Malam Kelam Princess Somplak

Malam Kelam Princess Somplak
MKPS 10


__ADS_3

Malam sudah tiba saatnya Inces manggung di Cafe milik Nindy, Inces sudah siap dengan gaun merah maron tanpa lengannya, wajahnya sudah di hiasi dengan topeng yang indah menutup Area matanya saja


"Inces apa lo sudah siap ?" tanya Nindy


"Iya sebentar lagi Ndy ," ujar Inces mengambil tas nya lalu keluar dari kamarnya


"Ha..ha.. Inces lo mau kemana dandan kek gitu, apa Lo mau ke pesta topeng ?" ujar Nindy


"Jangan berisik lo Ndy,gue kayak gini agar gak ada orang yang ngenalin identitas gue, dan mulai sekarang nama gue adalah Sunny, Ingat ya Sunny. Lo jangan sekali-kali manggil gue Inces kalau lagi berada di Cafe ya," ujar Inces


"Iya..iya..Princes Sunny ," ujar Nindy, mereka pun akhirnya pergi ke Cafenya Nindy.


Sampai di sana Inces jadi gugup, ini adalah pengalaman pertamanya nyanyi di depan banyak orang.


"Gue gugup Ndy," ujar Inces


"Sudah tenang saja, mereka gak akan memperhatikan lo kok,lo cukup nyanyi saja," ujar Nindy


Inces pun naik ke panggung yang di sediakan di pojokan Cafe khusus buat penyanyi di sana, Di atas panggung sudah ada tiga pemain musik yang sudah stand dengan alat musiknya


"Wiih penyanyi baru nih, mau nyanyi apa neng ?" ujar Pijar sang gitaris


"Kalian bisanya lagu apa ?" ucap Inces


"Wiih nantangin ni anak," ujar Alona Drumer cantik tapi agak tomboy


"Sudah..kalau lagu barat bisa," ujar Morgan sang Bassis


"Oke...kalian main saja, nanti gue ngikutin nyanyi," ujar Inces


Mereka mulai memainkan lagu Right Here dari Brandy dan betapa kagetnya mereka ketika Inces bernyanyi ternyata suaranya sangat merdu sehingga membuat semua mata memandang ke arahnya dan ikut bernyanyi bersamanya.


Lagu pertama pun sudah selesai, para pemain musik mulai mendekati Inces dan memberi jempol buatnya.


"Hai salam kenal ya gue Alona dan dia Pijar dan yang dingin itu Morgan, kamu siapa ?" tanya Alona


"Gue Sunny," ucap Inces


"Ooo Sunny, bagus nama lo,sebagus suara lo,tapi gue heran kenapa lo pakai topeng ya?" tanya Alona


"Ini ciri khas gue," ujar Inces


"Ooo ya sudah, lagu ke dua mau lagu apa nih ?" tanya Alona

__ADS_1


"Gimana kalau lagu dangdut, gue paling suka lagu dangdut soalnya," ucap Inces


"Oke..mainkan ," ujar Pijar


Akhirnya Inces menyanyikan lagu terhits dari Melinda yaitu Cinta satu malam, Lagu itu mengingatkan Inces dengan cinta satu malamnya bersama cowok yang gak di kenalnya itu.


Sangat bersemangatnya Inces sampai-sampai dia tidak menyadari kalau ada sepasang mata yang memandang ke arahnya dari tadi.


Di pojokan Cafe itu Arvan dan Ferdi sedang menghabiskan malammya di sana, itu sudah menjadi kebiasaan mereka ketika pulang dari kantornya, karena hari ini Arvan Gak ngantor makanya Ferdi menjemputnya di mansion hanya untuk Hangout di sana.


Cafe itu sudah menjadi tempat Favorit mereka karena selain makanannya sangat enak ada hiburan-hiburan yang bisa membuat mereka rileks seperti saat ini.


Arvan memandang ke arah Inces yang sedang asik bernyanyi, tak tau kenapa dia ingin rasanya menyanyi dengan gadis itu seakan-akan ada magnet yang menariknya ke sana.


Tanpa sadar Arvan bangun dari duduknya kemudian melangkah menuju panggung itu, Ferdi kaget dengan apa yang di lakukan Oleh Bosnya itu.


"Ar lo mau kemana ?" Arvan tidak menyahutnya, dia tetap melangkah menuju ke arah gadis itu.


Arvan berdiri tepat di depan Inces, Inces awalnya tidak melihat Arvan karena asik menghayati lagunya itu, saat lagu itu sudah habis baru dia menyadari kalau Arvan berdiri di hadapannya.


Inces kaget bukan kepalang, dia hendak bangun dari duduknya tapi sebuah suara menghentikannya.


"Kamu menyanyikan lagu itu begitu bagus seperti penyanyi aslinya, aku juga ingin mencoba menyanyikan sebuah lagu apa boleh," ujar Arvan Inces tidak ada pilihan lain selain mengangguk.


Arvan mulai mengetes nada dengan pemain musik itu kemudian dia mulai menyanyikan sebuah lagu dari T'Bagindas yang judulnya 1 malam.


(Rasanya diriku ingin mengulang kembali itu


Dalam dekapanmu walau sekejap ku rasa rindu


Tak tau mengapa ku tak bisa melupakan itu


Dalam belaianmu walau sebentar engkau mencumbu


Tak tau harus berkata apa


Yang pasti ku rasakan bahagia


Bibir ku hanya diam membisu


Tak bisa di ungkapkan dengan kata...


Satu malam ku rasa bahagia

__ADS_1


Satu malam kau bawa aku terbang


Ingin rasanya ku mengulang kembali


Ingin sekali engkau membelai ku lagi


Inginnya bukan hanya semalam...


Arvan sangat menghayati lagu itu sehingga tak sadar kalau air mata jatuh di pipinya, padahal lagu itu adalah lagu gembira tapi entah kenapa dia terbawa perasaan ketika menyanyikannya.


Nyeeeesss...


Getaran dalam dada Inces membuatnya menjatuhkan air matanya juga, dia buru-buru menghapusnya agar tidak ada yang melihatnya.


Apa yang gue lihat ini, apakah ini orang yang akan melenyapkan gue, tapi gue rasa bukan dia orangnya, dari matanya menyimpan penyesalan yang amat dalam, gue harus menyelidiki semuanya,, Batin Inces


Tepuk tangan Menyadarkan Arvan kemudian dia segera pergi dari sana di susul oleh Ferdi yang setia mengikutinya kemanapun dia pergi.


Inces pun akhirnya turun juga dari panggung itu untuk menyusul Arvan, Dia berencana akan membuka identitasnya di hadapan Arvan akan tetaapi di saat dia mau memanggil Arvan , dia tak sengaja mendengar kalau Ferdi sedang berbicara dengan seseorang lewat sambungan telponnya.


"Kalian gimana sih, menemukan satu gadis saja tidak mampu, pokoknya saya gak mau tau besok kalian harus mencarinya lagi sampai dapat," ujar Ferdi, Inces pun bersembunyi di balik sebuah pohon yang tak jauh dari mereka,Terlihat Arvan sudah masuk ke mobilnya dan Inces pun kembali ke dalam Cafe tersebut dengan seribu tanda tanya di benaknya.


"Benar dugaan gue, preman-preman itu adalah suruhan mereka, tapi apa benar kalau Dia ingin melenyapkan gue, gue jadi ragu. apa gue kerja aja ya Di Perusahaannya agar gue bisa mencari informasi yang akurat dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," guman Inces


"Hei Sunny, kenapa lo keluar sih, di dalam banyak yang lagi nunggu lo nyanyi," ujar Nindy


" Iya..gue akan segera ke sana kok," ujarnya kembali menuju ke panggung itu.


"Gimana Fer, apa anak buah lo sudah menemukan Princes ?" tanya Arvan


"Mereka bilang kalau Prinves gak kuliah hari ini, jadi mereka masih belum menemukannya Ar," jawab Ferdi


"Princes kamu ke mana sih, aku gak sanggup menunggumu lebih lama lagi," ujar Arvan lalu naik ke mobilnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like...


Coment...


Vote...


Makasih 🙏🙏😍

__ADS_1


__ADS_2