
Disebuah Ruangan seorang dosen Muda sedang menerangkan pelajarannya, sesekali dia menoleh ke arah sebuah kursi yang sering di tempati oleh Inces.
"Untuk hari ini Kita cukupkan sampai di sini dulu, Nelly tolong kumpulkan tugas tadi dan bawa keruangan saya," suruh Delon
"Baik pak ," ucap Nelly langsung melakukan apa yang di tugaskan padanya.
Delon pun pergi ke ruangannya, beberapa saat kemydian Nelly datang membawa semua tugas-tugas Mahasiswa untuk di berikan kepada Delon.
"Permisi pak, ini semua tugas-tugasnya sudah saya kumpulkan ," ucap Nelly lalu mesuk ke ruangan itu.
" Kamu taruh saja di meja sana," suruh Delon
"kalau begitu saya permisi dulu ya pak ," icap Nelly
"Tunggu ..!" Nelly berhenti lalu menatap ke arah Delon dengan penuh tanda tanya
"Ada apa pak, apa masih ada yang bisa saya bantu ?" ujar Nelly
"Kamu tau gak kenapa Princes sudah tiga hari gak masuk kampus ?"
"Saya tidak tau pak,"
"Kalau rumahnya Princes kamu tau ?
"Loh bukannya bapak itu sepupunya ya, kok gak tau rumah Inces sih pak ," Tanya Nelly
"Iya saya memang sepupunya, tapi saya hanya tau rumahnya yang dulu, karena semenjak dia pindah saya tidak tau lagi alamat rumahnya," Alasan Delon
"Kenapa bapak gak telpon dia saja ,"
"Itu dia masalahnya, Ponsel saya kemaren rusak dan harus di Instal ulang, jadi sebahagian nomor Hp hilang termasuk nomornya, Kamu punya gak nomor Princes ? " Delon punya seribu akal untuk membuat alasan agar dia mendapatkan alamat atau nomor ponsel Inces
"Ada pak, ini " ujar Nelly lalu menyerahkan ponselnya kepada Delon, Delon langsung mengetik nomor ponsel Inces ke ponselnya.
"Makasih ya Nelly, kamu sekarang sudah boleh masuk kembali ke kelas kamu.
"Baik pak, " ucap Nelly lalu pergi dari sana
"Untung Nelly gak curiga, lebih baik saat pulang nanti saya menghubunginya agar bisa langsung bertemu dengannya.
Princes lagi duduk-duduk di Pantry menunggu waktu berjalan, waktu berjalan begitu lambat, Inces sudah membersihkan Pantry hingga mengkilap karena dia di larang oleh Udin buat membersihkan yang lainnya kerena kalau Inces melakukannya dia gak kebagian kerjaan, bisa-bisa makan gaji buta saja dianya.
Karena Di lantai itu cuma ada dua ruangan saja, Satunya ruangan Ferdi dan satunya lagi Ruangan Arvan, jadi tidak banyak yang harus di bersihkan di sana.
__ADS_1
Terlihat udin masuk ke dalam Pantry itu dengan peralatan bersih-bersihnya, Udin menghempaskan tubuhnya si Kursi.
"Lo sudah selesai Ud ?" tanya Inces
"Iya Mbak," ujar Udin sambil mengipas-ngipasi wajahnya dengan menggunakan handuk kecil yang biasa dia gunakan buat ngelap keringatnya.
"Cepet bener, yakin semuanya sudah bersih ?"
"Ya yakin lah mbak, itu kan sudah jadi rutinitas saya selama dua tahun belakangan.
"Kalau begitu lo tunggu sebentar ya," ujar Inces lalu dia menuju ke dapur, Inces membuat dua gelas Jus Alpukat buat mereka berdua.
"Ini buat lo, "Inces menyajikan Jus itu di hadapan Udin.
"Makasih ya Mbak, semenjak ada Mbak saya jadi semangat bekerja lagi karena punya teman buat ngobrol," ujar Udin
"Emangnya kemaren-kemaren lo di lantai ini cuma kerja sendirian aja ya Ud ?" tanya Inces
"Enggak sih mbak, saya kemaren itu kerja bareng mbak Mila tapi karena mbak Milanya pulang kampung ya saya jadi kerja sendiri deh," ujar Udin sambil menyeruput minumannya.
"Emangnya gak ada gitu OB lain yang bisa mengantikan Mila ?"
"OB di sini sih banyak mbak, tapi gak ada yang di percaya sama Bos untuk di perkerjakan di lantai ini, hanya orang-orang terpilihlah yang bisa naik ke lantai ini mbak," jelas Udin
"Oooooooo," ucap Inces
"Lo bisa aja bikin mood gue naik Ud, Lo siang ini mau makan apa biar gue siapin," tanya Inces yang memang entah kenapa hari ini dia begitu bersemangat.
"Nah itu yang saya suka dari mbak Sun, pengertian dan perhatian banget orangnya," puji Udin
"Udah dong Ud memujinya, ntar gue terbang dan gak bisa turun lagi nih," ujar Inces
"Mau makan apa nih ?"
"Apa aja deh mbak, yang penting bikin kenyang,"
"Heemm." seseorang berdehem dari arah pintu Pantry, mereka menoleh ternyata di sana sudah berdiri Arvan sambil bersandar di pintu itu.
"Eh pak Bos, ada yang bisa saya bantu pak Bos ?" tanya Inces
"Bikinin saya Jus Alpukat, Oh gak usah deh itu saja buat saya ," ujar Arvan lalu mengambil Jus Alpukat punya Inces lalu meminumnya.
"Tapi pak itu sudah saya mi..num ," ucapannya merendah karena Arvan sudah keburu meminumnya sampai habis.
__ADS_1
"Enak pak ?" tanya Inces, Arvan mengangguk
"Ya enak lah bekas bibir gue," guman Inces
"Kamu bilang apa ?"
"Gak kok pak, saya gak bilang apa-apa ," ujar Inces
"Oh ya Sun, nanti siang kamu harus buatkan saya makanan spesial ya, saya ingin menikmatinya di ruangan saya, kamu harus menyiapkan semuanya sebelum jam makan siang ," suruh Arvan
"Baik pak ," ucap Inces lemah
"Mbak, kok Pak Arvan gak jijik sih minum sisanya Mbak," tanya Udin
"Jijik ?, emangya gue apaan sampai pak Bos haris jijik sama sisanya gue ," ujar Inces tersinggung
"Saya gak bermaksud begitu mbak, tapi biasanya kan gimana gitu kalau minun minuman bekas orang," ucap Udin
"Gue ngerti maksud lo kok Ud, hak usah gak enak gitu kaki, gue tadi hanya bercanda, sekarang ayo lo bantuin gue nyiapin makan Siang buat pak Bos," ajak Inces
"Emang harus sekarang ya mbak, ini kan baru jam sepuluh,"
"Iya dong, nanti gak selesai tepat waktu kalau kita tifak melakukannya sekarang," ujar Inces lalu berjalan menuju ke dapur, udin pun mengikutinya dari belakang
"Masak apa kita mbak ," tanya Udin yang sudah memegang pisaunya
"Masak apa ya ?" Inces mengetuk-ngetukan jarinnya di dagunya.
A View moment later...
"Mbak, sebenarnya kita mau masak apa sih, kok dari tadi gak mulai-mulai,sudah satu jam loh ini," ujar udin yang sudah duduk di kursi dan menaruh kepalanya di meja yang ada di dapur itu karena kelamaan menunggu Inces berpikir.
"Otak gue buntu nih Ud, gue gak bisa mikir," Ujar Inces juga melakukan hal yang sama dengan Udin.
"Mbak gimana sih, tadi ngajak masak, giliran sudah di dapur malah gak tau mau masak apa," Suara dengkuran halus membuat Udin menoleh ke arah Inces.
"Aduh mbak Sun kok malah tidur sih, ini kan sudah jam sebelas lewat, kapan dia mau masak buat pak bosnya ya," ujar Udin khawatir kalau mereka tidak bisa menyelesaikan masakannya tepat waktu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like...
Coment...
__ADS_1
Vote...
Makasih🙏🙏🙏