
Arvan menghempaskan tubuhnya di King Sidenya, dia masih mengingat reaksi Sun saat mendengar ceritanya tadi.
"Kenapa dia tampak biasa saja ya saat aku menceritakan itu, biasanya wanita akan Ilfiel jika mengetahui kalau sang Pria pernah menghamili seorang wanita, apa karena gue kaya ya," guman Arvan
"Tapi sepertinya dia gak matre deh, gue rasa ada yang aneh dengan dia, siapa dia sebenarnya, apa gue harus melakukan apa yang di katakan oleh Dante ya," ucap Arvan
Arvan mengambil ponselnya lalu menghubungi Ferdi.
"Fer..Kita nongkrong yuk, Gue tunggu lo di Cafe biasa ya ", ujar Arvan kemudian dia bergegas menuju kamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke sana.
Arvan sudah duduk di tempat biasa dia duduk bersama Ferdi ketika Nongkrong di sana, netranya terus menjurus ke Panggung di mana penyanyi bertopeng sering bernyanyi, namun sudah pukul sembilan malam akan tetapi penyanyi itu masih belum juga memulai pertunjukannya.
"Ar..lo kenapa sih dari tadi gue perhatiin wajah lo gelisah gitu," tanya Ferdi
"Apa lo gak ngerasa ada yang hilang ya saat kita nongkrong disini," tanya Arvan balik
"Gue sih biasa aja, emang apa sih yang hilang," tanya Ferdi
"Itu alunan musik yang biasa terdengar di sini," ujar Arvan
"Loh itu kan musik Ar,"
"Bukan itu maksud gue, penyanyi yang sering menyanyi di panggung itu loh,"
"Oooo..bilang dong dari tadi, lo kangen sama nyanyiannya apa sama penyanyinya..," goda Ferdi
"Dua-duanya ," guman Arvan
"Apa lo bilang, lo itu kenapa sih Ar, setiap kali lo ketemu sama Cewek yang bodynya mirip dengan Princes lo selalu seperti itu, Di kantor lo malah dekat sama Si culun, nah di sini lo malah suka sama penyanyi itu hanya karena body mereka sama," ujar Ferdi
"Fer..gue merasa ada keterikatan antara gue, Sun dan penyanyi itu, entah apa yang membuat gue merasa nyaman walaupun hanya dengan melihat mereka saja, dan lo perhatiin gak perubahan dalam diri gue,"
"Perubahan apa, gue lihat lo sama aja tuh ,"
"Lo lupa, gue kan sering muntah-muntah akhir-akhir ini dan juga mood gue naik turun, tapi lo lihat sekarang, gue gak merasakan itu lagi, gue kembali normal Fer, gue ngerasa ini ada hubungannya dengan mereka berdua," ujar Arvan semakin membuat Ferdi binggung
"Lo ngomong apa sih Ar, gue jadi binggung,"
__ADS_1
"Sudah ah, gue capek ngomong sama lo, lebih baik gue pergi saja dari sini," ujar Arvan kemudian pergi dari Cafe itu, sedangkan Ferdi masih saja memikirkan apa yang di katakan oleh Arvan
"Gue benar-benar heran sama si Arvan, yang dia hamili kan si Princes tapi apa hubungannya dengan penyanyi itu dan si Culun ya, gue makin binggung," ujar Ferdi lalu dia meneguk minumannya.
Ketika Arvan berjalan menuju ke mobilnya dia tidak sengaja melihat Sun sedang menuju ke Cafe itu dengan terburu-buru.
Arvan berinisiatif untuk mengikutinya, dia melihat Sun langsung masuk ke ruangan khusus karyawan dan tak lama kemudian Penyanyi bertopeng itu pun keluar dari sana.
Arvan merasa aneh dengan tingkah keduanya, dia masuk ke sana dan memeriksa kalau-kalau ada orang di dalam sana, namun apa yang dia lihat ruangan itu ternyata kosong.
"Ada yang aneh, Tadi Sun masuk dan Penyanyi itu keluar, apa mungkin penyanyi itu adalah Sun," bermacam pertanyaan timbul di benak Arvan
Saat Dia mau keluar dari sana dia melihat sebuah Tas yang tergeletak diatas sebuah kursi yang tak jauh dari tempat dia berdiri sekarang, Dia mendekati tas itu lalu memeriksanya dan betapa kagetnya dia menemukan kaca mata Sun di situ dengan sebuah tompel palsu menempel di sana.
"Gue harus cari tau apa yang sesungguhnya terjadi, lebih baik gue pulang saja sekarang agar Sun tidak curiga sama gue," ucapnya lalu meninggalkan tempat itu.
Saat Di mobil suara ponselnya berdering, Dia melihat kalau Ferdi yang menelponnya.
"Hallo Ar, lo di mana sekarang ?"
"Di rumah ," jawab Arvan Bohong, padahal dia masih berada di depan Cafe itu.
"Gue sudah gak mood, sudah ya gue mau tidur dulu,"
Tut..tut..
Arvan memutuskan sambungan telponnya.
"Yach ni anak, tadi nanyain lah sekarang sudah ada malah mau tidur di rumah, Ar..Ar..apa sih yang ada dalam pikiran lo," ucap Ferdi kembali menegak minumannya.
Sementara Di sebuah mansion megah seorang gadis cantik tengah merasa bahagia karena ayahnya sudah berhasil membuat Perusahaan Arkana Corp di ambang kebangkrutan.
"Pa..makasih ya papa sudah membantu Kayla untuk mendapatkan Arvan,"
"Apa sih yang enggak buat putri papa ini, apapun akan papa lakukan untuk kebahagiaanmu sayang," ucap Robert, Kayla memeluk papanya dengan manja
"Terus gimana jawaban Arvan Pa, apa dia menyetujui untuk menikah dengan Kayla,"
__ADS_1
"Memangnya dia ada pilihan lain selain.menikah dengan kamu sayang, papa yakin dia akan segera memberi jawaban yang akan membuat kamu senang ," ujar Robert
"Makasih Pa, Kayla sayang banget sama papa, papa Is the Best deh pokoknya,"
"Dan lo Princes, lo akan menangis Bombay saat melihat gue dan Arvan di pelaminan, itu pun kalau lo masih sempat melihatnya ha..ha.." ucap Kayla
🌹🌹🌹
Mentari pagi menerpa wajah cantik Inces, entah kenapa pagi ini dia sangat malas bangun dari tidurnya.
"Inces sayang...ayo bangun yuk, apa lo gak ke kantor hari ini ?" tanya Nindy mulai naik ke atas Ranjangnya Inces
"Sepertinya hari ini gue gak ngantor deh Ndy, kepala gue pusing banget ," ujar Inces
"Lo sakit Ces ?, kita kerumah sakit yuk ," ajak Nindy mulai memeriksa suhu tubuh Inces
"Gak panas kok," ujar Nindy yang masih saja memegang sana sini.
"Gue memang gak demam Ndy, gue bilang gue pusing, gue istirahat sebentar saja akan hilang kok pusingnya," ujar Inces kembali memejamkan matanya.
"Ya Sudah, lo tidur saja lagi, nanti gue buatin bubur spesial buat elo,"
"Makasih ya Ndy," ujar Inces kembali menarik selimutnya dan Nindy pun keluar dari sana menuju dapur.
Tristan sudah keluar dari kamarnya, dia langsung memeluk Nindy dari belakang.
"Sayang...lagi ngapain kamu ?" tanya Tristan sambil mengecup tengkuk Nindy
"Iiih geli mas..jangan gangguin aku dong mas,"
"Kamu belum jawab pertanyaan aku sayang,"
"Gimana aku mau jawab aku geli tau," ujar Nindy mulai merinding karena Tristan masih mengecup tengkuknya
"Sudah dong mas, aku mau buatin Inces bubur dulu, kamu duduk di sana aja dulu, nanti aku bikinin sarapan special buat kamu,"
"Aku gak mau sarapan, aku maunya kamu,"
__ADS_1
"Ya sudah..ayo kalau begitu ," ajak Nindy dan Tristan pun segera mengendong Nindy ke kamarnya,entah apa yang terjadi di sana kalian pikirin aja sendiri, miss N juga gak Faham 😁
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...