
Pak Sudrajat pun mulai menghawatirkan masa depan anaknya itu jika dia tetap memaksa untuk mengurus Madina,apa kata orang nanti jika mereka mengira Puspa membawa seorang bayi dari Singapura.
"Bapak tidak setuju dengan semua ini nak,apa kata orang nanti,mereka pasti akan memandang mu negatif meski kita tahu itu bukan anakmu"
Puspa kecewa dengan keputusan bapaknya itu,dia sangat sedih karena bapaknya tidak mendukung keputusannya untuk mengurus dan membesarkan Madina.
"Bapak minta sekarang juga kamu buang bayi itu,berikan dia ke panti asuhan atau kemana saja asal jangan bersama kita disini,bapak merasa bayi itu hanya akan membawa malapetaka bagi kita"
Puspa semakin sedih dengan semua ucapan pak Sudrajat tentang Madina,dia tak kuasa Manahan air matanya,
Di hari pertama dia pulang menapaki tanah kelahirannya,Madina di sambut dengan semua duka yang kini dirasakannya.
Ketika senyum dan kebahagiaan yang Puspa harapkan setiba di tanah air,tapi justru kekecewaan yang kini dia dapatkan.
Tidak ingin berkepanjangan,Bu Siti pun menyuruh Puspa untuk istirahat sejenak,dia membawa Puspa ke kamar khusus untuknya.
"Ayo nak,pasti kamu lelah,istirahat lah"
Ucap Bu Siti dengan membawa tas Puspa.
Di dalam kamar,Bu Siti meminta maaf untuk semua yang telah pak Sudrajat ucapkan padanya.
"Maafkan ayahmu nak,dia hanya khawatir akan masa depanmu saja,dia ingin yang terbaik untuk semua anaknya,termasuk kamu"
Ucap Bu Siti coba Menenangkan Puspa.
Madina yang masih membuka mata,seakan mulai mengerti dengan kesedihan di mata Puspa,
Baby Madina coba menghibur Puspa dengan senyum nya yang manis sehingga Puspa lupa akan kesedihannya.
"Apa nak,kamu haus ya,ih lucu nya anak ibu"
Ucap Puspa yang gemas akan kelucuan Madina.
Bu Siti pun ternyata menyukai Madina,dia ikut tersenyum melihat baby Madina yang tersenyum pada Puspa.
"Dia sangat lucu ya nak,bisa ibu gendong?"
"Tentu saja boleh Bu,ayo Madina,nenek mau gendong katanya tuh,hihi"
Puspa dan Bu Siti menikmati kehangatan mereka dengan baby Madina.
Sedangkan pak Sudrajat yang sangat cemas akan keberadaan baby Madina hanya akan membawa aib untuk keluarga nya coba menyusun rencana untuk mengusirnya dari rumah tanpa sepengetahuan Puspa.
***
"Kenapa aku sangat memikirkan baby Madina dan puspa ya?"
__ADS_1
Zulham ternyata diam-diam merindukan Puspa dan Madina,dia merasa aneh dengan perasaannya.
"Astaga,aku belum sempat memberitahu jika anak buah Zamrun sedang mencari keberadaan puspa sekarang untuk mencari keberadaan baby Madina,kenapa aku baru ingat sekarang"
Zulham coba menghubungi Puspa,namun tidak tersambung.
"Mungkin disana tidak ada sinyal,itu sebabnya Puspa sulit untuk di hubungi"
Sembari menatap foto Puspa dan baby Madina yang sempat dia ambil saat di dalam pesawat,Zulham pun berharap Puspa dan dan Madina baik-baik saja.
"Baru kali ini aku bertemu dengan gadis pemberani seperti dia,mungkin kelihatannya bodoh,tapi niatnya ternyata sangat mulia, Puspa Puspa,kamu luar biasa "
Zulham senyum sendiri melihat foto Puspa.
Di tempat lain,Darius pergi mencari agen penyaluran tenaga kerja ke Singapura 3 tahun silam di Jakarta,dia menanyakan informasi tentang Puspa,namun tidak ada satu pun yang mempunyai informasinya.
"Kemana aku harus mencari dia,"
Dia sudah terlihat sangat letih mencari informasi tentang Puspa.
"Apa mungkin dia bukan berasal dari Jakarta,sepertinya aku harus lebih fokus lagi mencari gadis itu"
David pun pergi menuju Bandung,berharap dia bisa mendapatkan informasi tentang Puspa disana.
...
Keesokan harinya,terdengar suara bayi menangis di rumah Bu Siti,sehingga tetangga yang mendengarnya bertanya bayi siapa yang ada di rumah pak sudrajat,mereka belum mengetahui jika Puspa sudah kembali dari Singapura.
"Loh Puspa,kamu sudah pulang?"
Tanya bi Inah salah satu tetangga Bu Siti.
"Ia bi,baru kemarin saya pulang?"
Jawab Puspa dan menghampiri bi Inah untuk mengalami tangannya,
Salah satu tradisi kesopanan di suku Sunda memang seperti itu,
Mereka akan saling bersalaman setelah sekian lama tidak bertemu,mereka pun saling menanyakan kabar masing-masing.
"Kontrak mu sudah habis ya pa?"
"Ia bi,kontrak saya sudah habis disana,itu sebabnya Puspa bisa pulang,Puspa ingin istirahat dulu di kampung"
Seketika pandangan bi Inah merasa aneh dengan semua jemuran pakaian Puspa.
"Mengapa Puspa menjemur baju bayi,apa mungkin dia...astagfirullah tidak mungkin"
__ADS_1
Ujar bi Inah dalam hatinya mulai menerka hal yang negatif tentang Puspa saat melihat banyak pakaian bayi di jemur.
"Kalau begitu Puspa masuk dulu ya Bi,salam buat Nania,kapan-kapan suruh dia main kesini ya bi,Puspa rindu dengan Nania"
Puspa pamit kembali kedalam rumah,bi Inah pun pergi dengan pikiran yang banyak menyimpan pertanyaan.
"Apa mungkin Puspa mempunyai anak di Singapura?"
Tanya hati bi Inah,
"Aduh ini tidak mungkin,Puspa kan anak yang baik-baik,tidak mungkin dia bisa melakukan seperti itu disana?"
Sepanjang perjalanan bi Inah masih terus di Bayangi pertanyaan yang membuatnya penasaran.
Dan akhirnya bi Inah pun menceritakan semua kecurigaannya kepada ibu-ibu yang sedang membeli sayur mayur di rodanya mang endang.
"Bu ibu,tahu gak Puspa kan sudah pulang kemarin"
Ucap bi Inah memulai pembicaraannya.
"Puspa anaknya Bu Siti yang di Singapura itu ya,wah bagus dong,nanti kita minta oleh-oleh nya sama Bu Siti ya"
Jawab Bu Isah yang masih tetangga Puspa.
"Tapi ada yang aneh loh,tadi aku lihat Puspa sedang menjemur pakaian bayi,banyak sekali,tapi punya bayi siapa?"
Lanjut bi Inah memulai gosip agar segera beredar.
Semua ibu yang mendengar cerita bi Inah pun penasaran akan kebenaran Puspa.
"Masa iya sih puspa membawa bayi hasil hubungan gelapnya di Singapura kesini,itu tidak mungkin,aku tidak bisa percaya,mungkin bi Inah bercanda kali"
"Kita jangan ambil dulu keputusan yang terburu-buru untuk mencap wanita itu baik atau tidak,alangkah baiknya kita mencari bukti yang kuat tentang Puspa sebelum kita menyebarkan kabar bohong"
Ucap Bu Ani,
Dengan sengaja,selepas membeli sayur di rodanya Mang Ndang Bu Ani dan Bu Tika jalan menuju rumah Puspa,
Dari luar memang nampak terlihat sepi,namun dari dalam Puspa dan bi Siti begitu bahagia melihat Madina tertawa dan merespon semua yang mereka ucapkan.
"Pandai lah anak ibu"
Ucap Puspa mencium baby Madina.
"Kalau begitu Puspa keluar sebentar untuk membeli susu untuk Madina.
Puspa pun keluar rumah untuk membeli semua yang dibutukan untuknya dan baby Madina.
__ADS_1
"Puspa titip Madina dulu sebentar ya Bu,"
Pamit Puspa pada ibunya untuk menjaga bayi tersebut sebentar.