
Puspa mencari nomor kartu nama dokter Asraf di kamar baby A,
"Pasti nyonya Zakaria menyimpan kartu nama dokter Asraf untuk mengobati baby A"
Dia terus mencari tapi tidak dia temukan.
Puspa hanya menemukan nomor klinik tempat dokter Asraf bekerja,
"Kalau begitu,aku akan hubungi nomor klinik nya dokter Asraf,"
Pikir nya hendak menghubungi dokter Asraf untuk menanyakan semua kebenarannya.
...
Sementara di panti pijat,Meeta hendak mencari Puspa,Meeta melihat Leony kesakitan,Meeta tidak tahu harus berbuat apa,
"Kamu tahan sebentar ya Leony,aku akan mencari pertolongan"
Ucap Meeta pada Leony.
Meeta terus mencari Puspa,dia tidak mengetahui jika Puspa sedang berada di rumah nyonya Zakaria.
Meeta akhirnya membawa Leony ke rumah sakit tanpa meminta ijin kepada nyonya Zakaria terlebih dahulu,
"Perutku sangat sakit sekali meet, aduh"
Leony meringis kesakitan.
Meeta terus coba menenangkannya
"Tidak akan terjadi apa-apa,tenang ya"
Jawab Meeta mengusap keringat dingin di kepala Leony.
Dengan bermodalkan tekad dan bekal seadanya Meeta membawa Leony ke klinik dimana dokter Asraf bekerja,
"Siapapun tolong teman saya perutnya kesakitan,tolonglah dia,"
Ucap Meeta sesampainya di klinik berkah Medika,nama klinik tempat dokter Asraf bekerja.
Suster pun langsung membawa Leony ke ruang periksa,disana ada dokter wanita bernama dokter Azzuri yang menangani Leony,
"Saya sudah tidak kuat lagi dok,perutku sangat sakit "
Leony seakan tak lagi mampu menahan kesakitan yang dia rasakan saat ini,Leony terus menangis menahan sakitnya.
Leony begitu teringat akan senyum ayah dan ibunya di kampung halaman.
Dan disaat yang bersamaan,
Puspa menelpon klinik dokter Asraf bekerja,dia mendengar suara Meeta sedang memberi keterangan seputar Leony kepada suster
"Namanya Leony sus,dari pagi tadi saya lihat dia terus memegang perutnya,dia sangat kesakitan,tolong sembuhkan teman saya dok"
Ucap Meeta sangat khawatir,dan semua itu terdengar oleh Puspa di sebrang telpon.
Tentunya Puspa terkejut dengan semua yang dia dengarkan di balik telpon.
"Itu suara Meeta,apa yang dimaksud Meeta Leony,aku harus kesana"
Pikirnya sangat khawatir sampai dia tidak ingat kepada baby A, dia langsung pergi menuju kamar nyonya Zakaria untuk pamit keluar,tanpa memberi tahu yang sebenarnya.
"Apa kau sudah mencampur racun itu pada minumannya?bagaimana keadaannya sekarang?kasih tahu aku jika terjadi apa-apa"
Suara pembicaraan nyonya Zakaria dengan lawan bicaranya di telpon tak sengaja di dengar oleh Puspa.
Namun dia tidak memikirkan semua yang nyonya Zakaria bicarakan,Puspa langsung pergi tanpa pamit padanya.
...
__ADS_1
Di ruang tunggu pasien Meeta terlihat sangat cemas menunggu kabar dokter yang menangani Leony,
dia sampai disana tepat waktunya.
"Meeta"
Panggil Puspa.
Meeta yang merasa bahagia dengan kedatangannya langsung memeluknya erat,
"Puspa,Leony,kasihan dia"
Ucap Meeta yang khawatir akan keselamatan Leony.
Dia menanyakan apa yang sebenarnya terjadi,Meeta pun menceritakan jika perut Leony sakit,dia terus memegang perut dan menangis karena tidak tahan akan sakit yang dia rasakan.
Puspa juga menanyakan apa sebelumnya Leony jatuh,atau minum sesuatu yang menyebabkan perutnya sakit.
Meeta pun mengingat kembali sesaat sebelum perut Leony sakit.
"Sebelum Leony kesakitan,aku melihat Dania mengantar segelas air susu pada Leony,tapi itu susu biasa yang selalu Leony minum"
Ucap Meeta,
Puspa terdiam,
dia teringat akan pembicaraan nyonya Zakaria dengan kawannya di sebrang telpon tentang racun dalam minuman,
"Astagfirullah,itu mustahil,itu tidak mungkin"
Pikirnya dalam hati.
Kemudian dokter Azzuri pun keluar dari ruang operasi,Puspa dan Meeta langsung menghampiri nya,
"Bagaimana keadaan Leony dok?"
Dokter Azzuri terlihat lemah,
"Mohon maaf Bu,bayi yang ada di dalam kandungan Bu Leony sudah tiada satu jam sebelum dibawa kesini"
Ucap dokter Azzuri ikut berduka dengan semua yang terjadi.
"Astagfirullah,mengapa itu terjadi dok?"
Tanya Puspa terkejut,
Dokter Azzuri menjelaskan bahwa Leony meminum obat untuk mengugurkan kandungan,itu sebabnya janin yang masih kecil di perutnya tiada.
Pikiran Puspa mulai positif,bahwa semua yang terjadi pada Leony,ada hubungannya dengan nyonya Zakaria.
Dia tahu betul,kalau Leony tidak akan pernah menggugurkan kandungannya,meskipun janin itu tumbuh dari hasil yang tidak di harapkan.
Puspa menangis menyadari takdir janin yang ada di perut Leony,
"Kasihan sekali kamu nak,kamu tiada sebelum melihat indah nya dunia ini,tapi mungkin inilah jalan Allah,dia lebih tahu yang terbaik untukmu"
Ucap Puspa,mendoakan bayi itu secara Islam.
Meski Puspa dan Meeta beda keyakinan agama,namun dalam hal berdoa dan ibadah,mereka saling mendukung dan mengingatkan,
Karena sejatinya,setiap agama pasti mengajarkan norma dan etika yang baik kepada sesama.
"Meeta,aku harus pergi sebentar,kamu tunggu dan jaga Leony,aku tidak akan lama,"
Ucapnya pamit pada Meeta,
Meeta pun mengangguk,
"Baiklah,tapi cepat kembali ya "
__ADS_1
Pinta Meeta pada Puspa.
...
Puspa langsung pergi kembali ke rumah nyonya Zakaria,
Dengan hati yang mulai memanas,karena dia menyadari bahwa nyonya Zakaria lah yang menyuruh Dania untuk mencampurkan racun penggugur janin di susu Leony.
Puspa pun langsung menemui nyonya Zakaria untuk meminta pertanggung jawaban,
Walau tanpa bukti,dia akan berusaha memberikan keadilan untuk anak Leony yang telah tiada.
"Ini tidak bisa dibiarkan,jika nyonya Zakaria tetap seperti ini,maka selamanya dia akan terus melakukan hal yang sama pada yang lain,hal sama yang dia lakukan pada Natasya dan Leony,"
Pikirnya ingin memberontak pada nyonya Zakaria.
Leony yang mulai sadarkan diri,merasa ada yang berbeda dalam dirinya,
Leony meraba perut yang sedari tadi sakit,kini tidak terasa sakit,hanya sedikit perih bekas luka operasi yang dia rasakan.
"Perutku,mengapa terasa berbeda"
Ucap Leony saat sadar,
Meski perut Leony masih belum terlihat seperti wanita hamil,namun perasaan hatinya bisa meraba janin yang ada di dalam perut nya.
Meeta menangis saat mendengar pertanyaan Leony padanya,dia bingung harus menjawab apa agar Leony tidak sedih,
"Leony,sebenarnya"
Suara Meeta terputus,dia menghela nafasnya,memberanikan diri menyampaikan berita buruk kematian janin yang dikandung nya.
Karena tampak ragu,Leony pun memaksa Meeta untuk berbicara yang sebenarnya,
"Sebenarnya apa yang terjadi,bicaralah"
Leony memaksa Meeta untuk bicara.
"Sebenarnya anakmu sudah tiada"
Ucap Meeta dengan nada sedih,
Mendengar semua yang Meeta ucapkan,Leony langsung lemah,
Tekad Leony untuk mempertahankan janinnya kini tinggal angan,
Karena sebelumnya,Leony sempat bicara pada Puspa bahwa dia akan mempertahankan janin yang ada didalam perut nya,meski dia tidak mau.
Leony akan bertahan meski dunia akan menghujatnya,karena dia tidak ingin melakukan dosa untuk yang kedua kalinya dengan menggugurkan kandungannya.
...
Saat Puspa tiba di rumah nyonya Zakaria,dia melihat baby A masih terlelap,sedangkan nyonya Zakaria sudah tidak ada di kamarnya,
"Kemana nyonya Zakaria"
Tanyanya dalam hati.
Dan ternyata saat hendak keluar dari kamar nyonya Zakaria,seorang pria datang dan mengunci pintu kamar,
Puspa sangat terkejut dan takut dengan kedatangan pria didalam kamar nyonya Zakaria.
Pria itu mulai mendekati Puspa
"Siapa kamu?mau apa kamu kemari?jangan coba mendekatiku"
Teriak Puspa dengan ancamannya yang kosong,pria itu semakin mendekatinya.
Dengan segenap tenaga yang dia miliki,Puspa melempar semua barang yang ada di dalam kamar nyonya Zakaria dan melemparkannya pada pria yang mendekatinya.
__ADS_1