
Pria itu akhirnya pergi ke panti pijat nyonya Zakaria yang sudah di garis polisi agar tidak ada yang bisa masuk kedalamnya.
Pria itu heran dan bertanya kepada petugas keamanan setempat,
"Sejak kapan tempat ini di garis polisi pak?lalu kemana semua karyawan nyonya Zakaria"
Tanya pria itu mencari keberadaan Puspa.
Petugas keamanan pun menjelaskan bahwa semua karyawan nyonya Zakaria sudah dipulangkan ke negaranya masing-masing,
Mendengar semua itu sang pria begitu terkejut,itu berarti Puspa juga sudah pulang ke negaranya.
"Tapi dari mana dia berasal?apa dia membawa bayi itu"
Banyak sudah pertanyaan yang mendera si pria yang mencari Puspa.
Akhirnya si pria kembali menemui nyonya Zakaria untuk menanyakan informasi tentang Puspa sedetail mungkin,
Darimana dia berasal,negara,kota,desa dan sejelas-jelasnya.
Nyonya Zakaria hanya mengingat bahwa Puspa berasal dari Indonesia,selebihnya dia tidak tahu informasi tentangnya.
Si pria pun akhirnya memutuskan untuk menyusul Puspa ke Indonesia dan membawa baby A,
Pria itu bernama Darius,salah seorang anak buah Zamrun,salah seorang penyelundup berlian internasional di Singapure.
Nama Zamrun terkenal di berbagai kumpulan anak muda malam,namun meski namanya sudah sampai ke jajaran polisi,Terkait dengan pekerjaannya sebagai penyelundup, namun mereka belum mengetahui wajah Zamrun yang sebenarnya.
Zamrun sangat pintar dan lihai dalam memanipulasi keadaan,sehingga sangat sulit untuk menemukan dirinya meski dia berada tepat di hadapan kita.
***
Pak Sudrajat pun pulang dari ladang,dia melihat ada sandal yang tidak dia kenal di depan pintu rumahnya.
Pak Sudrajat bertanya,siapa yang datang bertamu ke rumahnya,karena selain kawan memancingnya,tidak ada lagi orang yang selalu datang bertamu ke rumahnya.
"Siapa yang datang ke rumah ya?"
Tanya hatinya penasaran siapa yang ada di dalam rumah.
Diapun masuk kedalam rumah dan melihat ada seorang wanita yang sedang duduk membawa bayi di pangkuannya,
"Siapa yang datang Bu?"
Tanyanya pada pak Sudrajat menanyakan siapa yang datang ke rumahnya dengan membawa bayi.
Puspa yang saat itu membelakangi ayahnya itu tidak menyadari jika wanita yang ada dihadapannya adalah anaknya sendiri,
"Kemari lah pak,coba lihat siapa yang datang"
Jawab Bu Siti dengan senyum di wajahnya yang ceria.
dia pun mulai melangkahkan kakinya menuju Puspa yang membelakangi nya.
__ADS_1
Perasaan Puspa tidak menentu,jantungnya berdebar kencang,dia salah tingkah,memikirkan bagaimana reaksi ayahnya bertemu dengan anaknya setelah sekian lama nya.
pak sudrajat pun kini mulai melihat siapa wanita yang berada di hadapannya,wanita yang membawa bayi di pangkuannya,
""Puspa anakku,kau kah itu?"
Ucapnya dengan nada gemetar seakan tidak percaya anak gadis yang seminggu ini tidak ada kabar,kini berada di hadapannya dalam keadaan yang sehat dan selamat.
"Assalamualaikum pak,ini aku Puspa"
Jawab nya dengan senyum yang penuh kerinduan melihat ayahnya kini berada tepat di hadapannya.
Tak menunggu lama,keduanya saling berpelukan dengan berlinangan air mata kerinduan yang sekian lama mereka pendam.
Meski pak Sudrajat materialistis,tapi kasih sayangnya kepada Puspa begitu besar,
Bahkan Selama Puspa tidak mengabari dirinya dalam seminggu ini,
dia banyak mencari informasi tentang Puspa pada setiap agen keberangkatan WNI ke Singapure.
Bahkan sudah melaporkan kepada aparat desa setempat untuk di laporkan ke pihak kepolisian,
Dan rencananya hari ini pak Sudrajat hendak berangkat ke Jakarta bersama aparat desa untuk mencari tahu informasi lebih lanjut pada agen yang telah mengirim Puspa bekerja ke Singapure.
Perasaan pak Sudrajat begitu bahagia dan tenang dalam damai ketika dia memeluk putri yang hampir 3 tahun tidak bisa dipeluknya.
"Anakku"
Tangis kakek pecah kala memeluk anak sulungnya itu,
Setelah cukup kerinduan itu tercurahkan,
pak Sudrajat banyak menanyakan kabar Puspa ,bagaimana kondisinya,bagaimana dia bisa sampai kesini tanpa mengabari,dan kemana seminggu kemarin dia tidak ada mengabarinya,
Namun seketika pertanyaannya bertambah kala pak Sudrajat melihat bayi yang Puspa
gendong,
"Bayi siapa ini nak?"
Tanyanya.
"Ini bayiku pak"
Jawab Puspa tersenyum ke arah baby A yang sedari tadi melihatnya dengan cinta.
"Bayimu,apa maksud kamu?"
Tanya pak sudrajat serius menanyakan tentang baby A.
Bu Siti coba menjelaskan bayi siapa yang Puspa bawa saat ini,dia coba membela Puspa disaat kakek akan memarahinya karena telah membahayakan masa depannya dengan membawa bayi yang tidak jelas asal usulnya itu.
"Bapak jangan marah pak,justru kita harus bangga dengan keputusan anak kita yang ingin merawat bayi ini,"
__ADS_1
Ucap Bu Siti pada pak Sudrajat membuat dia terdiam dan berpikir kembali.
Langkah Puspa memang sudah baik dengan membawa dan merawat baby A ke Indonesia,namun dia tidak memikirkan bagaimana nasibnya ke depan,nasib masa depannya,nasib bayi nya,
Siapa yang akan membiayai dia kelak,
Selalu saja materi yang pak Sudrajat pikirkan meski dalam situasi genting seperti ini,hihi,
"Bapak jangan khawatirkan itu,Puspa bisa bekerja untuk membiayai kehidupan kami,apapun yang bisa Puspa lakukan,pasti akan Puspa kerjakan,"
Ucapnya coba meyakinkan ayahnya untuk tidak melarangnya merawat baby A.
Dengan terpaksa pak sudrajat pun diam dan tidak melanjutkan perdebatannya mengenai baby A,
Mereka bertiga pun tersenyum dan berharap bisa hidup damai rukun dan sejahtera setelah ini.
"Oh ya nak,kamu bawa uang gak,pak Engkus mau jual sawahnya,itu yang dekat mesjid,bapak mau beli nak,sawahnya bagus "
Kebiasaan materialistis pak Sudrajat pun mulai muncul,
Bu Siti hanya tersenyum dan diam.
"Maaf pak,Puspa tidak bawa uang banyak,bapak tahu sendiri kenapa Puspa pulang sebelum masa kontrak habis,uang Puspa sudah Puspa kirim semua kesini,masih ada kan?,Puspa juga ingin meminta sedikit untuk modal usaha Puspa pak,uang nya ada kan?"
Tanya nya serius pada pak Sudrajat.
Mereka saling menatap dengan semua pertanyaan Puspa.
Mereka pun tertunduk dengan wajah sedih
Bu Siti meminta maaf pada Puspa ,karena ternyata sebenarnya sebagian uang yang mereka kumpulkan setiap Puspa kirim raib di bawa penipu saat hendak membeli motor untuk si bungsu,
pak Sudrajat menceritakan bahwa pada saat mereka hendak membeli motor kepada salah seorang calo,dia berhasil di tipu hingga uang yang dia bawa untuk membawa motor raib,sedangkan motor yang di janjikan tidak ada.
Mendengar semua itu dia sangat cemas dan khawatir,
"Tapi bapak tidak apa-apa kan?"
Tanyanya cemas,
Belum sempat ibuku menyelesaikan pertanyaannya,tiba-tiba saja Zulham menghubunginya.
Zulham hanya mengingatkan pada Puspa akan pesannya yang tadi untuk tidak memberitahu kepada siapapun siapa baby A,karena Zulham mendapat informasi dari Singapure ada yang mencari dirinya .
Itu artinya keselamatan baby A dalam bahaya,
"Bu,pak,sekali lagi Puspa mohon kepada ibu dan bapak,jika ada yang menanyakan bayi Madina kepada kalian,tolong jawab saja dia adalah anak ku"
Pinta Puspa kepada orangtuanya agar bisa menutupi siapa baby A sebenarnya,
Di samping mencemaskan keadaan baby A,dia juga mencemaskan keadaan Zulham,bagaimana kabarnya,mengapa dia hanya mengabarinya lewat chat,tidak langsung menelponnya,
***
__ADS_1
Keesokan harinya Darius sudah sampai di Indonesia,tapi dia tidak tahu jelas kemana dia harus mencari keberadaan puspa