
Nina yang terkejut langsung menyuruh si bungsu untuk membawakan minyak angin untuk ibunya.
Keadaan pun kini semakin panik kala Bu Asih yang melihat dan mendengar semua yang terjadi di depan matanya.
Bu Asih yang masih saudara dengan Bu Elis sama terkejutnya dengan Bu Siti,karena dia tahu jika saat ini saudaranya berada di Kaliwungu.
"Elis..."
Panggil Bu Asih teriak histeris memanggil nama saudaranya yang turut menjadi korban bencana longsor disana.
***
Setelah selesai makan,Puspa dan pak Mamat pun siap menuju Tasik.
"Bagaimana makannya ***, enakkan?"
Tanya pak Mamat pada Malika kecil sambil menggodanya,
Terasa sekali rasa sayang pak Mamat seperti sayang kakek pada cucunya sendiri.
Puspa tidak menyangka jika dia bisa di pertemukan dengan seorang pria tua yang ramah dan baik seperti pak Mamat.
"Terimakasih ya Allah engkau pertemukan kami dengan orang yang baik"
Madina yang sedang di gendong pak Mamat pun tertawa kala pak Mamat terus mengajaknya bercanda.
"Ayolah,sekarang kita berangkat lagi ya nak,"
Merekapun masuk kedalam mobil,
__ADS_1
Pak Mamat sempat bertanya pada Puspa akan tujuannya setelah tiba di Tasikmalaya.
"Setelah tiba di Tasik,kamu akan pergi kemana?"
Tanya pak Mamat pada Puspa.
"Tidak tahu pak,saya sendiri belum tahu Tasik itu seperti apa?"
"Tasik itu kota santri kalau kata orang bilang,disana banyak sekali pondok pesantren yang cukup ternama dengan kualitas yang cukup baik,orang Tasik juga pada baik neng,tergantung kitanya juga Ketang ..hihi"
Jawab pak Mamat memuji kota Tasikmalaya.
Puspa pun terdiam,apa harus aku titipkan Madina ke panti asuhan,agar aku bisa melanjutkan masa depanku?
Sebuah pemikiran yang tidak akan mungkin Puspa lakukan pada Madina.
***
"Jangan hentikan pencarian ini pak,bagaimana kalau keluarga saya masih hidup di dalam sana dan mereka membutuhkan pertolongan kita,ayolah pak"
David bersikeras untuk terus mencari keberadaan Puspa dan yang lainnya.
Meski di bawah guyuran air hujan David tidak menyerah.
Karena David tidak tahu jika Aisyah sebenarnya sudah pergi dari kampung itu.
...
Puspa dan Madina sampai di Tasik tengah malam,mereka bingung harus tinggal dimana sekarang,sementara Puspa sendiri belum pernah datang ke tasik.
__ADS_1
Puspa pun menanyakan pada pak Mamat apa ada rumah kontrakan yang bisa dia sewa di malam seperti ini.
"Sudah neng,gak usah memikirkan tempat tinggal ,untuk malam ini,kalian tinggal saja dulu di rumah kami,di rumah hanya ada bapak dan ibu Fatimah ,soalnya kedua anak bapak sibuk bekerja di Jakarta"
Puspa tidak enak hati,dia tidak ingin merepotkan pak Mamat terus,
"Tapi pak, saya tidak ingin merepotkan bapak"
Pak Mamat pun tidak keberatan,dia justru merasa senang karena ada Madina yang akan menemani hari-harinya nanti di rumah.
Pak Mamat yang sangat merindukan cucunya tidak bisa bertemu karena jarak yang terlalu jauh,
Anak pak Mamat tinggal bersama suaminya di Jakarta.
Dan dengan kehadiran Madina di tengah mereka,kerinduan pak Mamat sedikit terobati.
"Inilah rumah bapak neng,maaf ya rumahnya memang kecil dan berantakan "
Meski Puspa merasa tidak enak karena telah merepotkan pak Mamat dan istrinya,namun dia tidak mempunyai pilihan lain.
"Baiklah untuk malam ini saya dan Madina akan tinggal disini,tapi besok biarkan saya mencari tempat tinggal sendiri ya pak,saya tidak ingin merepotkan bapak terus"
Ucap Puspa pada pak Mamat.
***
David coba menghubungi Zamrun untuk memberitahu semua yang terjadi pada anaknya,
David pun bingung,apa yang akan terjadi jika sampai Zamrun tahu jika anak yang selama ini dia cari ternyata sudah tiada dalam bencana longsor yang menimpanya.
__ADS_1