Madina Bukan Anak Haram

Madina Bukan Anak Haram
air mata Puspa


__ADS_3

Puspa yang saat itu terlambat menjemput Madina segera menuju sekolah dengan langkah sedikit berlari.


Puspa tidak memperdulikan napasnya yang sudah lelah dengan semua pekerjaannya, karena dia hanya teringat akan Madina yang belum dia jemput.


"Aduh, pasti Madina marah, karena aku terlambat menjemputnya"


Puspa terus melangkah kencang untuk segera sampai sekolah,


Setiba di sekolah suasana nampak sudah sepi, sudah tidak ada murid yang menunggu jemputan, hanya pak Karim satpam sekolah Madina yang berjaga.


"Salam pak, apa bapak melihat Madina anak saya?"


Tanya Puspa pada pak Karim.


Pak Karim pun menjawab jika Madina tadi ada disini seperti biasa menunggu ibunya menjemput, namun pak Karim tidak sempat melihatnya lagi karena dirinya pergi mengantarkan seorang guru yang sakit.


"Setelah saya kembali, saya tidak melihat Madina lagi, saya kira ibu sudah menjemputnya?"


Jawab pak Karim yang tidak tahu dimana Madina.


"Astagfirullah, kemana Madina, tidak mungkin dia pulang sendirian, dia tidak akan pernah berani untuk melanggar janjinya"


Puspa pun mulai cemas dan berpikir kemana Madina pergi.


Puspa melihat sekitar sekolah, dia pun melihat ada CCTV terpasang di depan gerbang.


"Pak Karim bisakah saya lihat rekaman cctv di depan gerbang, saya sangat cemas karena ini kali pertama Madina pergi sendiri? Saya takut Madina ada yang menculik"


Pak Karim pun mengijinkan Puspa untuk ikut bersamanya melihat rekaman CCTV di depan gerbang sekolah.

__ADS_1


Betapa terkejutnya dia saat melihat Madina yang sedang duduk menunggu jemputannya, tiba-tiba seorang pria datang menghampiri Madina dan mengajaknya pulang menggunakan mobil Jeep hitam.


"Itu Madina Bu, tapi siapa pria itu?"


Tanya pak Karim.


Puspa melihat dengan seksama, siapa pria yang mengajak Madina, karena dia baru melihat mobil Jeep hitam tersebut.


"Siapa pria itu?"


Tanya hati Puspa, namun melihat dari perawakannya Puspa pun langsung bisa menebak jika pria yang mengajak Madina pergi adalah


"Zulham"


"Ini tidak mungkin, Zulham menculik anakku?, Tidak"


Dia sangat takut jika Madina tidak kembali lagi padanya.


"Ya Allah tolong lindungi anakku"


Doa Puspa pada sang maha pencipta.


Pak Karim pun bertanya lalu apa yang akan Puspa lakukan sekarang? Apakah dia akan melaporkan penculikan ini pada polisi.


"Saya akan mencari Madina dulu pak, jika saya butuh bantuan polisi, maka saya akan segera melaporkan kasus ini, terimakasih bapak sudah mengijinkan saya untuk melihat rekaman cctv ini"


Puspa pun pamit dan berterima kasih pada pak Karim karena secara tidak langsung, dia sudah membantunya mencari tahu kemana perginya Madina.


...

__ADS_1


Puspa tak mampu membendung air matanya yang terus menetes membasahi pipinya akan Madina yang pergi bersama Zulham,


Setiba di rumah, Puspa segera menghubungi Zulham namun tidak terhubung, nomor Zulham tidak aktif, dan itu membuatnya semakin cemas.


"Madina... Kamu dimana nak?"


Teriak Puspa yang sedih menangis karena kepergian Madina.


Bu Fatimah pun datang ke rumah Puspa dan melihatnya sedang menangis,


"Astagfirullah kamu kenapa nak?"


Tanya Bu Fatimah pada Puspa yang terkulai di lantai,


Puspa langsung memeluk Bu Fatimah dan menceritakan semuanya.


Bu Fatimah pun ikut terkejut dengan kabar tersebut, dia tidak menyangka jika Zulham bisa melakukan ini pada Puspa dan Madina.


Bu Fatimah soun segera menghubungi pak Mamat yang kebetulan sedang pergi ke Jakarta.


"Ayo angkat pak, ayo?"


Dengan cemas Bu Fatimah berharap pak Mamat segera mengangkat telpon darinya, namun ternyata tak kunjung dijawab pak Mamat.


"Bapak sangat sulit dihubungi, kemana bapak ya, tidak biasanya bapak tidak menjawab telpon dari bu Fatimah"


Ucap Bu Fatimah kesal.


Puspa pun kembali menangis, untuk menenangkannya akhirnya Bu Fatimah memimnta Puspa untuk tenang dahulu dan memintanya untuk menunggu Madina sampai sore, jika sore Madina tidak kunjung pulang, maka kita akan ambil tindakan atau menyusul Madina ke Jakarta.

__ADS_1


__ADS_2