Malam Kelam Princess Somplak

Malam Kelam Princess Somplak
MKPS 32


__ADS_3

"Eh Sun, kenapa kamu belum mandi ?" tanya Arvan


"Saya mau bicara sebentar sama pak Bos, Apa boleh ? ujar Inces


"Boleh, kamu mau bicara apa ?" tanya Arvan menatap lekat ke arah Inces. Inces melihat ke arah Rita sekilas, Arvan mengerti kalau Inces mau bicara berdua saja dengannya lalu di memerintahkan Rita pergi dari sana.


"Sekarang kamu katakan apa yang mau kamu omongin ? Arvan kembali menatap ke arah Inces.


"Pak Bos, apa ini gak terlalu berlebihan, kenapa pak Bos memberikan saya kamar yang pak Bos sediakan buat calon istri pak Bos, saya kan jadi gak enak untuk menempatinya," ujar Inces.


"Siapa bilang saya menyuruh kamu tinggal di sana, saya hanya menyuruh kamu mandi saja di sana," Inces jadi malu sendiri karena dia sudah dengan pedenya menanyakan perihal itu pada Arvan.


"Kalau begitu saya mandi dulu ya pak Bos," Inces berlari meninggalkan Arvan di sana sendirian, dia sangat malu pada Arvan. Arvan hanya mengukir senyum di bibirnya melihat wajah merona Inces tadi.


Malu banget aku..kenapa aku sampai kepikiran kalau Arvan memberikan kamar itu buat aku tempati, aku terlalu berharap banyak sama dia,, Batin Inces


"Sebaiknya aku mandi saja dulu biar aku nampak segeran," ujar Inces lalu segera menuju ke kamar mandi di kamar yang tadi dia tinggalin itu.


Setelah selesai mandi Inces bingung mau pakai baju apa kerena dia tidak punya baju lain selain yang dia pakai tadi. Dia masih mematung di sana, dia kaget karena ada suara orang membuka pintu kamar itu, dia langsung kembali masuk ke kamar mandi.


Dari balik pintu kamar mandi itu dia melihat kalau Rita datang dengan membawa sebuah paper bag di tangannya lalu dia melangkah menuju ke arah kamar mandi, sontak Inces langsung menjauhi pintu itu.


Tok..tok..


"Nona Sun, baju ganti anda ada di atas kasur ya, saya permisi dulu," ujar Rita lalu pergi dari sana . Setelah kepergian Rita Inces kembali keluar dari kamar mandi itu lalu menuju ke arah ranjang yang ada di dalam kamar itu.


"Wah bagus banget bajunya, ini pasti mahal," ucapnya setelah membuka paper bag itu.


Inces segera memakai baju itu dan melihat bayangannya di cermin, dia membuka kacamata dan tompelnya dan bergaya sebagai Inces di depan cermin.


"Andai saja aku bisa tampil seperti ini di depan Arvan, pasti Arvan akan terpesona dengan kecantikanku ini, tapi aku masih harus menyamar agar aku bisa mengetahui siapa yang menyuruh preman-preman itu untuk mencelakakan aku, aku yakin bukan Arvan orangnya," guman Inces

__ADS_1


Inces mendengat suara langkah kaki yang mengarah ke kamar itu, dia buru-buru memakai kembali kacamata dan tompelnya.


ceklek...


Pintu itu terbuka, terlihat Arvan masuk ke sana dengan memakai baju santainya yang sedikit membentuk tubuhnya yang proporsional itu, Inces terpana melihat ketampanan Arvan yang berlipat ganda itu, baru kali ini dia melihat Arvan berpenampilan seperti itu.


"Kenapa kamu melihat saya seperti itu Sun ?


"Eh gak pak Bos, " ujar Inces lalu mengalihkan pandangannya.


"Kamu terpana ya melihat ketampanan saya atau kamu malah suka sama saya," ucap Arvan Narsis


Lah kok Arvan bisa narsis juga ya, aku pikir dia hanya batu es yang selalu membeku, ternyata kalau di rumah dia bisa begitu juga rupanya,, Batin Inces


"Ih pak Bos ini ngomong apa sih, mana pantas saya menyukai pak Bos, kita bagaikan langit dan bumi tau," ujar Inces


"Kalau saya suka sama kamu boleh gak," ujar Arvan yang membuat Inces tersedak.


"Pak Bos ngomong apa tadi ?


"Ah gak mungkin kalau Arvan ngomong seperti itu sama aku, mungkin hanya halusinasiku saja," ujarnya lalu mengikuti Arvan dari belakang.


Inces sudah sampai di dapur, dia terpana melihat dapur yang super luas itu dengan semua jenis bahan makanan yang telah tertata di meja dapur itu.


"Banyak sekali bahan makanannya , kira-kira aku masak apa ya ," ujarnya sambil memperhatikan semua bahan makanan itu. Dari kejauhan dia melihat ada Iga sapi yang bertenger diatas piring dan akhirnya Inces punya Ide, dia akan memasak sup Iga sapi kesukaannya.


Inces mulai memakai celemek dan mengambil Iga sapi itu dan beberapa bahan lainya juga beberapa bumbu rempah yang di butuhkan. Dia mulai berkutat dengan alat masaknya.


Dari arah ruang makan Arvan mencium aroma yang menggugah seleranya, dia kemudian menyusul Inces menuju ke dapur.


"Masak apa kami Sun hari ini ?" tanya Arvan

__ADS_1


"Ini pak Bos, pak bos lihat saja sendiri," kata Inces


"Waah..sepertinya ini sangat lezat Sun, kamu pintar sekali memasak ya, kenapa kamu gak buka restorant saja," ujar Arvan


"Ha..ha..pak Bos ini ngada-ngada deh, aku buat makan saja susah, gimana mau buka Restorant," ujar Inces.


"Kalau aku beli Restorant buat kamu kamu mau gak mengelolanya ," pertanyaan Arvan yang spontan itu membuat Inces kaget bukan kepalang, bagaimana bisa dia membeli Restoran seperti membeli kacang goreng itu.


"Pak Bos jangan bercanda deh,"


"Beneran Sun, saya mau beli Restorant, apa kamu mau mengelolanya, hitung-hitung Investasi di bidang kuliner," tanya Arvan dengan wajah serius.


"Pak Bos serius ya ?


"Iya Sun, gimana kamu mau gak ?


"Wah...yang bener pak Bos, saya mau banget pak Bos, tapi saya gak bisa mengelolanya sendiri saya butuh partner.


"Itu terserah kamu, yang jelas setelah Restoran itu saya beli kamu yang mengelolanya, soal Partner seperti yang kamu bilang tadi kamu boleh mengajak siapa saja yang menurut kamu berkompeten di bidang itu," ujar Arvan


"Baik pak Bos, kalau itu mah saya sudah ada kandidatnya tinggal cari satu lagi saja," ucap Inces senang, Arvan juga ikut senang melihat rona bahagia dari Inces itu.


"Itu terserah kamu, tapi ada syaratnya.. ," ujar Arvan yang membuat kening Inces berkerut.


"Apa pak Bos ?"


"Kamu setiap hari harus masakin saya dan harus tinggal di sini,"


"Maaf pak Bos, kalau syarat yang pertama saya bisa kabulin tapi syarat yang kedua sepertinya saya gak bisa deh pak Bos," ujar Inces.


"Kenapa, apa di sini kurang nyaman buat kamu tinggal Sun ?" tanya Arvan

__ADS_1


"Bukan begitu pak Bos, saya merasa gak pantas saja tinggal di rumah semewah ini," ujar Inces


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2