Madina Bukan Anak Haram

Madina Bukan Anak Haram
Pencarian Puspa


__ADS_3

Keesokan harinya Zulham pun pergi menuju tempat tinggal Puspa di Sumedang,


Namun Zulham tidak bisa menemui Puspa disana,hingga akhirnya dia mendengar salah seorang warga disana sedang membicarakan Puspa.


"Saya tidak menyangka ternyata Puspa wanita murahan,dia rela menjual harga dirinya hanya demi uang,dan eh sekarang malah dia sudah punya anak"


"Anak haram itu jatuhnya ibu-ibu".


"Pantas saja pak Sudrajat dan Bu Siti mendadak kaya setelah anaknya pergi ke Singapura,eh ternyata pekerjaannya haram disana, Ami amit deh ah"


Zulham tidak terima dengan semua tuduhan warga yang membicarakan Puspa,


Dia pun coba bersikap tenang dan bertanya apakah Puspa yang mereka maksud adalah Puspa yang dia kenal,


Sembari memperlihatkan foto Puspa pada ibu-ibu disana dari ponselnya.


"Akang ini siapa,kenapa akang menanyakan Puspa,akang juga punya foto Puspa?"


Tanya salah satu ibu-ibu disana.


"Akan tidak akan pernah bisa menemukan Puspa lagi,dia sudah pergi dari sini,dia diusir oleh kampung ini karena telah menodai kampung ini dengan membawa anak haramnya dari Singapura"


Lanjut ibu-ibu tadi.


"Astaga,Puspa,jadi dia sudah pergi,"


Zulham tidak menyangka jika keputusan Puspa untuk mengurus Madina akan membawanya pada penderitaan yang sangat besar.


Zulham sangat sedih karena Puspa adalah wanita baik-baik,tapi di mata semua warga Puspa dicap sebagai wanita hina.


"Aku tidak boleh tinggal diam,aku harus mencari Puspa hari ini juga,aku akan membuktikan jika dia bukanlah wanita murahan"


Zulham pun pergi menemui kedua orangtua Puspa untuk menanyakan keberadaan Puspa saat ini.


Di dalam rumah Bu Siti masih terlihat sangat sedih dan terpukul karena kepergian Puspa, hingga saat Zulham datang,dia bertanya siapa dan mau apa datang ke rumahnya.


"Siapa kamu,ada perlu apa kamu disini,apa belum cukup semua penghinaan untuk putriku,apa kamu manambahkan lagi hinaan itu"


Ujar Bu Siti yang tidak sadar karena kesedihannya.


Zulham pun turut prihatin melihat kesedihan di mata Bu Siti,


Dia perlahan mendekati Bu Siti dan coba menenangkan wanita yang sudah mulai renta itu,


"Saya Zulham Bu,saya teman Puspa di Singapura"


Mendengar itu,Bu Siti pun langsung tersadar dan menatap Zulham dengan sangat tajam.


"Kau mengenal anakku nak?"


"Ya tentu,aku sangat mengenal putrimu,dia wanita yang sangat baik dan berdedikasi"


"Tolong bawa anakku kembali kesini nak,ibu mohon"


Bu Siti menangis di genggaman tangan Zulham meminta Puspa untuk kembali ke rumahnya.

__ADS_1


Melihat itu semua,Zulham pun bertekad untuk membantu Bu Siti mencari Puspa dimana pun berada.


"Ibu tenang saja,saya pasti akan membawa Puspa kembali ke rumah ini,tenanglah"


Ucap Zulham pada Bu Siti membuat perasaannya sedikit lebih tenang.


***


Kehidupan Puspa di pedalaman Cimahi cukup membuatnya lebih tenang dari sebelumnya pasca fitnah besar melanda dirinya,


Dia berusaha melupakan semua yang sudah terjadi padanya,meski hati dan pikirannya sangat teringat akan keluarganya di rumah.


"Semoga ibu,bapak dan kedua adikku baik-baik saja,tolong lindungi selalu mereka dalam setiap waktu ya Allah".


Pinta Puspa pada sang maha pencipta.


Puspa pun kini membuka warung kue di rumah wa Hannah,sedikit ilmu membuat kue yang dia dapat dari sang ibu kini mulai Puspa kembangkan.


Semua warga disana begitu menyayangi Puspa dan Madina,


Nina pun kini tidak khawatir lagi jika seandainya dia harus kembali ke Sumedang,


Sementara itu David yang ternyata diam-diam selalu memperhatikan Puspa mulai memuji kecantikan dan kepintarannya.


"Dia sangat cantik dan mandiri,dia juga penyayang dan penyabar,tapi kenapa suaminya tega meninggalkannya disaat anaknya baru lahir, dasar laki-laki bodoh"


David pun teringat akan tugasnya datang ke Bandung untuk mencari Puspa dan bayi yang dia bawa,


Dia pun berniat untuk kembali mencari keberadaan Puspa.


Ucap David dalam hati.


David terlanjur nyaman tinggal di desa wa Hannah,meski desa terpencil namun dia berhasil menemukan arti sebuah kehidupan dan kerukunan di desa itu.


Dimana semua warga selalu kompak membantu satu sama lain dalam segala hal, dan yang paling berkesan baginya, dia sangat bersyukur sekali karena telah di pertemukan dengan wanita yang sangat baik seperti Puspa/Aisyah,


Sosok wanita yang penyabar,penyayang,pekerja keras,dan baik,


Sosok wanita yang mandiri mengurus dan membesarkan anaknya sendiri tanpa bantuan dari siapapun.


Dalam hati kecilnya telah tumbuh cinta untuk Aisyah,


Namun dia harus menguburnya karena dia menyadari jika tidak akan ada ruang di hati Aisyah untuk pria seperti dia.


Keesokan harinya David pun pamit pada wa Hannah dan pak Harun untuk kembali melanjutkan perjalanannya mencari keberadaan si penculik bayi tuannya.


"Semoga nak David sehat dan selamat sampai tujuan,uwa hanya bisa mendoakan nak David agar senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, itu saja nak"


Pesan pak Harun pada David yang hendak pergi dari rumahnya.


David pun meminta maaf pada semuanya karena selama ini dia telah merepotkan nya.


Begitupun pada Aisyah,dia sering membuatnya kesal, David minta maaf padanya,dia pun menggendong Madina terlebih dahulu.


"Hai Madina cantik, paman pergi dulu ya nak,doakan paman agar kita bisa bertemu kembali,kamu yang sehat disini ya nak,jaga ibu kamu ya"

__ADS_1


Ucap David pada Madina yang masih belum mengerti apa-apa.


Namun Madina ternyata merespon semua ucapan David dengan senyum mungilnya yang seakan sangat senang di gendong oleh nya.


David juga meminta maaf pada Nina karena sering berkata tidak sopan dan bertengkar dengannya hanya untuk perkara kecil,namun Nina memahami jika semua itu hanyalah candaan mereka saja.


David pun pamit pergi,


"Assalamualaikum wa "


Salam David pada semuanya.


"Waalaikumsalam "


Dan disaat David hendak pergi,Aisyah pun memanggil David dan berlari ke arahnya.


"David...


Tunggu sebentar"


Panggil Aisyah padanya.


David pun berhenti dan membalikkan badannya,


Puspa memberikan sebuah tasbih hitam yang sangat indah pada David.


"Ini untukmu,semoga bisa bermanfaat untuk kamu ,maafkan aku ya hanya ini yang bisa aku berikan sebagai kenang-kenangan untuk kamu"


David pun tersenyum dan berterimakasih pada Aisyah karena sudah mau memberikan sebuah kenangan untuk David yang tidak terpikir sedikitpun olehnya.


David sangat menyukai tasbih yang diberikan Aisyah untuknya,dia menerima dan melihatnya,dalam hati dia sedikit terkejut karena tasbih itu terbuat dari Singapura dengan bukti (Made ini Singapore)


Di bungkus luarnya.


Namun David tidak mempermasalahkan itu,seseorang bisa saja telah memberinya atau membelikannya untuk Puspa,jadi semua sah sah saja.


"Terimakasih Aisyah. Semoga kita bisa berjumpa lagi, titip salam untuk Madina,aku sudah sangat menyayanginya"


David pun melanjutkan langkahnya,dan pergi meninggalkan Puspa hingga dia benar-benar hilang dari pandangannya.


***


Sementara itu, Zulham yang sedang mencari keberadaan Puspa dibuat bingung harus mencari kemana,karena tidak ada satupun yang bisa membawa nya pada keberadaan Puspa.


Dia sangat mencemaskan nya,dia begitu khawatir jika sesuatu yang buruk akan menimpanya kembali.


Zulham tidak ingin meminta bantuan polisi,karena dia berpikir itu hanya akan sia-sia saja,polisi pun nantinya juga akan menangkap Puspa karena dikira telah membawa lari anak orang lain bersamanya.


Dia terus menyusuri kota Bandung,namun tidak ada tanda-tanda keberadaan Puspa.


Hingga akhirnya dia melihat David berada di stasiun kereta api.


"David, bukankah itu David?"


Tanya hati Zulham

__ADS_1


"Astaga apa mungkin dia sudah menemukan Puspa dan Madina?"


__ADS_2