
"Pengalaman buruk ? apa itu sayang ?" tanya Arvan
"Udah gak usah di bahas, lebih baik kita siap-siap saja dan segera pergi piknik, udah gak sabar nih," ujar Inces
"Kalau begitu ayuk kita masuk kamar ," ajak Arvan
"Aku duluan saja ya, nanti kalau barengan malah lama," ucap Inces segera ngacir ke dalam kamarnya, Arvan hanya tersenyum mendengar ucapan Inces kerena memang benar adanya apa yang di katakan oleh Inces itu.
"Oh ya Pak Arvan...
"Panggil Arvan saja," ucap Arvan
"Eh iya Arvan, sebenarnya siapa sih yang mengancam Inces di waktu hari pernikahan kalian ?" tanya Tristan
"Mikayla Anderson," jawab Arvan
"Apa..apa gak salah Ar, gue gak nyangka kalau mbak Kayla yang melakukan itu, soalnya dia kelihatannya sangat baik di hadapan kita," ujar Nindy
"Sebaiknya kalian jangan berurusan dengan Kayla, karena dia bisa melakukan apa saja untuk mencapai keinginannya," ujar Arvan
Inces sudah keluar dari kamar, dia terlihat sangat cantik dengan balutan Gaun selututnya.
"Ha..ha..ha..Inces-inces lo mau piknik apa mau ke pesta, resmi amat baju lo,"ujar Nindy
"Ya pergi piknik lah, emangnya kenapa kalau gue pakai baju ini, ada masalah kah ?" ujar Inces.
"Bajunya sih gak salah, tapi lo tu yang salah kostum, lagian kita belom tau mau piknik kemana, kalau ke pantai gimana ? bisa ke mana-mana tu aset lo kelihatan tertiup angin," ujar Nindy
"Siapa bilang kita pikniknya ke pantai sih, orang gue mau ngajak kalian ke danau buatan yang ada di tengah-tengah kota itu loh," ujar Inces
"Sayang apa gak sebaiknya kita ketempat lain saja yang lebih sepi, nanti kalau Kayla melihat kita bersama dia pasti akan merencanakan sesuatu lagi untuk misahin kita," ujar Arvan
"Bener juga sih apa kata kamu Mas, ya sudah aku ganti baju lagi aja ya," ujar Inces
"Bareng aja yuk," ujar Arvan
"Jangan dong,"
"Gak apa-apa, aku janji gak akan ganggu kamu kok," ujar Arvan
"Beneran nih, janji ya,"
"Iya sayang, ayuk," Arvan merangkul Inces lalu mereka masuk ke kamarnya.
Benar apa yang di katakan oleh Arvan kalau dia tidak mengganggu Inces tapi langsung membawa Inces ke Ranjang psehingga pertempuran panas kembali terjadi.
Sudah setengah jam Nindy dan Tristan menunggu, tapi pasangan itu belum muncul-muncul juga.
__ADS_1
"Ngapain aja sih mereka, kenapa lama banget," ujar Nindy
"Kamu kayak gak pernah aja deh, kita kan kalau berduaan juga pasti lama," ujar Tristan
"Jadi mereka ngelakuin itu, kenapa juga kita nungguin mereka," kesal Nindy
"Sabar...kasih kesempatan kepada mereka melepas rindu, kan mereka sudah terpisah selama sebulan, pasti lagi hangat-hangatnya, kita juga ngamar yuk sayang," ajak Tristan
Senyum Merekah terbit di bibir Nindy, gara-gara Inces dan Arvan dia jadi kepengen juga melakukan itu, mereka pun masuk ke sebuah kamar yang mereka yakini adalah kamar tamu dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi.
Inces dan Arvan sudah siap dengan pakaiannya, mereka keluar dari kamarnya dan binggung karena Nindy dan Tristan tidak ada di tempatnya.
"Loh kemana mereka ya ?"Tanya Inces
"Gak tau, sudah pergi kali," jawab Arvan
"Kamu sih kelamaan, mereka jadi pergi kan," kesal Inces.
Ceklek...
Pintu kamar tamu terbuka, terlihat Tristan dan Nindy keluar dari kamar itu dengan senyum merekahnya.
"Kalian kemana aja sih, kita pikir kalian sudah pergi duluan tadi," ujar Inces
"Kita sudah capek nungguin kalian di situ, karena lelah kita istirahat sebentar di kamar itu," ujar Nindy
Ayuk...
*
*
Ferdi sudah siap dengan baju gaulnya, dia berencana akan ketempatnya Cory hari ini untuk membawa mobilnya Arvan agar di perbaiki di sana.
Ferdi sangat tampan kalau memakai pakaian seperti itu, senyum merekah ketika dia melihat bayangannya di cermin, sambil mengangkat ketiak lalu menciumnya.
"Perfect..." ucapnya kemudia menyambar kunci mobil lalu bergegas menuju Mansionnya Inces untuk mengambil mobil yang rusak itu.
Ferdi sekarang sudah berada di depan Bengkel Cory akan tetapi dia belum juga turun dari mobilnya, rasa nervers melandanya seperti mau bertemu calon mertua aja.
"Kenapa gue jadi gugup gini sih, gak biasanya gue seperti ini," ucapnya
Ferdi kaget ketika seorang anak Laki-laki yang masih memakai seragam sekolahnya mengetuk-ngetuk pintu mobil itu, mungkin dia baru pulang dari sekolahnya.
Ferdi membuka kaca mobilnya lalu bertanya kepada bocah laki-laki itu.
"Kenapa kamu di sini, bikin kaget saja," bentak Ferdi
__ADS_1
"Om ngapain di sini ?" tanya Bocah itu
"Kalau di bengkel berarti mau memperbaiki mobil lah," ujar Ferdi kesal
"Kenapa Om gak langsung masuk saja ke bengkel, kenapa Om berhenti di sini, tu Om ngehalangin orang yang mau lewat," ujar Bocah itu, Ferdi melihat kebelakang mobilnya, benar saja yang di katakan oleh bocah itu ada beberapa kendaraan yang mau masuk ke bengkel itu terhalang oleh mobilnya.
" Eh iya he..he.." Ferdi jadi malu sama bocah itu karena tadi sudah bicara agak tinggi padanya.
"Oh ya nak, maafin Om ya kalau tadi Om bentak kamu, makasih ya sudah memberitahukan Om," ujarnya
"Sama-sama Om," ucap Bocah itu lalu masuk ke dalam bengkel itu.
Loh kenapa bocah itu masuk ke sana, apa dia juga tinggal di sini, Ah gak mungkin, mungkin saja ada orang tuanya di dalam,, Batin Ferdi
Ferdi memarkirkan mobilnya lalu turun dan juga masuk ke dalam Bengkel itu.
"Spada...apa ada orang ?
"Iya..ada yang bisa gue banting ," ujar seorang gadis berpakaian seperti seorang montir siapa lagi kalau bukan Cory.
"Hay..jadi beneran lo kerja di sini ?" tanya Ferdi
"Iya..gue pemilik Bengkel ini sekaligus montirnya," ujar Cory
"Waah..lo hebat ya Cory, bisa kerjain apa yang seharusnya laki-laki kerjakan," puji Ferdi
"Biasa saja, lagian ini sudah Fashion gue agar bisa menghidupi keluarga gue," ujar Cory
"Gue kagum sama semangat lo Cory," ucap Ferdi
"Oh ya..gimana jadi gak lo perbaiki mobil lo sama gue ?
"Ya jadi lah, tapi sesuai janji lo ya kalau gue akan dapat discount," ujar Ferdi
"Siap...yang penting lo bayar di muka dulu sebahagiannya," ujar Cory
"Loh kok bayar duluan sih ?"
"Gue gak punya modal banyak untuk membeli bahan-bahannya, karena ini mobil mewah pastinya sparepart nya juga mahal," Ujar Cory
"Oke...gue akan bayar di muka," ujar Ferdi, Cory mulai melihat-lihat kerusakan mobil itu, lalu dia mencatat apa saja yang harus di beli.
"Ini lo beli sendiri saja, siang ini gue akan kerjain mobil itu dulu, besok mungkin gue akan pegang mobil lo," ujar Cory sambil menunjuk mobil yang ada di sebelah mobil Ferdi.
"Loh kok harus beli sendiri sih, kan tadi lo minta uangnya duluan,"
"Itu cuma mengetes saja apa lo punya uang atau enggak," ujar Cory tersenyum
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...