
Saat Puspa tiba di rumah nyonya Zakaria,dia melihat baby A masih terlelap,sedangkan nyonya Zakaria sudah tidak ada di kamarnya,
"Kemana nyonya Zakaria"
Tanya Puspa merasa aneh.
Dan ternyata saat hendak keluar dari kamar nyonya Zakaria,seorang pria datang dan mengunci pintu kamar,
Puspa sangat terkejut dan takut dengan kedatangan pria didalam kamar nyonya Zakaria itu,
Pria itu pun mulai mendekati Puspa.
"Siapa kamu?mau apa kamu kemari?jangan coba mendekatiku"
Teriak Puspa dengan ancamannya yang kosong,pria itu semakin mendekatinya.
Dengan segenap tenaga yang Puspa miliki,dia melempar semua barang yang ada di dalam kamar nyonya Zakaria dan melemparkannya pada pria yang mendekatinya itu.
Dalam hati,Puspa sempat berpikir,
"Apa mungkin ini juga rencana nyonya zakaria untuk menjual ku?"
Pikirannya melayang kemana-mana,dia harus bisa pergi dari pria ini.
"Kau tidak usah takut cantik,aku tidak akan menyakitimu"
Ucap pria yang coba mendekatinya.
dia berlari menghindari pria itu,dan si pria itu juga mengejarnya.
Sampai dia berhasil meraih tangan Puspa.
"Lepaskan aku,lepaskan,berani sekali kamu menyentuhku,maka aku akan"
Ucap Puspa kembali mengancam pria itu.
Namun si pria hanya tersenyum licik penuh hasrat melihat kecantikannya.
"Tidak sia-sia aku membayar dirimu,ternyata kau sangat cantik sekali nona"
Pria itu kembali menggodanya.
Karena merasa jijik akan semua rayuan pria itu,akhirnya Puspa berhasil meraih pas bunga dan menghajar pria itu.
Seketika pria itu terkapar jatuh ke lantai,dia sangat marah pada Puspa karena telah membuat kepalanya terluka,
"Kau...beraninya kau melukaiku,awas kau"
Pria itu mulai marah.
Puspa terus berlari,dia masuk kedalam toilet dan langsung menguncinya dari dalam,
dia sangat panik dan ketakutan,
Keringat dingin bercucuran karena ketakutannya pada pria itu.
Pria itupun bangkit dan mengejar Puspa,meski kepalanya terluka berlumuran darah,
"Mau lari kemana kau wanita murahan,kau tidak akan aku ampuni"
Teriak si pria mencari Puspa.
Air mata Puspa menetes bercampur dengan peluh keringat yang bercucuran,
"Ya Allah lindungi hamba"
dia semakin panik kala pria itu menggedor pintu kamar mandi.
"Buka,
Buka pintunya"
__ADS_1
Teriak sang pria.
Saat meraba dadanya,Puspa teringat akan kartu nama Zulham yang dia simpan disaku bajunya,karena saat itu dia hanya teringat kepada Zulham,berharap dia bisa menyelamatkannya.
Dengan segera Puspa langsung menghubungi Zulham,
"Ayo Zulham angkat telpon ku"
Dia semakin panik,karena Zulham tidak kunjung menerima panggilan telponnya.
"Ya Allah,bagaimana ini,"
Puspa semakin takut,karena pria itu terus menggedor pintu,dan sekarang dia mulai mendobrak pintu kamar mandi.
Puspa terus mencoba menghubungi Zulham,hingga akhirnya,si pintu toilet pun terbuka dengan tendangan pria itu.
Puspa berteriak minta tolong,
"Tolong, tolong aku"
Puspa berusaha menjauh dari pria yang coba mendekatinya.
Pria itu menarik tangan nya hingga ponselnya terjatuh,
"Lepaskan aku lepaskan tolong"
Puspa kembali berteriak meminta tolong,namun tidak ada seorang pun yang menolongnya.
"Aku tidak akan pernah mengampuni kamu wanita ****** "
Ucap pria bertubuh kekar yang terus menarik tangannya,dengan segenap tenaga yang ada,Puspa terus memberontak untuk melepaskan diri dari pria itu.
"Buk.."
Pria itu melemparkan Puspa ke atas kasur.
Dia kesakitan dan menangis,
Puspa yang menyadari keselamatannya mulai terancam,terus menghindari pria itu.
"Jangan lakukan itu,aku mohon".
Puspa memohon pada pria itu untuk tidak melakukan sesuatu hal yang buruk padanya.
Pria itu hanya tersenyum penuh hasrat melihat Puspa.
dia mulai kembali mendekati Puspa diatas kasur kamar nyonya Zakaria.
"Aku mohon jangan lakukan itu,lepaskan aku"
Puspa kembali memohon dengan seluruh air matanya,berharap pria itu merubah niatnya untuk menyakiti atau melecehkannya.
"aku sudah membayar mu mahal untuk ini"
dengan nada lantang pria itu memberikan penjelasan jika dirinya sudah membeli Puspa dari nyonya Zakaria dengan harga yang mahal.
Puspa pun menangis dan tidak menyangka jika akhirnya dirinya akan bernasib sama seperti Leony ataupun Natasya.
"mengapa kau melakukan ini padaku nyonya?apa salahku?"
tanya hatinya yang seakan mulai pasrah akan keadaan di depan mata.
Saat pria itu semakin mendekatinya,keberanian Puspa kembali tumbuh kala teringat akan keluarganya di kampung halaman,
dalam hati dia berangkat pergi ke Singapura untuk bekerja dengan keadaan suci,maka dia juga akan pulang kembali ke tanah airnya dalam keadaan bersih pula.
Dia tidak mau mengecewakan keluarganya hanya dengan memasrahkan diri pada seorang pria bejat seperti dia.
Dan akhirnya,
dengan tangan kanannya yang masih kuat,Puspa meraih lampion yang ada di samping tempat tidur dan kembali memukul bahu pria itu hingga dia kesaktian,dengan cepat Puspa berlari ke arah pintu kamar dan coba membuka kunci pintu.
__ADS_1
Namun sayang,kunci kamar sudah ada di tangan pria itu,
"Sudah aku duga,pasti kamu akan melakukan hal ini padaku"
Pria itu kembali bangkit dan mendekati Puspa.
Puspa kembali panik dan takut,
"Lebih baik aku tiada daripada aku harus melakukan hal kotor seperti itu"
Ucap Puspa dengan lantang kepada pria itu,membuat si pria hanya mentertawakan nya.
"hahahaha cukup tinggi juga harga dirimu ya,tapi tidak apa-apa,aku menyukainya,ayo kemari lah sayang,"
Si pria terus mendekati nya.
Puspa berusaha terus menghindar,suasana pun semakin mencekam kala si pria menarik gesper celananya untuk melukai Puspa.
"buk.."
Suara cambukan gesper yang siap melukai tubuh Puspa.
"ayo kemari lah,jangan sampai aku berbuat kasar kepadamu?"
ujar pria yang terus berusaha meraih Puspa.
Sudut tembok menjadi akhir langkah Puspa terhenti,perasaannya pun mulai tidak tenang,
pikirannya melayang teringat akan kedua orangtuanya dan kedua adiknya.
"Maafkan aku Bu,pak?"
ucap hati Puspa sebelum si pria berhasil meraih tangannya.
Si pria berhasil menarik tangan Puspa dan menjatuhkannya kembali ke atas ranjang yang siap menjadi saksi bisu kemalangan Puspa.
"buk
buk..
buk..."
Tiga cambukan gesper nya berhasil mendarat di tubuh Puspa hingga membuatnya merengek kesakitan,
namun meskipun begitu,Puspa masih bertahan dengan seragamnya.
Si pria pun kembali kesal kala Puspa selalu menepis sentuhannya.
"plak"
Satu tamparan pun melayang di pipinya Hinga sudut bibirnya berdarah,sungguh malang nasib puspa,entah mimpi apa semalam,hingga dia seperti ini.
Dan disaat takdir memaksa Puspa untuk menyerah,tiba-tiba saja suara tendangan yang keras berhasil membuka pintu kamar nyonya Zakaria.
Puspa yang sudah melemah dan terkulai karena siksaan si pria masih bisa melihat siapa yang datang hendak menolongnya.
"Zulham"
Ucap Puspa dalam kelemahannya.
Zulham datang di waktu yang tepat,melihat sahabatnya sudah tak berdaya,Zulham pun langsung mengajar pria itu tanpa ampun,hingga keduanya adu jotos.
Zulham tidak membiarkan pria itu membalas serangannya,
Dia terus memberi pukulan dan tendangan yang mematikan pada pria itu karena sudah berani menyentuh Puspa.
"Aku tidak akan mengampuni mu"
Si pria coba melawan namun Zulham berhasil melumpuhkannya.
Hingga akhirnya polisi pun tiba tepat waktu.
__ADS_1