Malam Kelam Princess Somplak

Malam Kelam Princess Somplak
MKPS 35


__ADS_3

" Maksud kamu apa ?" tanya Inces


"Aku sudah memberi pelajaran buat Papa dan mama tiri kamu itu, yang sudah tega mengusir kamu dari rumah mereka," jelas Arvan


Inces tersenyum kecut, sekilas Ingatannya kembali ketika dia di Usir dari rumah dengan kejamnya, dan yang lebih menyakitkannya adalah itu di lakukan oleh ayah kandungnya sendiri.


Tess...


Air mata jatuh di pipi Inces, Arvan yang melihatnya langsung memeluk Inces dan menghapus air matanya itu.


"Princes, aku berjanji mulai saat ini tak akan aku biarkan setetes pun air mata menetes dari mata indahmu ini, dan aku akan senantiasa membuat kamu menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini," ujar Arvan yang membuat Hati Inces seperti terguyur hujan di padang pasir yang gersang.


"Terima kasih Arvan, walaupun aku masih merasa aneh dengan kata-kata itu, tapi aku percaya kalau kamu akan mewujudkannya," ucap Inces. Arvan merasakan benda keramatnya kembali metonta-ronta.


Dia langsung melepaskan pelukannya dan bergegas menuju kamar mandi. Inces heran melihatnya, tapi dia bersyukur kalau Arvan segera bangkit, Inces juga merasakan hasrat yang serupa dengan yang di rasakan Arvan saat ini.


Setelah Arvan selesai menjinakkan Rudalnya, dia kemudian menuju ke kamar di lantai dua dan mengambil beberapa Pakaian buat Inces, dia tidak mau Kalau dia menyuruh Rita mengambilnya nanti Rita akan mengetahui apa yang sudah mereka lakukan tadi.


Setelah itu Arvan kembali ke lantai tiga dan masuk kembali ke kamarnya, tapi Dia tidak menemukan Inces, ternyata Inces sudah berada di kamar mandi, dia menaruh baju itu di atas Ranjang yang masih acak-acakan dan kembali turun menuju lantai bawah untuk menyuruh pelayannya memasakkan beberapa makanan buat mereka berdua dan menyiapkannya di tepi kolam Renang, semacam Candle Light Dinner gitu karena hari sudah malam juga.


Semua persiapan Cadle Light Dinnernya selesai, Arvan berencana untuk menyusul Inces, baru saja dia mau menaiki tangga menuju ke lantai Atas, Terlihat Inces sudah Turun dengan Anggunnya, tanpa kacamata dan tanpa tompel di Wajahnya, dia terlihat sangat cantik dengan dadanan tipis yang semakin menambah aura kecantikannya.


Arvan ternganga melihatnya, dia baru kali ini melihat Penampilan Inces yang sangat cantik bahkan mengalahkan kecantikan Dera Almarhumah kekasihnya dulu.


Inces tersenyum melihat Arvan yang mematung di bawah di anak tangga paling bawah. Dia terus saja menuruni tangga itu dan sampai di bawah dia terlihat ngos-ngosan karena kecapean.


"Kamu gak apa-apa sayang ?" tanya Arvan


Cie..sudah panggil sayang aja tuh pangeran kodok, terbang hati adek bang..,, batin Inces seakan hilang lelahnya


"Sepertinya aku perlu membuat Lift di rumah ini, biar kamu gak kecapean naik turun tangga," ujar Arvan.

__ADS_1


"Kamu So Sweet banget sih Ar.., aku jadi meleleh kayak Es Krim," ucap Inces dengan gaya kocaknya, Arvan tertawa mendengar ucapan Inces itu.


"Eh Ngomong-ngomong Es Krim, kalau makan Es Krim enak kali ya," ujar Inces.


"Iya ya..sebentar aku suruh pelayan menyiapakannya," ujar Arvan


"Tapi aku maunya Es Krim buatan kamu," ujar Inces keluar manjanya, gak tau kenapa setelah semuanya terbongkar, Inces maunya selalu di manja oleh Arvan.


"Iya..kamu tunggu sebentar ya sayang, aku siapin dulu," ujar Arvan lalu menuju ke dapur.


Rita yang baru saja lewat melihat ada wanita cantik yang sedang duduk di sofa langsung menghampirinya


"Maaf Anda siapa ya, apakah anda tamunya Pak Arvan ?" tanya Rita, Inces hanya mengangguk.


Apa ini pacarnya pak Arvan ya, ini sih cantik banget gak kayak Si Sun yang di bawa pak Arvan kemarin, eh Ngomong-ngomong Sun ya, dia kemana sih, dari tadi gak kelihatan, apa dia tidur ya, biar aku lihat saja ke kamarnya,, Batin Rita


"Saya permisi dulu ya," ujar Rita sambil berlalu, Inces hanya mengangguk


Tak lama kemudian Arvan datang dengan semangkuk Es Krim di tangannya menghampiri Inces.


"Loh kenapa cuma satu ?, buat kamu mana ?" tanya Inces


"Kalau makan berdua kan lebih romantis," ujar Arvan yang membuat wajah Inces merona.


"Sini aku suapin," ujar Arvan lalu mengambil kembali ek krim di tangan Inces lalu menyuapinya. Inces sangat bahagia di perlakukan seperti itu oleh Ayah dari Debay di dalam perutnya itu.


Tidak ada hari yang bahagia lain selain hari ini dalam hidupnya, dia merasa seperti seorang putri yang di manjakan pangerannya.


Ketika mereka sedang asik main suap-suapan Es Krim, Rita yang datang dari lantai dua terlihat tergesa-gesa menghampiri Arvan dan Inces.


"Maaf Pak Arvan, Nona Sun Hilang..saya sudah mencarinya kemana-mana tapi saya tidak menemukannya," ujar Rita dengan wajah paniknya.

__ADS_1


Sontak tawa Arvan dan Inces pecah mendengar ucapan Rita itu, Rita mengernyitkan keningnya.


"Loh Pak Arvan kok malah ketawa sih, saya serius nih Pak, katanya Nona Sun gak boleh keluar dari rumah ini, ini Nona Sun hilang malah di ketawain, gimana sih Pak Arvan," omel Rita


"Rita...coba kamu lihat dia, kamu kok gak ngenalin dia sih," ujar Arvan


Rita mulai memperhatikan Inces, tiba-tiba dia mengulum senyum malu.


" Masya Allah Nona Sun, Kenapa Nona Sun berubah jadi cantik sekali, tompelnya mana, kacamatanya juga, kok bisa ya ," ujar Rita


"Ini adalah aslinya Sun Rita, dia adalah Nona Princes calon istri saya," ujar Arvan


"Oh pantesan tadi saya lihatnya kayak kenal gitu, rupanya Nona ini nona Sun ya, eh maaf Nona Princes," ucap Rita


"Gak apa-apa kok mbak Rita, kamu panggil saya Sun atau Inces saja Biar lebih Akrab," ujar Inces.


"Baik Nona, kalau gitu di lanjutin lagi makan Es Krim nya setelah itu jangan lupa Pak Arvan Candle light Dinner nya," ujar Rita


"Eh Iya..saya kok jadi lupa ya, habisnya saya begitu antusias makan Es Krim sama kamu, jadi saya kelupaan sudah menyiapkan Cadle light Dinner di Kolam renang buat kita," ujar Arvan


"Kalau begitu ayo kita ke sana," ajaknya.


Arvan pun mengenggam tangan Inces lalu membawanya ke Kolam, dan terlihat lah dekor yang sangat Indah dengan sebuah Meja dengan dua kursi di pinggir Kolam itu. Di atas meja ada beberapa makanan yang di terangi oleh cahaya Lilin yang membuat suasana menjadi semakin romantis.


"Ar kamu yang nyiapin semua ini ?" tanya Inces


"Iya tapi lebih tepatnya Rita yang nyiapin atas perintah aku, kamu suka ?" tanya Arvan


"Iya Ar..aku suka banget..makasih ya,"


"Sepertinya kamu harus merubah panggilan kamu ke aku mulai sekarang deh,"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2