
Di Ruangannya..
"Fer kamu ke ruangan saya sekarang,"
Tak lama kemudian Ferdi masuk ke ruangan itu
"Ada apa Ar ?, sepertinya kamu bahagia banget hari ini ?
"Aku mau cerita sesuatu sama kamu, tapi kamu harus Janji kalau kamu akan merahasiakan ini pada siapapun juga," ujar Arvan dengan wajah berbinar.
"Emangnya ada apa sih Ar ? sepertinya cerita ini sangat membahagiakan lo,"
"Aku sudah menemukan Dia Fer," ujar Arvan ambigu sehingga membuat Ferdi mengerutkan keningnya.
"Dia ? Dia siapa ?"
"Princes"
"Apa..., mana ? di mana dia sekarang,"
"Kami tau gak ternyata selama ini dia berada dekat dengan kita, aku saja tidak menyangka kalau dia itu adalah Princesku ," ujar Arvan dengan wajah berbinarnya.
"Dekat dengan kita ?
"Iya..kamu pasti kaget kalau tau dia siapa ,"
"Emangnya dia siapa sih, aku jadi penasaran ,"
"Dia itu Sun Fer,"
"Apa....kamu sehat kan Ar, apa kepala kamu ada yang kejedot," ujar Ferdi sambil memeriksa kepala Arvan
"Apaan sih kami, aku serius tau kalau Sun itu sebenarnya Princes ,"
"Kok bisa sih, apa kamu gak salah. Di Foto yang anak buah kita kirimkan Princes itu cantik, nah si Sun, kamu lihat sendiri kan penampilan dia, sudah culun punya tompel lagi," ujarnya mengidikkan bahinya.
"Kamu jangan menghina Princes aku Fer, kamu mau aku turunin jabatan kamu menjadi security ,"
"Ha..ha..Ar, kamu bercanda nih..bercanda kan ,"
__ADS_1
"Akugak bercanda , aku serius dengan apa yang aku ucapkan," ujar Arvan Dingin
"Santai Ar..jangan gitu dong kamu sama aku aja, iya deh aku percaya kalau Sun itu Princes, tapi kok bisa sih kamu tau kalau Sun itu Princes,"
"Tadi itu setelah dia membawakan kue buat aku, dia tiba-tiba pingsan,dan aku menyuruh Dante untuk memeriksanya dan ternyata kamu tau kalau Dante bilang apa, Dante bilang kalau di lagi hamil Fer, aku kaget karena yang aku tau kalau Sun itu belum menikah,"
"Terus ..
"Awalnya Sih Dante yang duluan curiga sama dia dan menyuruh aku untuk mencari identitas Sun yang sebenarnya, aku gak yakin tapi setelah Aku perhatiin wajahnya itu dengan seksama merasa kalau tompelnya itu palsu, gue langsung saja melepasnya dan ternyata Sun adalah Princes gue," ucapnya bahagia.
"Terus kamu sudah bilang sama dia kalau kamu sudah tau kalau dia itu Princes,"
"Belum, tapi sepertinya aku gak akan memberitahunya dulu, karena aku curiga kenapa dia sampai menyamar dan bekerja di sini sebagai OG padahal malam itu gue sudah janji sama dia akan bertanggung jawab,"
"Mungkin karena dia malu kali untuk memberitahukan langsung ke lo kalau dia gadis yang pernah lo tiduri itu,"
"Tapi aku masih merasa aneh dengan penyamarannya itu, aku curiga kalau ada sesuatu yang ingin dia buktikan, tapi entah apa itu aku juga gak tau," ujar Arvan
"Kamu harus bantu aku buat memecahkan masalah ini, dan Ingat kamu harus bersikap seperti biasa kepadanya agar dia tidak curiga,"
"Dan akan cari cara agar tetap bisa berada di dekatnya, karena aku gak ingin calon anakku kenapa-napa." tambahnya
"Sepertinya aku butuh seorang Body guard untuk Princes, kamu suruh salah satu Body guard terbaik kita untuk memantau kemanapun dia pergi, dan ingat jangan sampai Princes tau kalau ada yang mengikutinya," titah Arvan
"Oke, kalau begitu saya pergi dulu," Arvan mengangguk
"Semoga kamu baik-baik saja Princes ," guman Arvan.
Sementara di depan sebuah salon Inces dan Nindy lagi berdebat.
"Ces..aku gak mau masuk ," ujar Nindy
"Ndy, pokoknya lo haris masuk ke dalam, lo harus di permak ,"
"Aku gak mau Ces, Aku gak nyaman merubah penampilanku," tolak Nindy
"Jadi kamu mau pelakor itu merebut Tristan dari kamu, kalau begitu terserah kamu deh, nanti kamu jangan mewek kalau gadis itu berhasil merebut Tristan darimu," ujar Inces hendak pergi
"Ces..Tunggu...!"Inces menghentikan langkahnya lalu berbalik ke arah Nindy
__ADS_1
"Iya deh gue mau, ini semua buat keutuhan rumah tanggaku " ujar Nindy lemah
"Jangan lemah gitu dong Ndy, kamu0 harus semangat..kalau begitu ayo kita masuk," ajak inces menggandeng tangan Nindy masuk ke dalam salon itu.
"Hello...nona-nona cantik mau perawatan ya ," Seorang pria gemulai menyapa mereka.
"Iya nih, kita butuh perawatan yang komplit ya say," ujar Inces
"Oce...yuk cap cus ikut eike," ujar pria itu, Inces dan Nindy segera mengikuti pria gemulai itu menuju ke sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat berbagai perawatan dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.
"Oke nona-nona manis tunggu sekejap ya, sebentar lagi ada karyawan Eike yang akan menservis kalian berdua dan akan merubah kalian menjadi seorang bidadari ," ujar Pria gemulai itu lalu pergi dari sana.
"Eh Ndy, kira-kira karyawannya kayak dia juga gak sih ?
"Mana aku tau yang bawa aku ke sini, aku pikir ini salon langganan kamu dulu," ujar Nindy
"Bukan, gue juga baru kali ini ke sini, karena waktunya udah mepet saja, kan bentar lagi sore dan nanti malan kita akan merayaka pesta ulang tahun Tristan.
"Apa aku harus merayakan ulang tahunnya Ces, sementara hati aku masih sakit tadi melihat dia bersama gadis itu,"
"Ya harus dong, kamu gak mau kan kalah dari tu cewek, dia saja merayakan ulang tahun suamimu masak kamu enggak sih, yang ada nih ya Tristan makin gak respek sama kamu," ujar Inces
Nindy berpikir ada benarnya juga apa kata Inces, dia harus berpikir dua kali sebelum bertindak karena dia sekarang lagi hamil dan dia gak mau kalau anaknya nanti lahir tanpa sosok seorang ayah, dia harus bisa membalas wanita itu.
"Tapi Ces aku belum mempersiapkan pestanya, gimana kita bisa merayakan pesta itu nantinya,"
"kamu tenang saja selama ada Inces semuanya akan beres, kamnanti malam tinggal datang saja ke alamat yang aku kirimkan nanti ke kamu,"
Tak lama kemudian dua karyawan salon itu datang, dan segera melayani mereka berdua.
"Huuf..syukurlah karyawannya Cewek Ndy, kalau enggak hak gak jadi melanjutkan perawatannya karena aku terlalu ngeri berdekatan dengan pria seperti itu, amit..amit..cabang bayi," ujar Inces, Nindy tersenyum karena dia pun sama halnya seperti Incea, dia gak mau anaknya nanti ikut ikutan seperti itu.
Setelah dua jam menjalani perawatan akhirnya mereka sudah selesai sekarang tinggal di make over Nindynya, Inces hanya melakukan perawatan saja.
"Ces kamu gak di make Up ?"
"Gak usah deh Ndy, aku kan lagi hamil dan aku kurang suka bau-bau kosmetik itu, sebaiknya kamu saja yang di Make Up biar nanti Tristan pangling saat lihat wajah kamu,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1