Madina Bukan Anak Haram

Madina Bukan Anak Haram
Tiba di Cimahi


__ADS_3

Namun saat Puspa hendak naik angkot,tiba-tiba saja David memanggilnya dan ikut naik angkot bersama mereka.


"Aisyah..."


Puspa menoleh ke arah David dan terkejut mengapa dia mengikutinya.


"Ini dompetmu terjatuh di bus tadi"


Puspa sangat terkejut,dia berpikir mungkin David tahu jika dia bukan Aisyah,melainkan Puspa.


"Astagfirullah bagaimana ini,apa dia tahu jika aku berbohong padanya,di dalam dompet itu ada KTP ku"


Ucap hati Puspa yang terlihat tegang.


"Kenapa kamu tegang,harusnya kamu bersyukur,karena tadi ada seorang ibu yang memberikan dompetmu padaku,dia melihat isi dompetmu dan ternyata ini milikmu,aku tidak melihatnya tapi aku percaya ini milikmu,lihatlah"


Ujar David menjelaskan jika dompet Puspa terjatuh di bus dan di temukan oleh seorang ibu yang memberinya minyak angin tadi.


Wanita yang mengira Puspa adalah istrinya langsung memberikan dompet tersebut pada David yang tak sengaja bertemu dengannya. Itu sebabnya David langsung mencari Puspa sebelum dia benar-benar kehilangan jejaknya.


Dan untunglah David masih bisa mengejar Puspa saat mereka hendak naik angkot.


Puspa akhirnya merasa lega karena David tidak mengetahui jika sebenarnya dia bukanlah Aisyah.


"Alhamdulillah terimakasih mas David,saya tidak tahu jika dompet saya terjatuh"


Puspa berterimakasih pada David karena telah mengembalikan dompetnya.


Kemudian Madina yang melihat semuanya tertawa menjerit melihat wajah David.


Puspa,Nina dan David pun ikut tersenyum melihat Madina tertawa.


...


Kedua adik Puspa yang sedih akan kepergian sang kakak coba Menenangkan kedua orangtuanya yang juga bersedih.


Bu Siti meminta pak Sudrajat untuk mencari Puspa dan membawanya kembali ke rumah.


"Bawa anak kita kembali pak,ibu mohon bawa Puspa kembali sekarang "


Dengan suara yang terisak,Bu Siti menangis meminta Puspa untuk kembali.


"Ibu jangan menangis Bu,"


Kedua adik Puspa pun memeluknya dan mengusap air matanya.


Puspa yang merasa tidak nyaman dengan adanya David di tengah-tengah mereka menyuruh Nina untuk segera mencari tempat untuk mereka tinggal.


Sebuah desa kecil yang masih terpencil jauh dari hiruk pikuk kota Bandung.


Desa yang rimbun akan alam yang hijau,dimana bertani menjadi keseharian mereka,sama dengan kedua orangtuanya di Sumedang.


Nina pun tiba dan sampai di desa tersebut,Nina dan Puspa masih merasa heran mengapa David masih mengikutinya.


Puspa pun memberanikan diri untuk bertanya pada David akan tujuannya.


"Maaf sebelumnya mas Dvid,bukan nya saya tidak sopan atau lancang menanyakan ini kepadamu,tapi sebenarnya mas David hendak pergi kemana?"


David terdiam,seakan berpikir akan menjawab apa pada Puspa.


"Sebenarnya saya tidak tahu mau kemana,sebab saya sendiri tidak tahu siapa orang yang sedang saya cari,ini kali pertama saya menginjakan kaki di Indonesia,karena sebelumnya saya tinggal di Singapura"

__ADS_1


Jawab David berkata yang sebenarnya.


"Sebenarnya saya sedang mencari seseorang yang sudah menculik anak tuan saya,namun saya sendiri tidak tahu harus


wa Hannah, saudara jauh Nina yang ada di desa Kaliwungu.


Karena tidak ada akses kendaraan menuju desa tersebut,akhirnya mereka terpaksa harus berjalan kaki cukup jauh,


Puspa yang merasa sudah letih menggendong bayi Madina meminta Nina berhenti sejenak untuk istirahat.


"Kita bisa istirahat sebentar,bahuku rasanya sakit dan pegal"


Ucap Puspa dengan nafasnya yang terlihat berat,dan keringat yang bercucuran.


David pun menawarkan diri untuk menggantinya menggendong Madina.


"Biar aku yang membawa bayi mu jika kamu tidak keberatan"


David pun meminta Puspa untuk menggantinya menggendong Madina.


"Tapi saya tidak mau merepotkan mu"


"Tidak,saya samasekali tidak merepotkan mu"


"Madina di gendong om David dulu ya nak"


Ucap Puspa pada Madina seakan dia sudah mengerti dengan bahasa yang Puspa katakan kepadanya.


Madina pun berpindah tangan pada David,kemudian mereka melanjutkan perjalanannya,


Tak selang 30 menit merekapun akhirnya tiba di sebuah desa Kaliwungu.


Desa yang sangat sejuk dan asri dengan bentangan


Semerbak angin meniup keletihan yang kian mereka rasakan.


Rasa letih pun terbayar dengan semua keindahan yang mereka pandang dan rasakan,


Puspa menarik napasnya panjang


"Ya Allah sungguh indah kuasa alam mu ini,subhanallah"


Puspa memuji keindahan alam yang baru pertama dia lihat kembali setelah beberapa tahun.


"Wa Hannah, wa"


Teriak Nina memanggil wa Hannah yang sedang menanam padi di sawah,


Suara khas Nina sangat di kenal wa Hannah sehingga saat dia memanggilnya wa Hannah langsung menoleh dan menjawab panggilannya.


"Nina "


Jawab wa Hannah sama cerewet nya dengan Nina.


Mereka lebih terlihat seperti adik dan kakak,karena bukan hanya parasnya yang mirip,tingkah dan suaranya juga hampir sama.


Nina berlari memeluk wa Hannah.


Wa Hannah pun bangkit dari sawah menuju Nina.


Keduanya terlihat sangat bahagia bisa berjumpa satu sama lain setelah sekian lama.

__ADS_1


"Aeh neng geulis,kumaha damang ucu budak uwa"


Saking gembiranya dengan kedatangan Nina,wa Hannah tidak bisa mengatur bahasanya dengan banyak bertanya pada Nina.


"Nina damang wa,uwa kumaha damang?"


Nina balik bertanya tentang kabar sang uwa yang dia sayangi nya itu.


Wa Hannah pun berucap syukur akan keadaannya yang dalam keadaan baik-baik saja.


Setelah banyak bertanya seputar kabar masing-masing.tak lupa Nina pun memperkenalkan Puspa dan David kepada uwa nya.


"Ini sahabat Nina wa,namanya pus.. Aisyah"


Nina hampir saja menyebut nama Puspa pada wa Hannah,namun di akhir kata Nina berhasil menyebutkan nama Aisyah.


"Dan ini David"


Wa Hannah mengira Puspa dan David adalah sepasang suami istri sehingga respon jawabannya membuat Nina tertawa mendengarnya .


"Neng geulis


I si Ujang kasep mani serasi nya,jadi anaknya juga mani geulis pisan"


(Neng cantik dan Ujang ganteng sangat serasi,jadi anaknya juga sangat cantik sekali)


Jawab wa Hannah sambil mengusap pipi bayi Madina yang David gendong.


"Hahaha wa uwa,mereka bukan suami istri wa"


Nina tidak bisa menahan tawa nya.


Begitupun dengan Puspa,dia ikut tertawa mendengar jawaban wa Hannah yang polos,sedangkan David yang tidak paham akan bahasa mereka hanya terdiam.


"Kang David pasti tidak mengerti ya dengan bahasa kami"


David pun menggelengkan kepalanya.


"Untunglah kamu tidak mengerti hihi"


Nina pun menjelaskan jika Puspa dan David bukan suami istri,mereka berdua sahabat Nina,


Nina juga meminta wa Hannah untuk membawanya dulu ke rumah karena kasihan David,dia sudah letih membawa Madina.


"Ayo wa kita pulang dulu,nanti Nina ceritakan semuanya pada uwa di rumah,kasihan mereka sudah kelelahan"


Wa Hannah pun langsung mengajak semuanya untuk pergi ke rumahnya.


Sebuah rumah sederhana berdinding bilik dan beratapkan genting merah namun terlihat sangat nyaman.


David yang tidak biasa dengan suasana ini coba bersikap ramah dan apa adanya,meski di dalam hatinya menggerutu akan kondisi rumah yang sangat tidak membuatnya jauh dari kata nyaman dan mewah.Seperti kesehariannya di Singapura.


***maaf ya min,,seminggu ini author jarang up,


dampak cuaca yang tidak bersahabat membuat kesehatan semua keluarga disini terganggu,


alhasil author harus ekstra menjaga dan merawat semua yang sakit disini,


mohon bersabar ya,dan jangan bosan menunggu up ceritanya.


insyallh kembali up setiap harinya.

__ADS_1


terimakasih sudah stay terus semoga menghibur.🥰🥰 jangan lupa vote like dan komennya ya sahabat 🙏🏻***


__ADS_2