
Karena Inces tak kunjung sadar Arvan beranjak dari sana dan melangkah ke arah Nindy.
"Nindy apa yang sebenarnya terjadi sehingga Inces bisa shock seperti itu," tanya Arvan
"Tadi ada yang nelponin dia, dan katanya lo kecelakaan dan sedang kritis di rumah sakit X, Makanya Inces Shock begitu," jelas Nindy
"Siapa sih yang berani-beraninya main-main sama istri gue, gue gak akan lepasin tu orang," ujar Arvan.
"Sudah lah Ar, yang penting Inces tidak apa-apa sekarang, soal Penelpon itu mungkin saja orang yang menelpon keluarganya namun nyasar ke HP nya Inces," ujar Nindy
Arvan berpikir ada benarnya juga apa yang di katankan , dia kemudian berjalan kembali menuju ke arah Brankarnya Inces.
"Sayang cepat bangun, aku di sini baik-baik saja. Kamu harus cepat sadar agar kita bisa cepat pulang dan biar aku cepat nengokin anak kita," ucap Arvan pelan
Awww...
Arvan meringis kesakitan karena ada sebuah tangan mencubitnya.
"Sayang kamu sudah sadar," ujar Arvan
"Iya sudah dari tadi," jawab Inces
"Sayang...maafin aku ya yang ninggalin kamu malam itu, aku janji aku gak akan pernah berbuat begitu lagi." ujar Arvan
"Maafin aku juga ya sayang, aku gak akan ngambek-ngambekan lagi kayak kemaren, aku gak mau kehilangan kamu lagi sayang," ujar Inces
"Kita pulang yuk aku kangen nengokin dedek," ujar Arvan
Awwww...
Inces kembali mencubit Arvan, kali ini yang menjadi sasarannya adalah pipinya.
"Kok di cubit sih sayang," ucap Arvan
"Lagian kamu bisa-bisanya ngomongin itu aku kan jadi pengen juga ," ucap Inces
"Bhua..ha..ha..Inces..Inces...lagi sakit aja lo begitu, gimana sehatnya ," ucap Nindy yang baru aja keluar dari kamar mandi.
"Udah kalian pulang gih , jangan sampai kalian main di sini lagi, karena Inces sudah sadar gue juga mau pulang," ujar Nindy
"Makasih ya Ndy ?" ucap Inces
"Iya..ingat jangan main di sini ha..ha..," ujar Nindy lalu pergi dari sana.
__ADS_1
"Dikit aja gak apa-apa kali," ucap Arvan yang membuat mata Inces melotot
"Mas..kamu bercanda kan,"
"Iya sayang..masak kita mu main di sini sih, ntar kalau ada yang ngintip kan jadi kepengen he..he.." ucap Arvan
"Kamu Istirahat saja dulu ya sayang, aku mau menemui Dokter dan menanyakan apa kamu sudah boleh pulang atau enggak," Inces mengangguk
*
*
Di Bengkelnya Cory masih saja memperbaiki mobilnya Ferdi, pekerjaannya sudah hampir selesai.
Wajahnya yang cantik belepotan dengan oli itu membuatnya semakin seksi saja di mata Ferdi.
"Ngapain lo lihatin gue begitu ?" tanya Cory
"Kamu seksi banget sih kalau lagi kerja begitu," ucap Ferdi
"Jangan gombal deh lo ," ucap Cory yang memang tidak pernah kemakan omongan manis lelaki.
"Beneran deh sueer..," ucap Ferdi
"Cory..apa kamu sudah siap menikah dengan ku ?" tanya Ferdi yang membuat Cory menghentikan pekerjaannya dan menoleh ke arah Ferdi.
"Jangan bercanda deh kamu Fer ," ucapnya lalu kembali Fokus,Ferdi menghampiri Cory lalu memegang kedua lengan Cory agar dia melihat ke arahnya.
"Aku gak bercanda Cory, kalau kamu jawab iya aku akan segera mempersiapkannya," ujar Ferdi, Cory melihat manik mata Ferdi, tidak ada kebohongan di sana yang ada hanyalah cinta yang sangat besar untuknya.
"Iya aku mau," ucap Cory mantap
"Yeay...sebentar lagi aku punya Papa..," ucap Fariz yang baru saja pulang dari sekolahnya.
Merek kaget melihat Fariz di sana. Ferdi segera menghampiri Fariz.
"Iya sayang kamu sebentar lagi punya Papa, Papa Ferdi...Fariz dan Ferdi clob kan ," ucap Ferdi, Fariz segera memeluk Ferdi dengan senyum bahagianya. Cory juga sangat bahagia melihat mereka berdua.
Setelah semua penderitaan yang dia lewati selama ini akhirnya kebahagiaan menghampirinya juga.
🍃Flash back On
" Fajar aku hamil ," ujar Cory yang sedang berhadapan dengan Fajar kekasihnya yang sama-sama bersekolah di STM yang ada di kotanya.
__ADS_1
"Apa...kamu jangan bercanda Cory..kita hanya melakukannya sekali dan itu pun sudah lama sekali, gak mungkin..kamu mau nge prank aku ya," ucap Fajar
"Jar..aku beneran hamil ini buktinya, kamu harus tanggung jawab Jar ," ucap Cory dengan segala kegelisahannya.
"Aku gak percaya omongan kamu Cory, Atau jangan-jangan selama ini kamu juga berhubungan dengan laki-laki lain selain aku, dan sekarang kamu meminta tanggung jawab sama aku, Maaf aku gak mau tanggung jawab sama bayi yang bukan bayi aku,"
Plakkk...
Sebuah tamparan mendarat di pipi Fajar.
"Kurang ajar lo , berani-beraninya lo nampar gue hah," Fajar mendorong Cory sehingga dia terjatuh di lantai, Fajar meninggalkan Cory sendirian di sana dalam keadaan pingsan.
Beruntung Ada siswi yang kebetulan lewat di sana dan langsung menghubungi Guru. Cory langsung di antar pulang ke rumahnya.
Di samping tempat tidur Ibu Cory menangis, ayahnya berdiri sambil menopang kepalanya.
Tak lama kemudian Cory sadar dan melihat Ibu dan ayahnya.
"Pak..Cory sudah sadar pak ," ujar Ibu Cory, Pak Bandi ayahnya Cory menghampirinya.
"Katakan sama ayah, apa maksudnya ini hah ?" bentak Ayahnya Cory sambil memperlihatkan benda kecil di tangannya itu, Cory pun menangis.
"Pak sabar pak, biarkan Cory sembuh dulu, jangan membentaknya seperti itu."
"Gimana bapak bisa sabar bu, anak kita ini hamil di luar nikah, orang tua mana yang bisa menahan emosinya kalau begini," ujar Bandi
Cory ketakutan dan terus menangis sambil memeluk ibunya.
"Sekali lagi Bapak tanya siapa yang menghamili kamu hah ?"
Cory masih bungkam, Dia pun tak ingin menjawabnya, dia gak mau kalau laki-laki kasar seperti Fajar menjadi suami dan ayah dari anaknya kelak makanya dia tidak memberi tahukannya kepada ayahnya.
"Kalau kamu masih bungkam, lebih baik kamu pergi dari rumah ini, bapak gak mau punya anak seperti kamu," ucap Bandi lalu pergi dari sana.
"Cory..jangan kamu dengarkan ucapan Ayah kamu ya nak, ibu di sini akan melindungi kamu," ujar Ibu nya Cory sambil memeluknya.
Tengah malam Cory belum bisa tidur, ucapan ayahnya selalu terngiang-ngiang di telinganya, dia tidak mau kalau sampai Ayah dan ibunya menahan malu akibat perbuatannya itu, dengan sebuah Tas yang berisikan Baju-bajunya dan bermodalkan tabungannya selama ini, Cory nekad pergi dari rumahnya dan merantau ke Jakarta.
Cory melamar kerja di sebuah Bengkel Reparasi mobil yang tidak begitu besar dan setelah melewati beberapa percobaan dia di terima bekerja di sana karena pekerjaannya rapi dan sangat bagus.
Setelah melahirkan Fariz Cory mencoba membangun usaha bengkel sendiri dan berjalan sampai sekarang.
🍃Flash back Off
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...