Malam Kelam Princess Somplak

Malam Kelam Princess Somplak
MKPS 64


__ADS_3

"Beneran nih gaji gue di naikin ?" tanya Ferdi semangat


"Tapi kalau berhasil, kalau enggak gaji Lo gue turunin," ujar Arvan


"Oke..gue akan bekerja keras untuk membuat rencana ini berhasil," ujarnya semangat.


"Cory..tunggu babang Ferdi naik gaji, kita bakalan menikah kalau tabungan aku sudah ngumpul banyak," guman Ferdi


Arvan mulai mengkhawatirkan Inces, dia mengambil ponselnya lalu menghubungi nomor Inces.


"Iya sayang, ada apa ?" tanya Inces yang segera mengangkat telpon dari suaminya itu.


"Kamu di mana sayang, apa kamu sudah pulang," tanya Arvan


"Belom, mak lampir masih di depan, " ujar Inces


"Nanti bakalan ada supir yang akan menjemput kamu ya sayang, untuk malam ini aku pulang ke Mansion satu lagi, kamu hati-hati ya sayang jangan sampai si Kayla itu melihat kamu di sana ," ujar Arvan


"Iya suami Ku, bawel amat sih kamu sayang. Kamu tenang saja aku bisa menjaga diri aku sendiri kok,"


"Gimana aku gak khawatir coba, si Kayla itu bisa ngelakuin apa saja sama kamu, aku gak mau terjadi apa-apa sama Istri ku yang cantik dan calon anakku ini," ujar Arvan


"Iya..iya..sayang, aku bakalan hati-hati kok, udah ya sayang aku mau ngintip lagi apa Mak Lampir itu sudah pulang atau belom, Bye sayang Ummach...," Inces memutuskan sambungan telponnya.


"Semoga tidak terjadi apa-apa sama mereka," guman Arvan.


"Ferdi kita pulang ke Mansion satunya lagi saja ya ," suruh Arvan


"Yach kok gak pulang ke Mansionnya Kakak ipar sih Ar, padahal Gue betah di sana Karena pujaan hati gue ada di sana ,"


"Lo suka sama Mona?" tanya Arvan


"Loh kok Mona sih, bukannya Mona tinggal di Mansion lo ya, gue itu punya gebetan di daerah sana bukannya Mona ," ucap Ferdi


"Ooo gue kirain lo mau saingan sama si Dante ," ujar Arvan


"Apa...Ha..ha..ha..ternyata Si Dante ketulah juga sama omongannya, sumpah gue sudah beraksi rupanya ha..ha..,"


"Sepertinya gue harus ketemu sama dia deh, gue mau lihat reaksinya kalau dia tau gue juga tau tentang kisah Asmaranya itu ha..ha..ha..," Ferdi semakin bersemangat ketika mendengar berita sahabat satunya lagi itu.


"Jangan lo urusi dia dulu, lo urusi saja dulu kerjaan lo, kalau kerjaan Lo udah kelar baru lo boleh ngeledek dia," ujar Arvan

__ADS_1


"Tak terasa mereka sudah sampai di Mansionnya Arvan. Arvan turun dari Mobilnya.


"Fer, sebaiknya lo balik lagi ke Restorant itu, pastikan Istri gue baik-baik saja ," suruhnya


"Itu kan Istri lo, kenapa harus gue yang repot sih ," ujar Ferdi malas, padahal dia dari tadi sudah membayangkan akan beristirahat di Mansionnya Arvan.


"Mulai lagi deh, lo mau gue pot...


"Iya..iya..gak usah di perjelas lagi kata-katanya, gue ngerti kok, dasar Bos tukang ngancam ," ujar Ferdi kemudian dia melajukan mobilnya kembali ke Restorant tadi.


Di Restorant...


"Apa mak lampir itu sudah pergi ya ?" ucap Inces lalu membuka sedikit Pintu ruangan Itu.


"Hufff..Untung saja mereka sudah pergi, lebih baik Gue segera pergi dari sini," ujar Inces, ketika Inces hendak pergi dari Restorant tersebut sebuah tangan memegang bahunya.


Inces memelintir tangan Orang tersebut, sehingga dia hampir saja mematahkan tangan orang itu.


"Aawww...Inces ini gue ," ujar Pemuda di hadapan nya yang ternyata adalah Dante.


"Eh sorry gue pikir penjahit ternyata elo Dok ,"


"Jangan Panggil Dok dong Ces, ini kan di luar kerjaan, Panggil gue Dante saja ," ujar Dante


"Maksudnya ?" tanya Dante bingung dengan ucapan Inces


"Lo mau ngantar gue gak bentar, soalnya suami Gue ninggalin gue sendiri di sini hu..hu.. ," ujar Inces mendramatisir.


"Loh kok nangis sih Ces..Cup..cup..jangan nangis dong, nanti orang-orang ngira gue apa-apain lo lagi," inces masih saja menangis.


"Ini gimana sih si Arvan kok tega dia ninggalin Istrinya di sini sendirian, sebentar ya Ces gue telpon dia dulu," ujar Arvan mengambil ponselnya


"Jangan...!


"Loh kenapa ?, biar gue marahi tu anak, bisa-bisanya dia ninggalin lo di sini sendiri, gue gak terima lo di giniin," ujar Dante


"Lah kok malah dia yang marah sih, gue aja gak marah ," guman Inces


"Gak usah Dante, lebih baik lo antar gue pulang saja, gue udah ngantuk banget nih,"


"Kalau begitu ayo gue antar lo ," ajak Dante.

__ADS_1


Mereka pun segera ke mobilnya Dante lalu Dante melajukan mobilnya.


Karena kekenyangan Inces tertidur di dalam mobilnya Dante, Tanpa bertanya Dante membawanya pulang ke Mansionnya Arvan karena dia memang tidak tau kalau Inces tidak tinggal di sana melainkan Di Mansion satunya.


"Enak banget lo Tiduran di sini ya, bangun lo ," ujar Dante saat sampai di Mansionnya Arvan, Arvan terlihat berbaring di King side nya.


"Ada apa sih Lo datang-datang main marah-marah saja, lo kesambet ya," tanya Arvan


"Iya..gue kesambet setan Istri lo, bisa-bisanya lo ninggalin dia di restorant Sea food dan lo asik tiduran di sini, di mana hati nurani lo Ar ?"


"Maksud lo apa sih Dan, bukan kah Ferdi sudah menjemputnya ya ?" ujar Arvan


"Lo tau gak, istri lo tadi nangis-nangis di sana dan meminta gue mengantarnya," ujar Dante


"Apa...! dimana dia sekarang Dan ?


"Tuh di mobil gue , ketiduran dia. Awalnya gue mau gendong dia ke sini, tapi gue ingat kalau pawangnya galak dan bucin parah sama dia , gue takut lo marah," ujar Dante, Arvan tak mengubrisnya lagi, dia langsung saja menuju ke Mobilnya Dante lalu mengendong Inces lalu membawanya ke kamar itu.


"Udah lo turun sana, nanti gue nyusul" Suruh Arvan pada Dante.


Dante pun turun ke bawah, matanya melihat ke sana kemari.


"Dia di mana ya ?" guman Dante


"Cari siapa Dok ?" tanya seorang gadis yang berada di belakangnya.


"Nyari Rita, kamu lihat gak ," Tanya Dante tidak melihat ke arah gadis itu.


"Iya saya lihat kok ," ujar Gadis itu


"Dimana di...a.." ucapan Dante terputus saat menoleh ternyata yang bertanya tadi adalah Rita.


"Eh Rita..kok kamu di sini ?" tanya Dante salah Tingkah.


"Seharusnya saya yang bertanya, ngapain pak Dokter celingak-celinguk di sini, mau berniat jahat ya ?" ujar Rita


"Masak pria setampan saya mau berniat jahat sih, kalau mencuri sih iya..," ujar Dante membuat mata Rita melotot.


"Mencuri hati kamu Eaa...," ucap Dante membuat wajah Rita merona.


Rita segera menuju ke dapur karena malu, dia menata bahan makanan yang baru saja dia beli di Mall Tadi.

__ADS_1


"Sini Aa' bantuin..,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2