Madina Bukan Anak Haram

Madina Bukan Anak Haram
Leony


__ADS_3

Leony yang tidak senang akan kedatangan Meeta yang tiba-tiba, berbalik memarahi dan mengusirnya dengan kasar,


"Untuk apa kamu kesini,pergi"


Ucap Leony dengan keras mengusir Meeta,


Meeta tidak ambil hati semua perkataan Leony,karena dia melihat ada air mata di pipinya.


"Tenanglah Leony,aku tidak akan mengganggumu,"


Meeta coba mendekati Leony yang mulai melemah.


"Astaga kau kenapa,Leony,bangunlah Leony"


Meeta terkejut dan bingung melihat Leony tidak sadarkan diri,diapun cepat berlari memanggil Puspa untuk menolongnya.


Secepat kilat Meeta menjelaskan semua pada Puspa apa yang terjadi dengan Leony agar dia tidak banyak bertanya lagi dan mau ikut dengannya ke kamar Leony,


Puspa dan Meeta akhirnya cepat ke kamar Leony,sementara karyawan lain masih tertidur di kamarnya masing-masing.


"Leony,ayo cepat kita bawa dia ke dalam,"


Puspa yang terkejut langsung memapah tubuh Leony,dan membaringkannya di kursi terlebih dahulu,karena pakaian nya basah.


"Kau buka pakaiannya Meeta,aku akan ambilkan handuknya di kamar mandi"


Puspa berlari membawa handuk untuk mengeringkan tubuh Leony.


Dan saat dia masuk kedalam kamar mandi,dia melihat ponsel Leony tergeletak di lantai,


Puspa pun meraih ponsel Leony,dan betapa terkejutnya dia saat membawa ponsel Leony.


Puspa menemukan sebuah testpack tergeletak di bawah ponselnya Leony,


Dan saat dia melihat garis dua di testpack tersebut,dia langsung menutup mulutnya karena terkejut dan tidak bisa percaya jika Leony hamil.


"Ini tidak mungkin,Leony hamil"


Ucap hati nya tak percaya dengan semua yang dilihatnya.


Puspa memutuskan untuk menyembunyikan hasil testpack tersebut dan tutup mulut untuk sementara waktu,dan akan menanyakan kebenaran nya pada Leony,setelah dia sadar nanti.


Meeta sudah membuka seluruh pakaian Leony dan kemudian dia mengeringkannya dengan handuk yang dibawa Puspa.


"Puspa,tolong kau ambilkan minyak angin,agar tubuhnya hangat"


Meeta menyuruhnya untuk membawakan minyak angin untuk Leony, Puspa nampak sedikit melamun atas apa yang telah dia temukan di kamar mandi Leony,sehingga dia tidak menyadari jika Meeta sedang menyuruhnya membawakan minyak angin.


"Puspa,hei,apa kau baik-baik saja,kau kenapa?"

__ADS_1


Pertanyaan Meeta membangunkannya dari sepintas lamunan yang menderanya.


Puspa kembali sadar dan meminta maaf kepada Meeta karena tidak menyadari bahwa dia sedang meminta tolong padanya.


Leony pun masih belum sadarkan diri,Puspa membuatkan teh hangat untuknya,


"Leony bangunlah,,,Leony"


dia terus berusaha untuk menyadarkan Leony.


Sampai kemudian kedua mata Leony mulai sedikit terbuka,


"Puspa,kau disini"


Ucap Leony saat membuka matanya,dia nampak masih terlihat sangat lemas.


"Kau jangan dulu bergerak dan banyak bicara,minumlah dulu teh hangat ini,agar kau merasa lebih baik"


Puspa langsung memberi teh hangat itu pada Leony.


Leony langsung memeluk Puspa dan menangis di pelukannya.


"Puspa.."


Ucap Leony,


Puspa menatap Meeta dan memberi kode padanya agar dia tinggalkan mereka berdua,supaya Leony mau berbicara semua kepadanya,Meeta pun mengerti dan keluar dari kamar leony,


Dia mulai bertanya,


"Aku sangat takut sekali Puspa,aku sangat takut"


Leony kembali menangis dan memeluk Puspa,tubuhnya begitu bergetar sangat ketakutan,


"Tenanglah,aku disini bersamamu,tidak akan terjadi apapun,tenanglah,bicaralah kepadaku,apa yang sebenarnya terjadi"


Jawab Puspa dengan memperlihatkan testpack yang ditemukannya di kamar mandi.


Leony pun semakin terkejut,karena dia menemukan testpack miliknya.


Leony merebut dan melempar testpack tersebut dengan keras,hingga dia kembali histeris dan menangis,


"Hey,tenanglah aku mohon,tenang,kau kenapa?"


Puspa coba menghentikan tangisan Leony dan memeluknya agar dia sedikit tenang,


dia mengusap kepala Leony layaknya seorang kakak kepada adiknya.


"Tenanglah,jika kau memang tidak mau bicara,baiklah tidak apa-apa, tapi aku mohon,kau tidak boleh begini,"

__ADS_1


Ucap nya membuat perasaan Leony sedikit lebih tenang,


"Puspa,apa kau akan bersamaku"


Tanya Leony membuka pembicaraannya,


"Ya aku bersamamu,tenanglah"


Leony kembali memeluknya,dia tidak melepaskan pelukannya pada Puspa.


"Aku sangat takut pa,aku benar-benar sangat takut,kejadian ini terulang kembali,untuk kedua kalinya aku hamil di tempat ini,dan nyonya Zakaria pasti akan memaksaku untuk menggugurkannya kembali,rasanya sangat sakit sekali pa,aku takut"


mendengar semua pernyataan Leony,Puspa begitu terkejut mendengar semua yang Leony katakan kepadanya.


"Apa maksudmu Leony,memangnya apa yang kamu lakukan hingga kamu bisa hamil dan mengugurkan bayi yang tak berdosa di dalam perut kamu"


Dia terkejut dan marah kepada Leony,karena dia sudah salah melangkah.


Awalnya Leony ragu untuk bercerita tentang semuanya pada puspa.namun karena dia merasa aman bersamanya,akhirnya Leony membuka mulutnya dan menceritakan semua kejadian yang 2 tahun belakangan ini dia lakukan bersama nyonya Zakaria,


Leony mengatakan kepada nya bahwa sebenarnya,


Setiap sebulan sekali nyonya Zakaria selalu mengirimnya kepada seorang pria untuk melayaninya sebagai wanita bayaran.


Leony mengatakan,nyonya Zakaria memilihnya karena Leony adalah wanita Asia,dan mereka menyukai wanita China's sebagai wanita malamnya.


Akhirnya nyonya Zakaria memilihnya,awalnya Leony menolak hingga tamparan demi tamparan pun dia dapatkan dari nyonya Zakaria karena telah menolak perintahnya,namun karena nyonya Zakaria mengancam tidak akan membayar gaji nya dan otomatis Leony tidak akan bisa mengirim uang untuk ayahnya yang akan melakukan operasi,akhirnya Leony pun terpaksa menyetujui perintah nyonya Zakaria untuk menjadi wanita panggilan.


Nyonya Zakaria bekerjasama dengan seorang pria yang tidak dia ketahui namanya,tapi yang dia tahu,pria itu jarang datang kemari.


Bahkan sebelum Leony di pulangkan, Leony juga sempat mendengar percakapan nyonya Zakaria dan pria itu kalau sekarang dia akan memesan wanita panggilan kepada nyonya Zakaria 2 Minggu sekali.


"Aku sangat takut sekali Puspa"


Ucap Leony kembali ketakutan,


"Astagfirullah,apa benar yang kau katakan ini Leony"


Puspa tidak percaya dengan semua yang Leony bicarakan kepadanya, karena ini tidak mungkin menurut Puspa.


"Ini tidak mungkin Leony"


Lanjutnya masih tidak percaya,


"Apa kau ingat dengan kak Natasya,TKW asal Tiongkok yang nyonya Zakaria kurung di ruang gudang tanpa kita tahu alasannya kenapa?"


Puspa kembali mengingat ka Natasya yang beberapa bulan lalu meninggal di rumah sakit karena penyakit yang dideritanya.


"Sebenarnya ka Natasya bukan meninggal karena sakit Puspa,dia juga sama sepertiku,dia hamil,tapi dia tidak mau menggugurkan kandungannya,dan akhirnya kita tahu kalau ka Natasya meninggal di rumah sakit,semua itu salah,ka Natasya meninggal saat melahirkan anaknya,dan sekarang aku tidak tahu bagaimana nasib dan dimana anaknya berada"

__ADS_1


Lanjut Leony menjelaskan dengan penuh air mata tentang ka Natasya yang nasibnya sama seperti dirinya.


__ADS_2