
"Tenang..tenang bapak-bapak, saya akan menyelesaikan semuanya," ujar Pak RT
"Gimana kita bisa tenang pak Rt, mereka berbuat mesum di Kampung kita," ujar salah satu dari mereka, Arvan mengernyitkan keningnya.
"Tenang dulu, kita bisa bicara baik-baik ," ucap Pak Rt
"Pak Rt ada apa sih sebenarnya, kenapa rame-rame gini ?" tanya Arvan Binggung
"Gini nak Bono, saya mendapat laporan dari warga kalau nak Bono itu kumpul kebo sama nak Inces, apa itu benar," Tanya Pak Rt
"Udah pak Rt, usir aja mereka dari sini, jangan biarkan mereka mengotori kampung ini dengan kelakuan mereka itu," ujar Bapak-bapak yang brewokan
"Maksud pak Rt apa, saya gak ngerti," ujar Arvan Binggung.
"Buktinya sudah jelas kok, saya lihat sendiri tadi dia mandi di kamar mandinya Inces," ucap seorang pemuda.
"Ini buktinya," tambahnya lalu menampakkan sebuah Foto ketika Bono keluar dari kamar mandinya Inces yang hanya terbalut dengan handuk saja.
"Maaf pak Rt, jangan salah Faham dulu, saya tadi ..."
"Halaah...alasan aja kamu, usir saja Dia Pak Rt Dari sini.." ucap pemuda itu memprofokasi.
Karena mendengar keributan di Luar, Inces terbangun lalu bergegas keluar untuk melihatnya.
Ceklek...
"Ada apa ini rame-rame di depan rumah saya ?" tanya Inces kaget
"Itu dia perempuan mesum, usir dia pak Rt..usir.. ," Inces kaget mendengar ucapan warga itu
"Maksud kalian apa, mesum apa sih ?" tanya Inces binggung
"Halah jangan sok alim kamu, kita semua sudah mengetahui kedo kamu ," ucap pemuda tadi
"Maksud kamu apa , saya gak ngerti ?" ucap Inces
"Kamu sudah ketahuan bukannya ngaku saja, jangan-jangan sudah banyak korban kamu di sini ya ," Ujar pemuda tadi
"Jaga ucapan lo..kalau tidak.." ucapan Arvan terputus
"Apa..kalau tidak apa.." ucap pemuda itu nantangin.
__ADS_1
"Udah pak Rt, usir saja jangan lama-lama, bisa-bisa kampung kita kena laknat akibat dari perbuatan mereka ," ucap bapak Yang brewokan
"Iya Pak Rt usir saja mereka," sahut yang lainnya
"Tenang bapak-bapak..kalian jangan terbawa emosi, kita belum tau kalau mereka benar-benar bersalah atau tidak," ucap Pak Rt menenangkan warganya.
"Buktinya sudah sangat jelas pak Rt, apa cobak kalau seorang Pemuda mandi di rumah seorang wanita, mereka pasti berbuat mesum,"
"Sudah...sudah...kenapa kalian tega memfitnah kami sekeji itu," teriak Inces , terlihat Inces memegang keningnya, Arvan dengan sigap merangkulnya lalu membawa ke dalam rumahnya.
"Pak Rt dan kalian lihat sendiri kan gimana perlakuan Bono sama Inces" pemuda itu masih memprovikasi warga.
Sementara Bono membawa Inces ke dalam rumah dan mendudukkannya di Kursi.
"Kamu istirahat aja ya di sini, biar aku yang menghadapi mereka, ingat sama kandungan kamu," ujar Arvan
"Tapi...
"Kamu tenang saja, kemu percaya kan sama aku, semuanya akan beres kok ," ucap Arvan, entah mengaoa ucapan Arvan itu membuat Incea tenang.
"Wah..wah..wah..ternyata benar ya dugaan kami, kalian sudah lama berhubungan sehingga Inces Hamil, dasar wanita murahan," ucap pemuda tadi yang main nyelonong aja masuk ke sana, Arvan tidak tahan lagi dengan ucapan pemuda itu, dia langsung menonjok wajahnya sampai dia terpental keluar.
"Jaga mulut lo yang busuk itu," ucap Arvan yang wajahnya sudah memerah menahan marah kembali memukulnya, Para warga segera melerainya.
"Memang kenapa kalau saya meniduri dia , asal kalian rau dia itu istri saya, wajar kalau saya menidurinya," ucap Arvan Lantang yang membuat semuanya kaget, Inces juga kaget mendengarnya.
"Bono...apa yang lo katakan Hah ?" ucap Inces kaget, Bono melepas gigi palsunya..
"Arvan...! kaget Inces
"Iya sayang, aku Arvan ," ucap Arvan tersenyum
"Kamu beneran Arvan ?" tanya Inces masih gak percaya
"Maafkan aku sayang, aku ngelakuin ini karena kamu tidak mau bertemu denganku," ucap Arvan menangkup pipi Inces
"Tapi..kenapa kamu bilang kalau kamu suamiku, kan waktu itu kita batal nikah ," ujar Inces.
"Tidak sayang, pernikahan itu tidak batal, walaupun kamu pergi meninggalkan aku, aku tetap menikahimu dan kita sudah sah menjadi suami istri." ucap Arvan yang membuat air mata inces menetes di pipinya.
"Kalau kalian itu suami istri apa buktinya," pemuda itu masih saja belum terima.
__ADS_1
"Kamu butuh bukti, tunggu sebentar lagi," ucap Arvan mengambil ponselnya lalu menghubungi Ferdi
Drrrt...drrrt...
Ferdi kaget, lagi-lagi suara ponsel mengusik tidurnya. Dia mengambil ponselnya lalu melihatnya.
"Dasar Bos Lucnut, gak bisa apa sehari saja dia gaak ganggu gue," ucapnya lalu mengangkat telponnya.
"Iya Ar, ada apa lagi ?" tanya Ferdi
"Lo ke sini sekarang, bawa Buku nikah gue sama Inces," suruh Arvan
"Buat apa Ar ?"
"Jangan banyak tanya, lo langsung saja kesini, kalau perlu pakai Helikopter biar cepat sampai," ujar Arvan memutuskan sambungan telponnya.
Semua warga menjatuhkan rahangnya mendengar ucapan Arvan, mereka tidak menyangka kalau Bono sangat kaya sampai-sampai punya Helikopter sendiri.
Mati gue, kalau memang benar Bono suaminya Inces pasti gue gak akan di lepasin sama dia,, batin pemuda itu
Para warga yang tadi menyudutkan mereka pun merasa takut.
Tak lama suara Helikopter pun mengema dan mulai mendarat di tanah lapang di samping rumahnya Inces, semua warga keluar dari rumah itu melihatnya.
Terlihat seorang pemuda gagah dengan memakai jas turun dari Helikopter tersebut dengan sebuah tas di tangannya seperti adegan di film-film.
Semua ternganga, ternyata Bono alias Arvan tidak membual, dia memang punya Helikopter, para warga pun makin ketakutan.
Ferdi langsung menuju ke arah Arvan dan menyerahkan tas itu padanya.
"Ini Bos, Hai Kakak Ipar, lama gak bertemu ya ," ucap Ferdi melambaikan tangannya ke arah Inces.
"Kok kakak Ipar kurusan sih, pasti si Bos gak ngasih makan kakak Ipar ya ," ucap Ferdi lagi sehingga Arvan menatap tajam ke arahnya.
"Gak kok Bos, Peace..." ucap Ferdi cengengesan, semua yang melihat adegan itu merasa semakin yakin kalau itu bukanlah sandiwara.
"Ini Pak Rt surat-suratnya," ucap Arvan sambil menyerahkan surat-surat itu ke tangan pak Rt.
Pak Rt melihat surat-surat itu lalu memperlihatkan kepada warganya dan para warga pun mangut-mangut ternyata benar Bono itu suaminya Inces.
"Nak Arvan, saya selaku Pak Rt di kampung ini meminta maaf sebesar-besarnya atas kesalahfahaman ini," ucap Pak Rt
__ADS_1
"Saya Sudah memaafkan kalian semua tapi tidak dengan dia," ujar Arvan menunjuk ke arah pemuda itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...