
Maksud kamu apa Ces ," Tanya Tristan
"Nindy lagi mempersiapkan Pesta kejutan buat kamu Tris, dia akan menyuruh kamu memilih antara dia atau Liora, makanya aku ke sini buat ngundang Liora untuk datang ke pesta itu,"
"Tuh kan kak Tristan, istri kak Tristan memang sangat mencintai kakak, aku jadi penasaran deh sama dia, kan aku belum pernah bertemu dengannya.Nanti aku juga akan datang bersama Mas Pram," ujar Liora
"Kamu memang harus ikut, Nindy taunya kamu itu selingkuhan Tristan sekalian nanti kamu yang jelasin ke dia agar Dia percaya, karena aku kasihan banget sama dia dari tadi siang nangis-nangis terus,"
"Aku jadi gak tega sama Istriku, apa sebaiknya sekarang saja aku bertemu dengannya ,"ucap Tristan semakin khawatir
"Kamu sabar dulu Tris, kan gak lama lagi waktunya cuma satu jam dari sekarang kok, oh ya kalau begitu aku pulang dulu buat bantu-bantu Nindy mempersiapkan pestanya ya,"
"Dan Ingat jangan ke sana dulu sebelum jam tujuh," ujar Inces mengingatkan.
Inces pun pergi dari sana dengan mengunakan jasa ojek Online yang sudah di ordernya tadi.
"Nindy..gue pulang..." ucap Inces ketika sudah sampai di rumah
"Gimana Ces, apa semua berjalan lancar,"
"Beres..apa sih yang gak bisa Inces lakuin, Kamu tenang saja nanti gadis di foto itu juga akan datang, sekarang kita meluncur ke Restorant yuk," ajak Inces
Mereka pun pergi ke Restorant yang di maksud, benar apa yang di katakan Inces, Di sebuah privat Room di Restorant X semuanya sudah siap, kini tinggal menunggu Tristan datang saja.
"Ndy ...nanti aku sembunyi dulu, biar kamu saja yang di sini menunggu Tristan, kalau Cewek itu sudah datang baru aku muncul, kamu nikmatin saja malam ini bersama Tristan,"
"Tapi Ndy, aku gak sanggup menghadapi Tristan, Luka di hatiku masih sangat basah, apa mungkin aku sanggup menahan semua ini dan bersikap seolah-olah aku gak tau apa-apa ?
"Aku yakin kamu pasti bisa Ndy, kamu kan Wonder women yang tahan banting, masak menghadapi ini saja kamu gak mampu sih," Nindy tertawa mendengar banyolan sahabatn ya itu.
"Ya sudah aku pergi dulu ya ,"
"Kamu mau kemana ?
"Aku mau ketemu sama papanya Debay ku dulu, tiba-tiba saja aku kangen sama dia, aku pinjam mobil kamu ya Ndy ,"
"Tapi kamu jangan telat ya datang nya, pokoknya di saat cewek itu datang aku gak mau tau kamu harus ada di sini,"
"Iya Bawel..aku pergi dulu ya, semangat.." ucap Inces lalu mengambil kunci mobilnya di sambut dengan senyuman Nindy.
Inces pun pergi, ternyata memang benar dia tiba-tiba saja pengen bertemu dengan Arvan.
"Ini aku kemana sih, apa Arvan masih di kantor atau sudah pulang ke rumahnya, tapi kan aku gak tau di mana rumahnya Arvan,"
__ADS_1
"Aku Search di sosmed aja kali ya," ucapnya lalu mengambil ponselnya
"Dapat..., lebih baik aku ke sana saja, Ah jangan deh, nanti aku di kira paparazzi lagi sampai ngikutin dia ke rumahnya,"
"Apa aku telpon aja dulu ya,"
Akhirnya Inces memutuskan untuk menelpon Arvan.
Drrrt...drrrt...
Arvan melihat kalau Inces menelponnya, dia tersenyum lalu segera mengangkatnya.
"Iya Sun ada apa ?"
"Maaf pak Bos, apa pak Bos masih di kantor ?"
Aduuh..nanya apa sih gue kok malah nanya begitu sih, pasti dia kegeeran,, Batin Inces
"Kenapa memangnya Sun ?
"Ini pak Bos, kalau pak Bos masih di kantor, apakah sapu tangan saya ada ketinggalan di sana, soalnya itu sapu tangan yang sangat berharga buat saya," ujar Inces ngarang
"Sebentar saya lihat dulu ?" Arvan melangkah menuju ke kamarnya tapi setelah di periksa dia tidak menemukannya di sana.
"Sapu tangannya warna apa Sun ?
"Warna biru ya, Ada nih " ujar Arvan bohong
Loh kok bisa ada sih, kan aku cuma ngarang aja tadi,, Batin Inces
" Kamu sekarang ada di mana Sun, biar saya antar saja sapu tangan ini ?
"Gak usah repot-repot pak Bos, biar saya ambil saja sendiri ke sana," ujar Inces
"Jangan...
"Loh kok Jangan sih pak Bos,"
Ya iya lah Arvan ngelarang aku ke sana, nanti bisa-bisa dia ketahuan bohong he..he..,, Batin Inces
"Nanti kamu capek bolak- balik lagi, biar saya saja yang anterin ke tempat kamu sekalian saya juga mau pulang,"
"Gak apa-apa nih pak Bos ?
__ADS_1
"Iya,"
"Ya udah deh pak Bos ke sini saja, saya lagi di Restorant X, saya tunggu ya pak Bos, makasih loh sebelumnya," ujar Inces geli sendiri membayangkan kalau Arvan bakalan membeli dulu sapu tangan warna biru buat Inces.
"Oke..kamu tunggu ya," ucap Arvan lalu dia bergegas pergi ke tempat Inces menunggunya, akan tetapi sebelum dia menuju ke sana dia singgah dulu di satu toko untuk membeli sapu tangan warna Birunya.
Arvan sudah sampai di depan Restorant itu, dia lalu menelpon kembali Inces.
"Hallo Sun, kamu di mana ?, saya sudah di Restorant X nih,"
"Iya pak Bos tunggu di sana saja, biar saya saja yang akan samperin pak Bos,"
Tak lama Inces datang dari belakang Arvan dan mengagetkannya.
"Pak Bos...!
"Eh Sun, kamu bikin kaget saja, kamu dari mana ? bukannya kamu tadi bilang di Restorant itu ya ?
"Iya, ini kan sama saja pak Bos, Di depan Restorant X he..he..,"
"Eh Iya pak Bos mana Sapu tangan saya ?" ujar Inces sambil menjulurkan tangannya.
Arvan mengambil sapu tangan dari kantong Jasnya lalu menyerahkannya kepada Inces. Inces segera mengambilnya, dia menghirup dalam-dalam sapu tangan itu lalu dia tersenyum karena di sapu tangan itu ada bau parfumnya Arvan.
Lumayan, ini bisa aku cium kalau akun lagi kangen sama dia,, batin Inces
"Apa benar itu sapu tangannya ?
"Eh Iya pak Bos, ini memang sapu tangan saya," jawab Inces
Huuff..syukurlah kalau sapu tangan itu mirip dengan sama sapu tangannya, aku pikir bakalan ketahuan kalau aku bohong hanya karena ingin bertemu dengannya,, Batin Arvan
"Kita makan dulu yuk ?" ajak Arvan
"Gak usah pak Bos, nanti pak Bos malu lagi makan sama saya ,"
"Buat apa saya malu, kamu kan karyawan saya jadi wajar dong seorang Bos makan sama Karyawannya,"
"Tapi pak Bos...
"Sudah jangan bawel ayo kita masuk ke sana ?, Arvan tanpa risih sedikit pun menarik tangan Inces lalu membawanya ke dalam Restorant itu.
Saat mereka sudah berada di dalam Restorant itu semua mata memandang ke arah Arvan yang memegang tangan Inces.
__ADS_1
"Eh itu kan Arvan Sujono pemilik perusahaan Arkana Corp itu, sama siapa dia, apa sama pembantunya ?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...