Madina Bukan Anak Haram

Madina Bukan Anak Haram
Pertemuan Madina dan Zamrun


__ADS_3

Tubuh mungil Madina ternyata berhasil selamat karena tertahan dua buah batu memanjang yang menahannya hingga tidak jatuh lebih bawah lagi dari Zamrun.


Tubuhnya penuh dengan luka dan memar, Madina pun tersadar dan melihat sekitar sudah mulai gelap, Madina ketakutan dan menangis memanggil ibunya.


"Ibu... Ibu..."


Tangis Madina memanggil ibunya, dengan tubuh yang penuh luka, Madina coba bangun dan berdiri untuk mencari jalan pulang, namun saat terbangun, Perut Madina terasa sangat sakit, serasa sesuatu telah menusuk perutnya, mungkin semua akibat terbentur dua buah batu yang menahannya.


"Ah sakit... "


Madina pun hanya bisa terbangun duduk dan memegang perutnya yang sakit dengan terus menangis memanggil ibunya.


"Ibu.. Madina takut Bu"


Suara tangis Madina pun berhasil membangunkan Zamrun dari ketidaksadarannya.


Dengan keadaan yang belum sepenuhnya sadar, Zamrun coba membuka matanya perlahan dan terus konsentrasi mendengar suara tangis Madina.


"Madina, ya itu Madina? Aku harus segera menyelamatkannya"


Pikir Zamrun saat mendengar tangis Madina.


Zamrun berusaha untuk bangkit meskipun sakit,


"Aku harus kuat, aku harus menemukan Madina sebelum malam tiba"


Zamrun pun berusaha melangkah menuju sumber suara tangisan Madina.


"Madina, kamu dimana nak? "


Teriak Zamrun dengan langkahnya yang tertatih mencari Madina.

__ADS_1


Madina pun samar-samar mendengar suara yang memanggilnya, namun Madina justru sangat ketakutan.


"Hah itu apa? Siapa yang memanggilku? Ibu aku takut? Ibu"


Madina kembali menangis,


Madina memeluk lututnya dengan terus berdoa kepada tuhan untuk perlindungan dirinya.


Zamrun pun tidak menyerah, melihat dedaunan yang bergerak membuatnya penasaran ingin melihat ada apa dibalik ilalang tersebut.


Dan ternyata benar saja, Madina sedang menahan sakit di perutnya dengan memeluk lututnya dengan erat seakan tidak ingin perut nya tertiup angin walau hanya sedikit.


"Madina sakit Bu"


Rintihan kesakitan bocah kecil yang memanggil ibunya.


Zamrun merasa sangat bahagia ketika melihat Madina ternyata masih hidup dan selamat dari musibah yang menimpa mereka, Zamrun tak kuasa menahan air mata kebahagiaan melihat anaknya selamat.


Panggil Zamrun pada Madina,


Madina pun menoleh ke belakang dan melihat Zamrun sedang berdiri di hadapannya.


"Ayah..."


Tangis Madina pecah kala melihat Zamrun datang untuk menyelamatkannya, Madina ingin sekali berlari memeluk ayah kandungnya itu, namun dia tidak berdaya karena rasa sakit di tubuh dan perutnya yang menyiksa.


Menyadari ada yang salah dengan anaknya, Zamrun pun segera menghampiri Madina dan memeluknya.


"Kamu tidak apa-apa nak? Apa yang sakit, coba ayah lihat, biar ayah obati lukamu?"


Tanya Zamrun dengan sangat mencemaskannya keadaan Madina.

__ADS_1


Madina pun mengeluhkan semua rasa sakitnya pada


Zamrun, hingga Zamrun sendiri berhasil melupakan rasa sakitnya akibat tulang retak di punggung.


Zamrun pun coba melihat semua luka di tubuh Madina yang memang cukup parah juga sama dengannya.


"Madina bisa berdiri? Kita cari tempat yang lebih aman yah"


Ajak Zamrun pada Madina untuk mencari tempat yang lebih aman.


Madina pun menggelengkan kepalanya pertanda jika dia tidak bisa bangun ataupun berdiri.


Zamrun pun dengan luka yang dia derita coba membawa Madina dengan menggendongnya.


Dengan luka parah di punggungnya, Zamrun berusaha kuat menggendong Madina yang kurang lebih 15 kg berat badannya.


"Aduh "


Zamrun coba menahan sakitnya dengan sekuat tenaga, dia tidak ingin Madina tahu jika dirinya juga sama terluka parah.


"Ayah tidak apa-apa?"


Tanya Madina menghawatirkan kondisi Zamrun yang berjalan tertatih.


Zamrun pun mengatakan jika dirinya baik-baik saja,


"Madina jangan mencemaskan ayah, ayah kuat ko"


Jawab Zamrun akan semua pertanyaannya.


Madina pun memeluk erat punggung Zamrun sehingga membuatnya semakin merasa sakit, setelah melihat luka yang cukup parah di sisi punggung kanannya, Madina pun berucap dalam hatinya, bertanya mengapa Zamrun berbohong padanya akan luka yang dia dapat, mungkinkah ayah sengaja membohongi dirinya karena dia tidak mau membebani Madina yang saat ini juga terluka.

__ADS_1


__ADS_2