
"Mila...tunggu..dengar dulu penjelasan aku," teriak Ferdi tapi Mila tidak menggubrisnya, dia terus saja berlari meninggalkan Perusahaan itu.
Ferdi mengejarnya tapi Mila sudah tidak terlihat lagi, dia kehilangan jejak Mila.
"Aaagghh..." teriak Ferdi
"Kenapa gue bodoh banget sih, ngapain juga gue ngomong kek gitu tadi, Mila...di mana kamu sayang," ucapnya ,tak terasa Air mata jatuh di pipinya.
Ferdi melangkah dengan gontai memasuki Gedung Perusahaan itu, dia terlihat begitu terpukul dengan kejadian tadi. Perlahan dia menyeret kakinya menuju ke Ruangan Arvan.
"Kenapa lo Fer, kok lemas gitu," Tanya Arvan pura-pura tidak tau.
"Gue di tinggal pergi sama Mila Ar," ucapnya lemah, Air mata kembali menetes di pipi Ferdi
"Cengeng banget sih Lo Fer, Lagian lo kalau ngomong gak di saring dulu sih, jadi gini kan akibatnya," ucap Arvan
"Lo bukannya menberi solusi masalah gue tapi lo malah nyalahin gue," ucap Ferdi
"Iya..iya...gue akan bantu lo buat balik lagi Sama Mila," ujar Arvan lalu mengambil ponselnya menghubungi seseorang.
"Hallo,lo cari informasi di mana gadis di Foto yang gue kirim ke Lo sekarang, lo kabarin gue secepatnya," ujar Arvan lalu memutuskan sambungan telponnya.
Tak lama sebuah Chat masuk di Ponsel Arvan, dia segera membukanya.
"Gila ni cewek, Baru saja dia ninggalin Lo udah sama cowok lain aja dia, malah mesra gini lagi," ucap Arvan
Ferdi merebut ponsel Arvan lalu melihat Foto yang ada di ponsel Bosnya itu. Ferdi mengepalkan tangannya, wajahnya berubah merah padam menahan Amarah.
"Jangan sampai lo banting Ponsel gue Fer," ucap Arvan yang menyadarkan Ferdi, Hampir saja dia mau membanting Ponsel Itu kalau tidak di ingatkan oleh Arvan.
Ferdi memberikan Ponsel itu kembali ke Arvan, Lalu menghapus Air matanya.
"Ferdi lo harus Move On dari Mila, lo itu tampan, lo bisa mendapatkan siapa saja yang lo mau," ujar Ferdi pada dirinya sendiri
"Nah gitu dong Fer, Hilang satu tumbuh seribu, jangan kayak cewek di tinggal pergi jadi mewek," ucap Arvan
"Nah Lo gak sadar ya Ar, dulu waktu Inces pergi lo juga nangis, malah lebih kencang dari gue, masih mending gue hanya keluar air mata saja," ucap Ferdi mulai kembali ke Aslinya.
"Lo jangan bahas itu lagi Fer, lo mau gaji lo gue potong ?" ujar Arvan
"Gak asik lo Ar, lo boleh ledek gue, giliran gue ledek lo malah lo ancam begitu," ujar Ferdi
"Udah yuk, dari pada lo nangis lagi kita makan siang di luar saja hari ini, gue yang traktir," ucap Arvan
__ADS_1
"Nah gitu dong, kalau gitu kan gue jadi semangat lagi," ujar Ferdi
"BTW kita mau makan di mana nih Ar ?
"Udah..lo ikut aja, ntar juga tau,"
Mereka akhirnya pergi dari kantor, kali ini Arvan yang membawa mobilnya karena dia ingin membawa Ferdi ke suatu tempat.
"Kita mau kemana sih Ar, jauh banget perasaan," tanya Ferdi
"Kita ke rumah gue, gue kangen sama Istri dan calon anak gue," ucap Arvan
"Loh bukannya kita mau makan di Restorant ya ?"
"Siapa yang Bilang ?
"Kan lo yang bilang tadi Ar, masak lo lupa sih," ujar Ferdi
"Perasaan gue gak bilang gitu deh, gue cuma bilang mau ngajak lo makan di luar, gue traktir, kan gak ada tuh kata restorantnya," ujar Arvan yang membuat Ferdi kesal
"Lagian lo tenang saja, masakan Istri gue yang ter the Best kok," ucap Arvan
"Iya..iya..gue percaya,"Ucap Ferdi mau tidak mau mengiyakan ucapan Bos nya itu.
Setelah menempuh satu jam perjalanan dari pusat kota akhirnya mereka sampai juga di sebuah Mansion yang terletak di Pinggir pantai.
"Waah Ar, Lokasinya indah banget, gue juga mau loh punya rumah di daerah sini biar nanti kalau gue nikah gue bakalan tinggal di sini bareng istri gue," ujar Ferdi yang mendapat tatapan tajam dari Arvan
"Kenapa Lo Ar natap gue begitu amat," tanya Ferdi
"Lo jangan coba-coba beli rumah di daerah sini, bosan gue lihat wajah lo mulu," ujar Arvan
"Tega bener sih lo Ar sama gue, padahal kita kan solmate yang gak terpisahkan," ucap Ferdi
"Ogah gue, kan gue sudah punya Inces, lo juga cari pengganti Mila sana dan lo cepat-cepat nikah biar lo bisa ngerasain indahnya sebuah pernikahan,"
"Ogah gue...ntar ceweknya kayak si Mila, Awalnya ngejar-ngejar kalau sudah bosan gue di campakin,"
"Mangkanya lo milih pacar tu yang sholehah, jangan kayak si Mila,lihat yang tampan dikit langsung kepincut," ucap Arvan
"Iya..iya..nanti gue nikahin anaknya pak Kyai aja,"
"Emang Pak Kyai punya anak cewek, setahu gue cowok semua deh, lo mau nikahin salah satunya ?
__ADS_1
"Au ah gelap ," ujar Ferdi yang membuat Arvan tertawa terbahak-bahak sehingga Inces mendengar suara suaminya itu, dia lalu bergegas keluar dari rumahnya menemui suaminya itu.
Inces sudah sangat kangen sama suaminya itu padahal tadi pagi mereka habis bertempur malah sampai tiga ronde.
"Mas...kamu kok ke sini gak bilang-bilang sih ?"
" Sureprise dong sayang, kamu kok tau aku datang ?
"Feeling aja ," jawab Inces
"Kamu kangen ya sama aku ?" inces mengangguk malu-malu
"Ayo kalau begitu," ajak Arvan
Arvan mengandeng Inces lalu masuk ke Mansionnya.
"Loh Ar, gue gimana ? katanya mau ngajak gue makan," ujar Ferdi
Arvan mengambil dompetnya dan memberikan Black Card kepada Ferdi.
"Ini lo ambil, lo makan saja di Restoran sepuas lo, tapi jangan lebih dari satu juta ya, dua jam lagi lo jemput gue di sini," ucap Arvan lalu masuk ke kamarnya bareng Inces dan menutup pintunya.
Ferdi menjatuhkan Rahanganya mendengar ucapan Arvan itu.
Kalau begini caranya kan mending tadi gue makan aja di Kantin kantor, tapi gak apa-apa deh, dapat satu juta kan lumayan," ucap Ferdi lalu pergi dari sana.
Ferdi mulai melajukan mobilnya menuju ke sebuah Restorant yang tidak jauh dari sana, kebetulan ada sebuah Restorant Seefood di daerah itu, Dia pun langsung membelokkan mobilnya ke sana, setelah memarkirkan mobilnya di langsung masuk ke sana, namun..
Gubrak...
Sebuah sepeda motor butut menabrak Bamper belakang mobil miliknya.
Ferdi berbalik kemudian bergegas menuju ke arah mobilnya.
"Mobil gue...!
Awww...
sebuah suara berasal dari pengendara motor itu, Ferdi langsung menuju ke tempatnya.
"Heh punya mata gak sih lo, main nabrak-nabrak aja mobil gue, pokoknya gue gak mau tau lo harus Ganti rugi , kalau gak gue laporin lo ke polisi," ujar Ferdi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1