siti sedikit lebih tenang.karena kecemasannya salah pada Puspa.


Namun dia juga cemas jika nanti semua orang tau jika anaknya membawa seorang bayi dari Singapure,apa yang akan mereka katakan dan pikirkan tentang anaknya itu,


Sungguh Bu Siti sangat mencemaskan Puspa.


***


Dilain tempat,seorang pria datang mengunjungi nyonya Zakaria di penjara,


Pria itu menanyakan tentang bayi yang nyonya Zakaria rawat selama ini


"Cepat katakan,Dimana bayi itu?"


Teriak pria yang mencari baby A,


Nyonya Zakaria tetap tidak bisa mengatakan Diman baby A berada,karena dia juga tidak tahu.

__ADS_1


"Cobalah kau tanyakan pada pegawai ku yang bernama Puspa,mungkin dia akan memberitahumu dimana bayi itu berada,karena terkahir aku menyerahkan bayi itu kepadanya"


Jawab Zakaria menjelaskan tentang sosok Puspa yang terakhir kali merawat baby A.


__ADS_2