
"Sini biar aku periksa dulu," ujar Cory lalu mengambil bahan-bahan itu dari tangan Ferdi tapi di saat dia mau mengambilnya tangannya bersentuhan langsung dengan tangan Ferdi.
Tatapan mereka bertemu, dan seketika hening menyelimuti keduanya.
"Eh maaf ," ujar Cory
"Sering-sering juga gak apa -apa ," ujar Ferdi
Suasana canggung pun melanda mereka, Cory akhirnya meninggalkan Ferdi di sana sendiri dan berjalan menuju ke arah Mobil yang hendak di perbaiki oleh Cory.
"Fer..lo pulang aja gih," suruh Cory
"Loh kenapa ?" tanya Ferdi binggung
"Lo ganggu konsentrasi gue kalau lo masih di sini dan mandangin gue gitu ," ujar Cory
"Jadi kamu sudah ada rasa sama aku ya..ayo ngaku.." Goda Ferdi
"Apaan sih..ayo pergi sana, kalau enggak aku gak bakalan memperbaiki mobil Lo ," ujar Cory malu-malu.
"Iya..iya..calon istriku bawel banget sih ," goda Ferdi lagi.
"Pulang gak.." ucap Cory hendak melempar obeng di tangannya.
"Iya..bye..Jangan kangen ya.." ucap Ferdi
"Ferdi....!
Ferdi menghindari Obeng melayang itu sambil tertawa. diapun akhirnya pergi dari sana menuju ke Mansion nya Arvan.
Sementara Arvan masih saja di repotkan oleh Bumil yang sedang ngambek.Sehabis menonton Drakor kesukaannya Inces pengen ikutan mendaki gunung seperti adegan di Drakor tersebut.
"Sayang..jangan macam-macam deh, kamu kan lagi hamil, gak boleh ikutan yang begituan," ujar Arvan
"Kamu emang gak sayang sama aku, gak sayang sama anak kita, anak kita kan kepengen naik gunung juga kayak mereka hu..hu.." adegan menangis pun medramatisir suasana itu.
"Sayang..aku itu sayang banget sama kalian berdua, makanya aku gak ngizinin kalian mendaki gunung, gimana kalau aku saranin mendaki gunung yang enak," ujar Arvan
"Emang ada yang begituan ?" tanya Inces Polos
"Ada dong, aku yang mendaki kamu yang enak ," ujar Arvan
"Mau ..aku mau..emang mendaki apa sih sayang..?
Arvan membisikkan sesuatu di telinga Inces, wajah Inces berubah merona.
"iiihhh...kamu nakal banget deh, aku bukan mau yang itu, tapi mendaki beneran tau," ujar Inces ngambek
__ADS_1
"Kita coba dulu mendaki yang ini, nanti setelah anak kita lahir aku janji deh akan membawa kalian mendaki sama-sama," ujar Arvan
"Beneran nih sayang ?
"Iya...jadi gak nyobain mendaki yang enak ?"
"Boleh deh..tapi jangan lama-lama ya..soalnya badanku sering sakit kalau lama ," ujar Inces
"Gak lama kok sayang, paling sejaman," ucap Arvan membuat mata Inces melotot
"Gak mau ah kalau begitu,"
"Jangan Dong..si Jeki udah gak nahan pengen mendaki nih, iya aku janji gak bakalan Lama kok,"
"Kalau begitu ayo.." ujar Inces lalu menarik Arvan ke kamarnya.
pergulatan pun terjadi, namun di tengah pergulatan ada pengganggu yang menghampiri.
"Spada...Any body home...?"
"Siapa sih Ganggu saja " ucap Arvan
"Gak usah di perdulikan, ayo terus lagi sayang...belum sampai puncak nih ," ujar Inces
Arvan terus mengempur Inces sehingga membuat Inces melayang di udara di buatnya.
"Siapa sih...lagi nanggung juga ," ucap Arvan
"Sayang sudah aku bilang gak usah di dengarin suara-suara setan yang menggema, lanjutin saja, nanggung banget nih," ujar Inces yang membuat semangat Arvan semakin naik.
Dia melanjutkan kegiatannya, janjinya hanya sebentar tapi sudah berjalan satu setengah Jam mereka belum juga sampai di puncaknya.
Aaaggghhhhh
Arvan mengerang kenikmatan di susul suara ******* Inces di bawahnya. mereka akhirnya terkapar kelelahan dan mulai memejamkan matanya.
"Mana sih ni si Bos, gue laper banget nih," Ujar Ferdi lalu dia menuju ke Dapur dan main makan saja makanan di atas meja.
Arvan sudah selesai membersihkan dirinya, dia menuju ke dapur hendak makan karena sangat lapar akibat pendakian itu.
"Lo ngapain di sini ?" tanya Arvan ketika melihat Ferdi di dapur.
"Makan ," ucap Ferdi sambil memperlihatkan piring di tangannya.
"Makanan gue...! teriak Arvan.
"Udah habis, lagian lo kan bisa nyuruh istri lo buat masak lagi, nah gue boro-boro nyuruh Istri masak, istri aja belom punya ," ujar Ferdi
__ADS_1
"Lo tu ya, masuk ke rumah orang tanpa permisi dan sekarang main makan makanan orang juga gak merasa bersalah lagi, pokoknya gue gak mau tau lo harus masakin buat kita kalau gak gaji lo gue potong," ujar Arvan
"Yach..jangan Dong Ar, gue kan harus bayarin perbaikan mobil Lo, belom lagi buat nikah, main potong- potong saja gaji gue, lo tega ?" ujar Ferdi dengan wajah memelasnya.
"Menurut lo ?
"Ada apa sih ni ribut-ribut, ganggu gue tidur aja."
"Kakak ipar ..tolongin aku, Arvan mau main potong-potong gaji aku sembarangan, padahal aku kan lagi memperbaiki mobilnya, itu butuh biaya yang besar belum lagi biaya untuk Pedekate sama pujaan hati," ujar Ferdi sambil memegang lengan Inces manja.
"Ferdi kondisikan tangan lo kalau tidak bukan hanya gaji lo saja yang gue potong tapi tangan lo juga," ucap Arvan dingin
Ferdi langsung mengangkat tangannya dan kembali ke tempatnya tadi.
"Emang kenapa sih sayang kamu ngancam potong gaji si Ferdi, emang salah dia apa ?" tanya Inces
"Salah dia tu udah ganggu kegiatan kita, malah main makan-makan saja makanan kita, aku kesel kan jadinya," ujar Arvan
"Sudah dong jangan kayak anak kecil deh, lagian aku kan pengen makan di luar bareng kamu sayang," ujar Inces
"Gue ikut ya ? ujar Ferdi, Arvan menatap tajam ke arah Ferdi.
"Biarin aja sayang, siapa tau nanti kita butuh bantuannya kan ," ucap Inces
"Ya sudah kita siap-siap yuk sayang, kamu mau kita makan di mana ?" tanya Arvan sambil merangkul Inces lalu membawa kekamarnya.
"Makan Sea food enak kali ya ," ucap Inces semangat.
Setelah bersiap-siap Mereka pun akhirnya berangkat menuju Restorant Sea Food yang ada di pinggir pantai.
Mereka memesan ruangan Khusus agar tidak terganggu oleh pengunjung lainnya. Inces memesan beberapa makanan yang dia sukai mulai dari Lobsteer , kepiting dan Cumi-cumi saos padang.
"Wiih...banyak banget pesanan kakak ipar, makan besar nih hari ini," ujar Ferdi
"Sayang kok hanya pesan sea food saja sih , aku kan alergi Sea food sayang," ujar Ferdi
"Kamu makan nasinya saja , tuh..." tunjuk Inces yang membuat Ferdi tertawa terbahak-bahak.
"Yach..kok cuma nasi sih sayang..aku mau pesanin ikan bakar saja buat aku, kalian jangan makan dulu ya ," ujar Arvan
Ferdi mau mencomot cumi-cumi yang menggugah seleranya.
Awwww...
Ferdi meringis kesakitan karena tangannya di ketuk pakai sendok oleh Inces.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1