
Pagi sudah tiba, Arvan mulai membuka matanya, dia melihat ada wanita cantik terlelap di sampingnya.
Cup...
"Arvan mengecup kening istrinya itu.
"Pagi sayang," ucap Arvan, Inces mengeliat saja dan masih melanjutkan tidurnya
Cup ...
Dia kembali mengecup Inces tapi kali ini yang jadi sasaran adalah Bibirnya sehingga Inces membulatkan matanya karena keenakan.
Inces menekan kepala Arvan agar memperdalam ciumannya.
"Teryata istri aku nakal juga ya," ujar Arvan
"Abich nya aku sebel sama kamu, badan ku sakit semua tau gak," ujar Inces
"Tapi kamu suka kan, lagian siapa suruh mancing-mancing aku, aku gak di pancing saja bisa bangun apalagi di pancing seperti itu ya langsung nerkam..he..he..," ujar Arvan.
"Sayang, aku hari ini kepengen makan masakan suami ku, kamu mau gak masakin aku,"
"Tentu dong, kamu mau makan apa hari ini sayang ?"
"Emmmm apa ya, apa saja deh yang penting enak," ujar Inces
"Atau kamu makan ini saja ," ujar Arvan sambil membawa tangan Inces ke arah si Jeki yang sudah kembali bangun.
"iiiih Kamu ya, aku maunya makanan beneran tau, bukan itu," kesal Inces
"Iya deh, aku masakin kamu, tapi nanti setelah makan aku mau itu lagi ya,"
"Au ah.." ucap Inces mengambil selimut lalu menyelimuti seluruh tubuhnya yang polos.
Arvan tertawa, entah kenapa dia suka sekali mengusili istrinya itu, ada kebahagiaan tersendiri ketika dia melihat Istrinya malu-malu begitu.
Arvan segera bangun lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya setelah itu dia segera menuju ke dapur untuk memasak buat Istrinya.
Sampai di dapur dia binggung mau memasak apa, akhirnya dia memutuskan untuk membuatkan Omlet sayur saja yang gampang, dia juga membakar beberapa helai Roti siapa tau Inces mau makan Roti juga.
Inces sudah turun dengan baju rumahannya dan dia langsung menuju ke dapur, dia tersenyum ketika melihat sudah ada makanan di meja.
Arvan datang dengan satu gelas susu di tangannya.
"Sayang, kamu harus minum ini ya," suruh Arvan
"Gak mau ah, aku gak suka susu sayang,"
__ADS_1
"Jangan gitu dong sayang, aku kan sudah capek bikinnya, kamu minum sedikit saja ya," ucap Arvan sambil menyodorkan susu itu ke arah mulut Inces.
"Gak mau mas.." ucap Inces menutup mulut dengan tangannya
Amaira sudah siap dengan setelan sekolahnya, dia segera menuju ke meja makan dan melihat adegan pemaksaan itu.
"Kak Arvan kalau Kak Inces nya gak mau biar Maira aja yang minum," ucap Amaira lalu segera mengambil susu itu dan meminumnya, Arvan dan Inces ternganga melihat Amaira meminum susu itu.
"Maira itu susu buat kak Inces, kenapa kamu minum ?" ujar Arvan
"Emang gak boleh ya kak, kan kak incesnya gak mau, kenapa di paksa sih," ucap Maira sambil mengambil sepotong Roti lalu memakannya.
"Bukannya gak boleh, tapi susu itu khusus ibu hamil," ujar Arvan
Uhuuk...uhuuk..
Maira tersedak , Inces mengambil air lalu memberikannya kepada Maira
"Kenapa kakak gak bilang sih," ujar Maira
"Kamu sih main minum-minum saja, bukannya di tanya dulu ," ujar Inces sambil tertawa.
"Abisnya Kak Arvan memaksa kak Inces tapi kaka Incesnya gak mau, ya aku minum saja biar gak mubazir, emang kalau susu hamil itu gak bisa di minum sama orang yang gak hamil ya kak ?" tanya Maira
" Ya gak tau sih, Udah gak usah di pikirin,kamu sarapan saja dulu setelah itu kamu langsung berangkat ke sekolah." suruh Inces
"Baik kak Inces," ucapa Maira lalu melanjutkan makan Rotinya lalu berangkat ke sekolah.
"Enggak," jawab Arvan enteng
"Loh kenapa, kok gak ngantor ?
"Kan aku mau nagih upah dari kamu,"
"iiih kamu ini, aku gak mau lagi ya, sudah cukup yang semalam kamu nengokin dedek, hari ini off dulu," ucap Inces
"Iya..iya..aku cuma mau istirahat saja hari ini, beberapa hari ini aku sangat lelah sayang," ucap Arvan
"Gimana kalau kita piknik aja," ajak Inces
"Ide bagus tuh ," ucap Arvan
"Tapi kalau piknik berduaan saja gak seru, kita ajak Nindy sama Tristan juga gimana ?" usul Inces
"Kamu atur saja, yang penting hari ini kita jalan-jalan," ujar Arvan
"Makasih ya sayang," ucap Inces lalu mengecup pipi Arvan
__ADS_1
"Yang ini juga dong," ucap Arvan sambil menunjukan bibirnya Inces mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Arvan.
Ehem..ehem...
Deheman seseorang mengagetkan mereka.
"Cie..cie..yang mulai nakal nih," ucap Nindy
Nindy dan Tristan baru saja datang, karena tidak ada yang menyahut salam mereka, mereka main masuk saja tanpa permisi.
"Nindy...loh kok kalian di sini, baru saja gue mau hubungi kalian," ucap Inces
"Jangan mengalihkan pembicaraan deh lo, lo tadi mau ngapain Arvan, ayo ngaku," goda Nindy
"Biasa Dia mau nyosor bibir seksi gue," ujar Arvan, Inces memelototkan matanya
"Apaan sih, tadi kamu yang suruh kok," ujar Inces malu
"Ngapain malu sih, aku kan suami kamu, Nindy saja berani kalau di tantangin nyium Tristan di depan kita," ujar Arvan
"Mana ada dia berani, kalau dia berani aku akan nyium kamu juga di depan mereka," ujar Inces
"Beneran nih ?" tanya Arvan
"Heh kalian bisik-bisik apa sih, dari tadi asik sendiri dan gak menyuruh tamu istimewa ini duduk ," ujar Nindy
"Eh Iya..ayo duduk Ndy,"
"Loh kok cuma Nindy saja sih yang di suruh duduk gue gimana ?" ujar Tristan
"Lo gak usah gue suruh pasti lo ngikut juga,"Ujar Inces
"Iya sih..he..he..,"
"Oh ya Ces, tadi lo bilang kalau lo mau hubungi kita, ada apa ya ?" Tanya Nindy
"Kita mau piknik, karena kalau berdua saja gak seru, kita mau ajak kalian, kalian mau ikut gak ?" tanya Inces
"Kok bisa kebetulan sih, kita juga rencananya mau piknik, kita kesini mau ngajak lo, karena kita pikir lo sendirian di rumah, gak taunya ada pawangnya juga," ujar Nindy
"Kalau begitu ayo kita pergi," ajak Inces
"Sayang..kita kan belom ganti baju, kamu saja belom minum susu nya, bentar aku bikinin lagi ya," ujar Arvan
"Jangan..." teriak Nindy dan Inces barengan
"Sayang aku tau kalau kamu gak suka susu, tapi demi anak Kita kamu harus minum ya, sedikit saja,"
__ADS_1
"Ha..ha..ha.. Lo tau gak Ar, Inces itu sangat anti dengan yang namanya susu, lo paksa sampai kucing bertanduk pun dia gak bakalan minum tu susu, soalnya dia punya pengalaman buruk dengan yang namanya susu," ujar Nindy sambil tertawa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...