
Puspa berjalan menyusuri jalan setapak dengan air mata yang masih belum kering,
Madina yang masih merengek membuat Puspa sedikit kesal.
"Diam lah nak diam,ibu mohon diam ya,"
Puspa tidak tahu harus pergi kemana,dia sangat bingung pada siapa dia akan meminta pertolongan,
Melihat isi di dalam sakunya hanya ada beberapa rupiah,mustahil dia bisa naik angkot ataupun bus terlalu jauh.
"Ya Allah tolong lindungilah hamba "
Ucap Puspa yang meratapi nasibnya.
Puspa kini berada di tepi jalan raya menunggu angkutan umum datang.
Namun angkutan tak kunjung datang,Puspa melihat diseberang jalan ada sebuah mobil kol sedang berhenti,mobil itu seperti sedang mogok.
Puspa pun menghampiri dan hendak melihatnya,
"Assalamualaikum pak,mobil nya kenapa?"
Salam Puspa pada seorang pria tua yang sedang memperbaiki mobilnya.
Pria tua itu pun menjawab salam Puspa dan berkata jika dia membenarkan mobilnya yang mogok,
Puspa menawarkan diri untuk membantunya
"Apa yang bisa saya bantu?"
Pria tua itu pun berpikir dan melihat sekitar,ternyata pria tua itu kehausan dia sudah lelah membetulkan mobilnya yang tidak kunjung menyala.
"Maaf neng,sebenarnya bapak sangat haus,apa bisa bapak minta minum,kebetulan uang bapak habis beli bensin tadi,"
Puspa terdiam,pandangannya menunduk ke arah saku baju tempat dimana tinggal beberapa lembar uang yang dia pegang.
Uang yang akan dia pakai untuk ongkosnya naik angkot.
Puspa yang tidak tega akhirnya menyuruh pak tua itu untuk menunggunya,Puspa pun membeli air ke sebuah warung di sebrang jalan.
Madina yang melihat aneka jajanan tertata di depan meja warung terus menunjukan jemari tangannya seolah memberitahu jika dia ingin makanan tersebut pada Puspa.
"Madina mau apa nak,Madina mau kue ?"
Madina yang mulai paham dengan semua yang Puspa katakan tersenyum gemas menandakan jika memang dia ingin kue yang dia tunjuk.
Akhirnya Puspa membeli kue juga untuk Madina,maka semakin berkurang lah uangnya.
"Kasihan bapak tua itu,dia lebih memerlukan air ini daripada aku"
Puspa pun memberi sebotol air mineral pada bapak tua yang diketahui bernama pak Mamat.
__ADS_1
"Ini air nya pak,minumlah dulu.bapak sudah terlihat sangat lelah"
Pak Mamat pun menerima air tersebut dan mengucapkan terimakasih pada Puspa karena telah memberinya air minum.
Setelah dahaganya hilang,pak Mamat kembali membenarkan mobilnya,Puspa pun masih menemani pak Mamat,
"Mobil bapak hendak kemana ini pak?"
Tanya Puspa pada pak Mamat yang masih dalam aktifitas nya dengan mesin mobil.
"Bapak dari Tasik neng,tapi bapak hendak ke Jakarta mau bawa barang,neng sendiri mau kemana?"
"Jika bapak tidak keberatan,apa saya bisa ikut bapak ke Tasik?"
Ucap Puspa pada pak Mamat,
Pak Mamat pun menanyakan tujuan lengkap Puspa biar dia bisa mengantarnya ke alamat tujuan.
"Apa harus aku ceritakan yang sebenarnya jika aku sebenarnya telah di usir dari sini,"
Ucap Puspa dalam hati memikirkan apa yang akan dia sampaikan pada pak Mamat.
"Sebenarnya ceritanya sangat panjang pak,"
Mobil pun mulai menyala kembali,untungnya pak Mamat tidak menanyakan kembali tujuan Puspa yang sebenarnya.
"Ayo masuk saja neng,kasihan anaknya kepanasan dari tadi"
Pak Mamat pun melajukan mobilnya,Puspa pun diajak pak Mamat ke Jakarta terlebih dahulu
"Gapapa kan neng,kita ke Jakarta dulu,anggaplah kita sedang jalan-jalan ya nak ya ,"
Ucap pak Mamat pada bayi yang terus menatapnya.
"Hihi maafkan anak saya pak,mungkin dia mengira bapak itu kakek Harun,jadi dia terus melihat bapak"
Pak Mamat pun tertawa dengan semua ucapan Puspa mengenai sikap Madina kepadanya.
Pak Mamat mengerti dengan sikap anak kecil seperti Madina,karena dia pun mempunyai cucu yang seusia Madina jadi pak Mamat paham.
Madina pun berterimakasih karena telah mengerti dirinya,tidak ingin menyembunyikan sesuatu dari pak Mamat, sepanjang jalan Puspa menceritakan kisah yang sebenarnya pada pak Mamat.
"Sebelumnya saya minta maaf sama bapak,setelah bapak tahu yang sebenarnya tentang saya dan bayi saya,saya tidak akan memaksa bapak untuk membawa saya"
Pak Mamat pun terdiam,dia nampak serius mendengar semua kisah Puspa yang sebenarnya.
Kisah tentang pengusirannya karena fitnah yang kejam pada dirinya.
"Astagfirullah tega sekali mereka,itu namanya main hakim sendiri nak,padahal hukum sudah mengatur setiap hukuman untuk semua kesalahan,tapi mengapa mereka seakan ingin menghukum kamu dengan sesuka hati mereka? Apa disana tidak ada aparat desa yang mengamankan?"
Jawab pak Mamat tidak seperti yang Puspa kira.
__ADS_1
Puspa mengira jika pak Mamat akan membencinya dan menurunkan dirinya karena Puspa adalah wanita dari ibu yang tidak tahu siapa ayahnya.
Namun ternyata pak Mamat pria yang bijak,dia bisa menerima kebenaran Puspa dengan pikirannya yang realistis dan adil.
"Tapi apakah bapak tidak membenci atau malu pada diri ini karena status saya"
Tanya Puspa serius.
Pak Mamat pun menyebutkan jika dirinya tidak harus membenci Puspa karena statusnya,karena pada dasarnya semua sudah ada garis tangannya sendiri,kita hanya mengikuti alur yang sudah di sediakan Allah untuk kita.
Mendengar semua itu,Puspa pun merasa lebih tenang.
Madina juga terlihat mengantuk karena sesekali kepalanya sudah tidak bisa seimbang lagi dengan tatapannya.
***
Di lain tempat David yang berhasil mendapatkan informasi lengkap tentang Puspa sangat terkejut karena ternyata wanita dan bayi yang selama ini dia cari pernah bersama dirinya dalam waktu yang cukup lama,hingga David pun terbawa perasaan pada Puspa dan Madina.
"Ini dia wanita yang telah menculik anakku,aku ingin kamu membawanya kesini dalam keadaan hidup ataupun mati,dan pastikan jika anakku selamat dan sehat"
Perintah Zamrun pada David yang memberinya sebuah foto Puspa saat bekerja di panti refleksi nyonya Zakaria.
"Aisyah..."
Ucap hati David kala melihat foto Puspa yang sedang dia pegang.
"Jadi selama ini aku sudah menemukan dirimu,tapi aku tidak menyadari jika kamu adalah Puspa yang selama ini aku cari dan bayi itu ternyata ...astaga"
David tidak menyangka dengan semua ini,
Perasaannya pun tidak tenang,karena David tahu jika Puspa/Aisyah adalah wanita yang baik,bahkan dia rela berkorban apa saja demi membesarkan Madina.
"Apa kau mengerti ,kali ini aku tidak ingin kamu gagal lagi "
Lanjut Zamrun pada David.
"Baiklah tuan,"
Jawab David sedikit tidak bersemangat,Zamrun pun mengira mungkin David sedang tidak sehat.
Dan pada malam itu juga David pergi menuju Bandung desa Kaliwungu Cimahi,tempat dimana dirinya sempat hidup bersama dengan Aisyah/Puspa .
Setiba disana dia sangat terkejut karena David melihat desa Kaliwungu hancur di terjang gempa bumi dan longsor sehingga banyak sekali warga yang tertimbun tanah lereng bukit sekitar rumah.
"Astaga...Aisyah, Madina"
David berlari menuju TKP untuk mencari keberadaan serta keselamatan Aisyah dan Madina.
Wa Hannah,pak Harun dan juga Nina.
Namun polisi mencegahnya untuk menuju TKP karena tanah bisa saja bergeser kapan saja.
__ADS_1