Malam Kelam Princess Somplak

Malam Kelam Princess Somplak
MKPS 55


__ADS_3

"Peace.." ucap Arvan sambil mengacungkan dua jarinya membentuk huruf V.


"Eh..kita ke atas Yuk, gak enak di lihatin sama karyawan di sini," ajak Arvan


"Gak enak kasih kucing aja Jon," ujar Dira


"Bhua..ha..ha..ya kali di kantor ada kucing, mau nyari apaan dia di sini," ucap Arvan


"Nyuri kaos kaki lo yang bau kali," ucap Dira


"Eh..eh..jangan salah, berkat kaos kaki gue yang bau itu gue bisa jadi seperti ini sekarang,"


"Iya..iya..pak Arvan Sujono," ucap Dira


"Jon lo pesan makan dulu cepat, gue lapar nih," ujar Dira


"Eh lo kesini mau numpang makan ya, Pak Rafka apa bapak gak ngasih makan Dira ya," canda Arvan


"Saya gak sanggup lagi ngasih makan dia, lihat saja tuh perutnya sampai bengkak gitu," ujar Rafka, Dira mencubit perut Rafka.


"Ini ulah kamu tau gak," ucapnya yang membuat mereka semua tertawa


"Pak Arvan Ruangannya sudah di sediakan," ujar Ferdi.


"Oke gaess ayo kita ke sana," ajak Arvan


Mereka pun akhirnya berjalan menuju ke lantai atas dimana ruangan yang di maksud oleh Ferdi.


Ferdi terpaksa memakai ruang Meeting karena kalau mereka memakai ruangan Arvan pasti ga bakalan muat, lagian Sofa di ruangan Arvan tidak besar.


"Enak juga kantor kamu ya Jon," ujar Rama


"Iya pak Rama, tapi masih besar kantornya pak Rama," ujar Arvan


"Oh ya Jon, kalau saya mau inves di perusahaan kamu apa bisa menjanjikan ?" tanya Rama yang berniat menginvestasikan sedikit sahamnya di Perusahaan Arvan


"Wah saya sangat tersanjung kalau pak Rama mau mengivestasikan Saham di perusahaan saya, saya pastikan pak Rama gak bakalan kecewa dengan performa Perusahaan ini," ujar Jono


"Oke nanti saya pikirkan lagi dan kalau saya setuju Sekertaris saya akan menghubungi kamu," ujar Rama


"Oh ya pak Rama, ini kartu nama saya," ujar Arvan sambil memberikan selembar kartu nama buat Rama.


"Lo punya kartu nama juga sekarang ya Jon, gue pikir lo hanya punya kartu discout," ujar Dira terus saja meledek Arvan


"Lihat nih pak Rafka, Mahasiswa terbaik kedua di Kampus selalu di ledekin sama gadis cantik ini," Arvan mengadu pada Rafka

__ADS_1


"Jono..gak ada yang boleh bilang kalau Istri saya cantik," ujar Rafka


"Terus saya bilang jelek gitu, Dir itu suami lo yang nyuruh ya," ujar Arvan, Dira memelototkan matanya ke arah Rafka


"Bukan begitu maksud aku sayang, hanya aku yang boleh memuji kamu seorang," ucap Rafka, Dira kembali tersenyum mendengarnya.


"Eh kok pasangan mantan gak ada suaranya ya ," ujar Arvan


"Iya nih, mereka masih berada di alam mimpi kali, mereka masih melamunkan kalau mereka masih bersama.


"Iiiihhh amit-amit gue mimpiin dia," ujar Ica


"Gue juga..., Mending gue mimpiin yayang gue Carin, Ya kan sayang ?" ujar Zidan , Carin tersenyum, dia tidak terlalu bisa bahasa Indonesia karena mereka tinggal di Ingris, mereka pulang atas permintaan Dira yang kangen dengan kebersamaan mereka. Karena Dira lagi hamil makanya mereka semua mengabulkan permintaan Dira itu.


"Gue juga mending mesra-mesraan secara Real denga pangeran gue Renaldi, Gak ada yang bisa ngalahin ketampanannya di hati gue," ujar Ica menekankan kata-katanya


"Wleek...mau mintah gue," ujar Zidan


"Sepertinya mereka harus melihat rekaman di mana mereka masih bersama dulu deh," ujar Sinta


"Jangan..." ucap mereka bersamaan yang membuat Semuanya tertawa.


*


*


"Makasih Maira sayang, oh ya gimana dengan sekolah kamu ?


"Aku dapat juara dua kak, aku senang banget loh kak," ujar Maira


"Alhamdulillah sayang, kamu ternyata pintar ya, tingkatkan belajar kamu agar kedepannya bisa meraih juara pertama."


"Iya baik kak, di minum dong Jus nya kak ," suruh Maira dengan senyum sumbringahnya.


Teng nong...teng nong...


"Maira sepertinya ada tamu deh, kamu bukain pintunya sebentar ya, nanti kakak juga masuk," suruh Inces


"Baik kak Inces, aku masuk dulu ya," pamit Maira.


Ceklek...


"In...ces.." Senyum Nindy pudar ketika melihat kalua bukan Inces yang membuka pintu nya akan tetapi seorang bocah perempuan yang imut yang membukanya.


"Hai adik kecil, apa Kak Inces nya Ada ?" tanya Nindy

__ADS_1


"Oooo kak Incesnya ada kok,sebentar ya saya pangilkan, silahkan masuk dulu," suruh Amaira


Mereka pun masuk Dan duduk di Sofa, sedangkan Amaira segera memanggil Inces.


"Kak Inces ada tamu tuh, cowok sama cewek," ujar Maira


"Kamu nanya namanya siapa ?"


"Enggak he..he..," ujarnya cengengesan


"Ya sudah kamu lanjutin belajarnnya ya biar kak Inces lihat dulu," Inces bangun lalu masuk ke dalam Mansion


Dia melihat kalau ada pasangan kekasih yang dia tau siapa mereka.


"Nindy...! "panggil Inces, Nindy menoleh dan dia langsung bangun dan memeluk sahabatnya itu.


"Ces lo kemana aja sih, gue khawatir tau gak sama lo," ucao Nindy sambil segugukan.


"Ndy, gue juga kangen banget sama lo, maafin gue yang pergi gak bilang-bilang sama lo ya Ndy, itu semua gue lakuin demi keselamatan kalian," ujar Inces, Nindy melepas pelukannya.


"Maksud lo apa Ces, keselamatam kita ? emangnya kita kenapa Ces," tanya Nindy


"Ada yang mengancam gue, kalian ingat gak saat kalian liburan ke Bali sebulan yang lalu, sebenarnya bukan Arvan yang memberikan tiketnya kepada kalian Ndy, ada orang lain yang memamfaatkan kalian untuk mengancam gue," cerita Inces


"Apa...siapa orangnya Ces, kenapa dia sampai mengancam Lo ?"


"Panjang ceritanya Ndy, yang jelas dia ingin gue meninggalkan pernikahan gue dengan Arvan, beruntung Arvan melanjutkan pernikahannya dengan gue,"


"Jadi lo sekarang sudah resmi jadi Istrinya Arvan Sujono itu," tanya Nindy


"Iya Ndy, lo tau gak, semenjak gue pindah ke kampung itu, ternyata Arvan menyamar juga seperti apa yang gue lakuin dulu untuk bisa dekat dengannya, dia juga ngelakuin hal yang sama agar bisa dekat dengan gue,"


"Oh..so Sweet," ucap Nindy


"Oh ya Ndy, Tristan gue mohon kalian tinggal di sini ya bareng gue, gue gak mau kalau Wanita itu memperalat kalian lagi," pinta Inces


"Tapi Ces..


"Gak lama kok Ndy, setelah Arvan membalas wanita itu kalian boleh pindah kok, tapi gue maunya sih selamanya bisa tinggal bareng kalian," ujar Inces


Nindy menatap ke arah Tristan, Tristan tersenyum.


"Sebaiknya kita ikutin maunya Inces, itu juga demi kebaikan kita juga kan, aku tidak mau kamu dan bayi kita kenapa-napa sayang," ujar Tristan


"Serius sayang...?

__ADS_1


"Makasih ya sayang, akhirnya gue bisa tinggal bareng lagi sama Lo Ces," ujar Nindy kembali memeluk Inces.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2