Madu Dan Racun (Bukan Kontrak Biasa)

Madu Dan Racun (Bukan Kontrak Biasa)
Bab 15 : Membagi kompensasi


__ADS_3

Di rumah sakit....


Setelah tempo hari sang Direktur menolak untuk bertemu, mereka hanya memberikan kompensasi kepada Sam dengan alasan terjadi kekeliruan.


Hari ini Direktur mengumpulkan seluruh Dokter dan perawat yang mengetahui rencana gila nya. "Sudah Ku bilang jangan ceroboh! Mereka bahkan tidak terdaftar di dalam kesepakatan Kita. Kenapa bisa Pria itu menerima obat yang belum Kita kembangkan? Untung saja Mereka berdua mudah di bungkam dengan uang!"


Seluruh staff hanya menunduk mendengar amarah Sang Direktur. Mereka menyalahkan penuh kejadian itu kepada perawat yang tempo hari di temui oleh Sam.


Salah satu Dokter senior mengangkat tangannya untuk berbicara.


"t..tapi Pak, dua orang yang menjadi bahan uji coba Kita meninggal kemarin. Mereka meninggal dalam keadaan tidur, Kami mengautopsi mayatnya dan hasilnya penyebab mereka meninggal sama. Yakni kelebihan dosis obat penenang tersebut. Dosis yang Kita gunakan langsung menyumbat pembuluh darah di sekitar jantung hanya dengan meminum 3 butir."


"Pasti dia meminumnya sekaligus, atau mereka meminumnya dalam waktu dekat. Bukankah Kita sudah menjelaskan harus berjarak minimal 6 jam untuk meminum obat itu lagi. Itu berarti kesalahan ada pada mereka." tukas sang Direktur terdengar arogan.


Seorang Dokter lainnya pun angkat bicara. "Seperti nama nya, obat ini untuk menenangkan seperti gelisah, gugup berlebihan bahkan sulit tidur. Penderita seperti itu pada umumnya meminum obat penenang, namun tak jarang obat tak bereaksi hingga membuat mereka harus meminumnya kembali dalam waktu dekat. Itu sebabnya Kita harus membuang bahan X2 pada obat ini agar dosisnya tidak berbahaya."


"Kita harus mencoba memodifikasi, jika dosisnya terlalu besar, Kita bisa mengurangi nya sedikit. Jika kalian menyarankan untuk mengembangkan obat ini dengan bahan yang sudah banyak beredar, lalu apa guna nya Saya melakukan penelitian terhadap bahan X2 tersebut? Kalian pikir Saya melakukannya secara cuma-cuma? Jika ini berhasil maka keuntungan yang Kita dapatkan akan berlipat ganda."


"X2 adalah bahan Kimia yang di pakai untuk memusnahkan hewan buas dan predator di abad 18 Pak. Ukuran hewan yang di musnahkan pada masa itu pun tidak main-main besarnya. Lalu Anda menguji coba ini sebagai obat penenang pada manusia? apa itu masuk akal?"


"Saya sudah bertahun-tahun meneliti ini di dalam Laboratorium. Kita harus mencoba untuk tau apa ini bisa masuk di akal atau tidak. Untuk berhasil bukanlah Kita harus berani mengambil resiko?"


...~~~...


Sandra kembali menjemput Nara, mereka akan bertemu dengan Sam dan Galih yang sudah menunggu di sebuah restaurant.


Namun di tengah perjalanan Sandra tiba-tiba mengeluh kram perut. Sepertinya ia datang bulan.


"Kau membawa pembalut?" ia melipat kakinya rapat-rapat.

__ADS_1


"Tidak.. Kau datang bulan? Mampir saja ke salah satu minimarket. Cepatlah..." desak Nara, ia malah panik di bandingkan Sandra.


Sandra pun menambah kecepatan mobilnya.


"Kau tidak pernah membawa benda itu? Aku biasanya membawa apalagi jika sudah dekat tanggal nya."


"Dalam satu tahun Aku hanya datang bulan 4 atau 3 kali. Bahkan pernah juga hanya 1 kali dalam setahun."


Sandra mendelik mendengar itu, "Serius? Apa itu baik-baik saja?"


Nara tersenyum dan mengangguk. "Aku sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh. Hasilnya normal. Itu hanya hormon langka yang di bawa oleh Gen Ibu Ku."


"Wah... hebat sekali..." lirih Sandra.


"Hebat apa nya, Aku bahkan sempat khawatir apakah Aku akan bisa mempunyai anak dengan kondisi ini."


"Tapi Ibu mu memiliki mu sebagai anaknya, kenapa Kau ragu." timpal Sandra menyemangati.


...~~~...


Tiba lah mereka di salah satu restaurant mewah. Tempat itu terlihat sangat private, biasanya hanya orang-orang penting yang ke sana. Seperti Presiden, Wali kota, dan Orang-orang tinggi lainnya yang hendak melakukan pertemuan rahasia.


Karena pertemuan mereka kali ini bukan untuk membahas kasus pembunuhan, Sam dan Galih memilih salah satu ruangan yang sedikit terbuka. Tidak terlalu private agar mereka bisa menikmati pertemuan ini tanpa ragu.


"Kenapa Kalian lama sekali? Kami hampir pulang tadi." seloroh Galih.


"Maaf, Aku mempunyai kejutan dadakan tadi."


"Duduklah, pesan makanan Kalian." imbuh Sam yang tengah menikmati Wine.

__ADS_1


Sandra langsung mengambil buku menu, mereka semua tampak antusias. Biasanya mereka hanya menghabiskan waktu di kantor karena pekerjaan mereka selalu berkaitan dengan rahasia.


Namun lain dengan Nara yang malah celingukan. "Apa tidak apa-apa Kita bertemu di tempat seperti ini? bagaimana Jika ada yang mendengar percakapan Kita? Haruskah Kita pindah ke ruang VIP yang lebih private?"


Mereka bertiga sontak terkekeh mendengar ucapan Nara.


"Santai saja, Kita kesini untuk berpesta. Bukan untuk membahas itu." sahut Sam tertawa lebar. Ia tak menyangka Nara benar-benar polos. Pantas saja ia dengan mudah terjebak dengan permainan Psikopat itu.


"Apa? Pesta? Jadi kita tidak membahas perkembangan itu?" Nara membelalak, ia pikir akan mendapatkan titik terang saat ini.


"Kita berpesta, karena berkat kasus yang Kau bawa. Kami mendapatkan Kompensasi dari Direktur rumah sakit tempat mu dulu bekerja. Ternyata dia memang mengedarkan obat keras berbahaya." bisik Sandra.


"Benarkah? jadi Nenek tidak berbohong tentang itu... Lalu apakah mungkin dia dalang nya?" lirih Nara berpikir lebih dalam.


Sandra berbisik lagi pada Nara, "coba bayangkan, Kami hanya menunjukkan dua butir obat. Dan tanpa mendebat mereka memberikan Kami kompensasi sebesar 2 miliar sebagai permintaan maaf."


"Dua miliar?" Nara mengulangi, ia sangat terkejut mendengar jumlah yang amat fantastis itu.


"Sudahlah.. Lupakan masalah itu hari ini, Kita kesini untuk berpesta dan membagi hasil nya sama rata termasuk Nara." potong Sam mencela obrolan dua wanita itu.


"Tunggu dulu. Kalian mengajakku pesta, dan membagi hasil kompensasi. Bukankah kalian juga mencurigakan? Ambil saja uang itu, Aku tidak mau terseret dalam kasus gelap yang kalian bicarakan." tegasnya, Nara berusaha lebih waspada, entah kenapa perasaannya tak enak soal uang tersebut.


Tiga sekawan itu tertawa. Membuat Nara mau tak mau ikut tertawa masam.


"Kami mengajakmu berpesta karena merasa Kita cukup dekat, sebagai klien Kami. Lalu soal uang, bisa di bilang uang itu datang atas kasus yang Kamu bawa. Tapi jika Kau menolak Kami dengan senang hati menerima penolakan mu. Artinya masing-masing dari Kami mendapatkan lebih dari 500 juta." ujar Sam tersenyum lebar.


Sandra pun ikut tertawa, ia menertawakan kewaspadaan Nara yang salah tempat. Andai saja kewaspadaan itu datang sebelum Neneknya meninggal. Pasti ia takkan terjebak di lingkaran setan ini.


Di sela pembicaraan mereka, Sandra meminta Galih menemaninya ke toilet. Ia takut nyasar saja di sana, tempat itu tampak sepi dan memiliki banyak lorong yang membuat kesan mewah terlihat misterius.

__ADS_1


"Jadi ini yang Kau lakukan setiap hari?" celetuk seseorang dengan suara berat yang tak lain adalah Ammar.


...***********...


__ADS_2