Madina Bukan Anak Haram

Madina Bukan Anak Haram
nyonya Zakaria bersalah


__ADS_3

Meeta terkejut melihat Puspa ada dihadapannya dalam keadaan wajah yang penuh luka dan lebam akibat pukulan dan tamparan dari David.


"Puspa,kau kenapa?"


Tanya Meeta sangat terkejut dengan kedatangannya.


Puspa hanya menjawab semua baik-baik saja,dia hanya terluka sedikit,tanpa menjelaskan apa yang terjadi,Meeta sudah bisa menebak bahwa ada yang disembunyikan Puspa padanya saat ini.


Meeta juga bertanya,siapa pria yang bersamanya,


dia menjawab bahwa dia adalah saudaranya dari Indonesia.


Tapi ternyata Zulham langsung berucap mengingatkan Meeta untuk menyudahi bekerja bersama nyonya Zakaria.


Lantas semua ucapan Zulham pun membuatnya bingung ,apa yang sudah terjadi,mengapa Zulham bisa bicara seperti itu.


Meeta terus memaksa menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Puspa,Meeta sangat cemas dan khawatir dengan semua yang terjadi di hadapannya.


Mulai dari Leony yang keracunan,dan Puspa yang sekarang keadaanya sangat menghawatirkan.


Dan akhirnya saat Puspa masih bersikukuh untuk diam,Zulham akhirnya membuka suara.


"Puspa hampir saja menjadi korban perdagangan manusia oleh nyonya Zakaria"


Ucap Zulham membuat Meeta tak bisa menutup mulutnya karena terkejut.


"Apa..."


"Tapi kau tidak apa apa kan Puspa,astaga mengapa semua bisa terjadi,bukankah nyonya Zakaria sangat baik kepadamu?"


Lanjut Meeta cemas akan keadaannya.


"Semua tidak ada yang mustahil demi uang"


Jawab Zulham singkat.


Dan tiba-tiba saja ponsel Zulham berdering,


Polisi menelponnya dari panti pijat.


"Hello pak,atas laporan anda,kami berhasil menemukan bukti dan mengamankan Zakaria beserta semua karyawannya"


Ucap pak Kailash polisi yang menggeledah panti pijat nyonya Zakaria.


"Baiklah pak,terimakasih"


Jawab Zulham,


Zulham pun menceritakan semua yang sudah polisi lakukan pada panti pijat mereka bekerja,


Dia mengatakan bahwa nyonya Zakaria sudah di tangkap karena terbukti bersalah membuka praktek prostitusi di panti pijatnya.


Puspa dan Meeta sangat terkejut,karena setahu mereka,karyawannya tidak terlibat dengan semua kejahatan nyonya Zakaria.


Mungkin memang ada sebagian,tapi itupun pasti mereka lakukan karena terpaksa di bawah ancaman nyonya Zakaria.


"Astagfirullah,jika nyonya Zakaria ditangkap polisi,lalu baby A bagaimana?dimana dia?"


Puspa mulai panik karena teringat akan baby A yang dia tinggalkan di rumah nyonya Zakaria sendiri.


Puspa memaksa Zulham untuk mengantarnya membawa baby A,


"Aku harus pergi,kasihan bayi tidak berdosa itu,"


Ucapnya pada Zulham dan Meeta.


Zulham tidak mengijinkan dia untuk pergi,karena kondisinya masih terlalu lemah jika memaksakan diri.


Dan akhirnya,


"Baby A ada bersama saya,kau tidak usah khawatir"

__ADS_1


Ucap dokter Asraf secara tiba-tiba datang membawa baby A diantara mereka.


Puspa menangis haru kala melihat baby A bersama dokter Asraf.


"Baby A"


Panggil Puspa meminta dokter Asraf memberikan baby A padanya untuk dia gendong,


Dokter Asraf pun memberikan baby A pada Puspa karena dia tau dia sangat menyayanginya tulus.


Zulham dan Meeta tidak mengerti,bayi siapa yang sedang Puspa gendong,siapa dia,mengapa dia terlihat sangat mencemaskan nya.


Puspa pun menceritakan semuanya tentang baby A


"Entah siapa dan dimana orangtua bayi ini,yang jelas,dia bayi yang sangat manis dan cantik"


Ucapnya sedikit menjelaskan.


Puspa pun menanyakan keadaan baby A pada dokter Asraf,apakah dia baik-baik saja atau perlu penanganan.


Dokter Asraf menjelaskan bahwa keadaan baby A kini sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi.


Tak selang beberapa lama,datang seorang polisi menemui Puspa dan Zulham,


"Lapor pak,maaf sebelumnya,saya harus membawa bapak dan ibu untuk datang ke kantor polisi guna menjadi saksi "


Ucap salah satu ajudan pak Kailash meminta Puspa dan Zulham untuk datang ke kantor polisi,Zulham pun menyanggupi,tapi Puspa masih terlihat lemah.


"Tidak apa-apa Zulham,aku bisa datang kesana?"


Ucap nya.


Zulham dan Puspa akhirnya pergi ke kantor polisi di dampingi dokter Asraf, karena dia juga ingin memberikan keterangan perihal kejahatan nyonya Zakaria,yang sebelumnya juga sempat meminta wanita panggilan kepadanya.


Meeta mendukung semua langkah Puspa.


"Maaf Puspa,tapi aku tidak bisa ikut bersamamu,Leony tidak ada yang menemani"


"Tidak apa-apa ta,kamu jaga Leony,doakan aku agar semuanya berjalan dengan lancar,"


Jawabnya meminta Meeta untuk mendoakan nya.


Merekapun pergi,


Di tengah perjalanan dokter Asraf bertanya kepada Puspa.


"Puspa,jika seandainya nyonya Zakaria sampai terbukti bersalah dan ditahan apa yang akan kamu lakukan?"


Tanya dokter Asraf.


"Saya belum memikirkan itu dokter?"


Jawab nya dengan wajah yang masih bingung.


***


Ditempat lain nyonya Zakaria ditahan dan di interogasi dengan banyak pertanyaan,


Hingga dirinya Memeng terbukti bersalah.


Puspa,Zulham dan dokter Asraf pun tiba di kantor polisi,


Saat Puspa bertemu dengan nyonya Zakaria,dia terlihat sangat marah padanya.


Nyonya Zakaria berteriak memanggil nama Puspa dengan kemarahannya,


"Puspa..."


Puspa terkejut,baby A pun langsung terbangun karena teriakan nyonya Zakaria kepadanya.


"Semua gara-gara kamu"

__ADS_1


Teriak nyonya Zakaria.


Puspa mundur selangkah,Zulham coba melindunginya.


"Kau jangan pernah macam-macam lagi dengan Puspa,"


Ucap Zulham pada nyonya Zakaria bernada ancaman.


"Kau,"


Dokter Asraf pun maju untuk ikut melindungi Puspa.


Dua pria kini melindunginya dari ancaman nyonya zakaria,mereka berdiri tepat di depan menghalangi dari nyonya Zakaria.


Polisi pun melerai mereka,


Nyonya Zakaria terlihat sangat marah,terlihat sekali matanya memerah setiap kali melihat ke arah Puspa.


Setelah beberapa bukti dan saksi yang diberikan oleh dokter Asraf dan Zulham,akhirnya nyonya Zakaria divonis bersalah.


Tentunya dia mendapat hukuman tahanan selama 20 tahun,


Sedangkan semua karyawan yang tidak terbukti bersalah di pulangkan ke negaranya masing-masing,termasuk Meeta dan Leony.


Puspa merasa lega atas keputusan polisi untuk kasus nyonya Zakaria,


dia pun merasa senang,karena dia akan segera pulang ke tanah airnya.


"Aku ucapkan selamat untuk kamu Puspa,sebentar lagi kau akan kembali ke negaramu"


Ucap dokter Asraf padanya memberi selamat.


"Ya ,aku juga ikut senang,tapi mungkin aku belum bisa pulang sekarang Puspa,"


Ucap Zulham


"Terimakasih sebelumnya,tapi entahlah aku tidak mengerti dengan perasaan ini,sejak lama aku merindukan untuk pulang,tapi setelah saat itu tiba,mengapa hatiku merasa cemas,entah apa yang akan terjadi,aku tidak mengerti,"


Ucapnya seakan mencemaskan sesuatu yang buruk akan terjadi padanya di tanah air.


Suara tangisan baby A pun terdengar saat dia menitikkan air matanya.


Kegundahan hati Puspa akhirnya terjawab oleh tangisan baby A,


Ya Puspa merasa cemas untuk pulang karena harus meninggalkan baby A,


Bagaimana nasibnya nanti jika aku pulang,dengan siapa baby A akan tinggal?


Apa akan ada orang yang menyayanginya seperti Puspa?


Zulham menyarankan untuk menyerahkan baby A ke rumah panti asuhan,


Tapi Puspa menolak,dia sudah terlanjur menyayangi baby A.


"Dokter Asraf,apa aku boleh membawa baby A pulang ke Indonesia,aku berjanji aku akan merawatnya dengan baik,aku juga akan menganggapnya seperti anakku sendiri,"


Puspa memohon pada dokter Asraf,agar dia mengijinkannya membawa baby A ke Indonesia.


Dokter Asraf terlihat ragu untuk mengijinkan,


Dokter Asraf tidak meragukan kemampuan Puspa untuk merawatnya.


Namun lebih ke masa depan dirinya.


Dokter Asraf cemas jika sampai Puspa membawa baby A ke Indonesia,nanti dia sendiri yang akan menanggung semua kerepotannya.


Zulham pun mengerti dengan semua kasih sayang Puspa pada bayi kecil itu.


"Tapi ini tidak akan mudah Puspa,pasalnya kau akan membawa bayi ini melintasi perbatasan,kau harus pertimbangkan kembali dengan matang untuk keputusan ini,ini bukan perkara mudah,bayi yang kau bawa ini bukan bayi mu,apa nanti kata orang di rumahmu jika kau membawa bayi ini"


Ucap Zulham mengingatkan Puspa.

__ADS_1


****


__ADS_2