Madina Bukan Anak Haram

Madina Bukan Anak Haram
Menerima kenyataan


__ADS_3

Suasana semakin tegang kala Puspa terus menuduh Zulham yang telah menculik Madina.


Puspa terus meminta Zulham untuk mengembalikan Madina kepadanya.


"Kamu jangan banyak bicara lagi Zulham, sudah jelas kamu yang sudah menculik Madina, sekarang kembalikan dia kepadaku, cepat kembalikan"


Tegas Puspa pada Zulham.


Zulham pun kini sudah hilang kesabaran menghadapi Puspa yang terus menuduhnya menculik Madina.


Zulham menarik tangan Puspa untuk masuk kedalam rumahnya dan menunjukan kebenaran kepadanya.


Zulham menunjukan potret kebersamaan dirinya dengan Zamrun di album milik keluarganya,


"Dia adalah Zamrun, saudara kembarku, dialah ayah kandung Madina, kekasih Natasya ibunya Madina"


Penjelasan singkat Zulham mengenai Zamrun pada Puspa.


Puspa dan Bu Fatimah terkejut dengan semua yang Zulham katakan tentang Zamrun.


"Jadi apa itu artinya saat ibu kemari dengan bapak kami berbicara dengan saudara kembar nak Zulham?"


Jawab Bu Fatimah.


Zulham pun bertanya kapan Bu Fatimah kemari dengan pak Mamat, dan ada perlu apa?


Bu Fatimah pun menceritakan jika sebenarnya hampir seminggu yang lalu, Bu Fatimah dan pak Mamat datang kemari untuk berbicara dengan Zulham mengenai Madina dan Puspa.


Pikiran Puspa pun kembali teringat akan pertemuannya dengan Zulham tempo hari, dimana saat itu zulham mengakui jika dia adalah ayah kandung Madina pada Puspa.


"Apa itu artinya dia berkata benar, jika dia adalah ayah kandung Madina?"


Tanya Puspa dengan semua pikirannya yang sudah kacau.

__ADS_1


"Tidak mungkin, tidak mungkin, ini pasti tidak mungkin"


Puspa pun jatuh pingsan karena semua pikirannya yang menyatu akan Madina di hidupnya.


Zulham dan Bu Fatimah terkejut,


"Bangun Puspa bangun, maafkan aku?"


Ucap Zulham meminta maaf pada Puspa karena tidak berterus terang dari awal kepadanya tentang Madina.


***


Zamrun yang saat ini sudah sampai di penginapan, akhirnya membawa Madina yang terlelap kedalam kamarnya.


Zamrun menyadari jika saat ini pasti semua sedang mencari keberadaan dirinya dan Madina, itu sebabnya Zamrun meminta anak buahnya untuk berjaga-jaga agar mereka tidak bisa menemukan dirinya dan Madina.


"Maafkan ayah nak, ayah terpaksa menculik kamu agar kamu mau ikut dengan ayah"


Zamrun pun kembali menghubungi anak buahnya yang sedang mengurus keberangkatan mereka, karena Zamrun tidak ingin sampai gagal berangkat hanya karena belum siapnya pasport untuk Malika.


"Berikan ponselnya pada petugas itu, sekarang aku ingin bicara?"


Tegas Zamrun pada anak buahnya untuk memberikan ponselnya langsung kepada petugas kepengurusan pasport untuk Madina.


"Aku ingin pasport anakku selesai sore ini juga, jika tidak maka jangan salahkan aku jika anakmu aku tahan"


Ancam Zamrun kepada petugas yang mengurus pasport untuk Madina.


"Baiklah tuan akan saya usahakan"


Dengan nada ketakutan petugas itu menyanggupi permintaan Zamrun.


Zamrun pun menutup telponnya dan menggerutu jika semua tidak bisa diandalkan, harus dirinya yang langsung turun tangan dalam menangani hal apapun.

__ADS_1


"Punya banyak anak buah, semua tidak becus, harus aku yang turun tangan, sial"


Umpat Zamrun yang kesal akan semua anak buahnya yang tidak bisa bekerja dengan baik.


...


Madina pun terbangun,


Madina tersadar jika saat ini dia berada di tempat asing.


"Ibu..."


Panggil Madina kala tersadar.


Zamrun pun langsung menghampiri Madina dan mengatakan jika saat ini mereka sedang berada di Jakarta.


"Ibu dimana om, Madina ingin sama ibu"


Ucap Madina dengan raut wajahnya yang sedih dan mulai menangis karena ketakutan, Madina tidak biasa berpisah dengan ibunya walau hanya sesaat.


"Ibu, dimana ibu? Madina ingin sama ibu om, ibu..."


Teriak Madina yang menangis memanggil ibunya.


Zamrun pun dibuat panik dengan teriakan tangis Madina yang terus memanggil ibunya.


Zamrun coba mendiamkan tangis Madina dengan mengajaknya pergi keluar.


"Madina jangan menangis ya, kita pergi jalan-jalan oke"


Mendengar Zulham mengajaknya jalan-jalan, selayaknya bocah kecil yang ingin di manjakan, Madina pun mulai diam,


Dan akhirnya Zamrun pun mengajak Madina ke sebuah tempat bermain anak di mall untuk mengajaknya bermain.

__ADS_1


__ADS_2